• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Fenomena Rashdul Kiblat 2026, Kemenag Ciamis Ajak Masyarakat Pastikan Arah Kiblat Lebih Akurat

bydejurnalcom
Kamis, 16 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Fenomena Rashdul Kiblat 2026, Kemenag Ciamis Ajak Masyarakat Pastikan Arah Kiblat Lebih Akurat
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis kembali mengajak masyarakat memanfaatkan fenomena alam Rashdul Kiblat yang berlangsung pada 15-16 Juli 2026 sebagai momentum untuk memastikan arah kiblat masjid, musala hingga rumah tinggal lebih akurat.

Fenomena langka yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini dinilai menjadi cara paling sederhana sekaligus presisi untuk memverifikasi arah kiblat tanpa memerlukan peralatan rumit.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Ciamis, Dr. H. Mohamad Aip Maftuh, M.Pd., mengatakan Rashdul Kiblat merupakan peristiwa ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara akurat.

BacaJuga :

Ciamis Terima 73 Alsintan, Herry Dermawan Ingatkan Distribusi Pupuk Subsidi

STIKES Muhammadiyah Ciamis Menuju Universitas, 235 Lulusan Diwisuda

Krisis Sampah Garut Bongkar Lemahnya Inovasi DLH, GIPS Desak Bupati Evaluasi Kinerja dan Pertanggungjawaban Anggaran

“Momentum ini sangat penting karena umat Islam dalam pelaksanaan salat maupun beberapa ibadah lainnya diwajibkan menghadap kiblat. Agar arah kiblat benar-benar tepat, Allah menghadirkan fenomena alam yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di kantornya Kamis (16/07/2026)

Fenomena Alam yang Hanya Terjadi Dua Kali Setahun

Menurut Aip Maftuh, fenomena tersebut bukan ditentukan manusia, melainkan murni peristiwa astronomi yang terjadi karena posisi Matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Di Indonesia bagian barat, Rashdul Kiblat tahun ini berlangsung pada 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Pada waktu tersebut masyarakat cukup menegakkan tongkat atau benda lurus di tempat yang terkena sinar matahari. Garis bayangan yang terbentuk akan menunjukkan arah kiblat secara presisi.

“Ini metode paling mudah. Tidak perlu alat khusus. Selama cuaca cerah dan Matahari terlihat jelas, masyarakat tinggal menegakkan tongkat, lalu menarik garis bayangannya. Garis itulah arah kiblat,” jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena serupa memang terjadi setiap tahun, namun tanggalnya mengikuti perhitungan astronomi sehingga tidak ditentukan oleh manusia.

Kemenag Libatkan ASN, Penyuluh hingga DKM Masjid

Dalam pelaksanaan Rashdul Kiblat 2026, Kemenag Ciamis menggerakkan seluruh ASN, penghulu, penyuluh agama Islam, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat hingga warga yang ingin mengecek arah kiblat rumahnya masing-masing.

Beruntung, kondisi cuaca pada pelaksanaan tahun ini cukup cerah sehingga proses pengukuran dapat dilakukan secara optimal.

“Alhamdulillah cuaca sangat mendukung sehingga masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik. Banyak masjid, musala, rumah ibadah hingga rumah pribadi yang berhasil mengakurasi arah kiblatnya,” katanya.

Target Lebih dari 12 Ribu Titik Tercapai

Kemenag Kabupaten Ciamis menargetkan lebih dari 12.000 objek mengikuti Gerakan Rashdul Kiblat 2026 sesuai arahan Kementerian Agama RI dan Kanwil Kemenag Jawa Barat.

Objek tersebut meliputi masjid, musala, madrasah, pondok pesantren hingga rumah masyarakat.

Aip Maftuh mengungkapkan, antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Dukungan para penyuluh agama, penghulu, DKM, organisasi Islam dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting tercapainya target tersebut.

“Alhamdulillah target lebih dari 12 ribu objek berhasil tercapai. Bahkan yang sudah masuk ke dalam sistem mencapai belasan ribu partisipasi. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat semakin meningkat,” ungkapnya.

Peserta Mendapat Sertifikat Digital

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Agama juga memberikan sertifikat digital kepada peserta yang mengikuti Gerakan Rashdul Kiblat Nasional.

Peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui sistem yang telah disiapkan Kemenag. Setelah proses verifikasi selesai, sertifikat dapat langsung diunduh secara mandiri.

“Sertifikat diberikan kepada peserta yang mendaftar. Jadi sifatnya perorangan sebagai bukti telah berpartisipasi dalam Gerakan Rashdul Kiblat Nasional,” jelas Aip.

Tidak Wajib, tetapi Sangat Dianjurkan

Aip menegaskan, pelaksanaan Rashdul Kiblat bukan merupakan kewajiban bagi seluruh masjid maupun musala. Program ini lebih bersifat imbauan sebagai ikhtiar meningkatkan ketepatan arah kiblat.

“Ini bukan kewajiban, tetapi bagian dari upaya memberikan kepastian arah kiblat yang lebih akurat sehingga masyarakat semakin tenang dalam beribadah,” katanya.

Ia menjelaskan, meskipun pergeseran arah kiblat yang ditemukan di lapangan umumnya sangat kecil, bahkan hanya sekitar 0,1 derajat, dampaknya akan menjadi signifikan jika ditarik dalam jarak ribuan kilometer menuju Ka’bah.

“Kelihatannya kecil, tetapi ketika ditarik lurus sampai ke Ka’bah, pergeseran sekecil apa pun akan menjadi cukup berarti. Karena itu momentum ini sangat penting dimanfaatkan,” ujarnya.

Edukasi Keagamaan Terus Diperluas

Program Rashdul Kiblat di Kabupaten Ciamis bukan hal baru. Selama tiga tahun terakhir, Kemenag terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap kali fenomena ini terjadi.

Ke depan, edukasi juga akan diperluas kepada kalangan pelajar, santri dan masyarakat umum agar semakin banyak yang memahami cara sederhana mengukur arah kiblat secara mandiri.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal fenomena Rashdul Kiblat dan tidak melewatkan kesempatan ini setiap tahun. Selain memastikan arah kiblat lebih akurat, kegiatan ini juga menjadi media syiar Islam, edukasi astronomi, sekaligus meningkatkan kesadaran umat terhadap pentingnya ketepatan dalam beribadah,” pungkasnya (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Hadapi Ancaman Kemarau, Disdik Ciamis Perkuat Edukasi Hemat Air dan Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Next Post

Program Ciamis Cerdas, BAZNAS Biayai Kuliah 10 Mahasiswa UID hingga Lulus, Cetak Duta Zakat Masa Depan

Related Posts

Hadiri Wisuda STIKes Muhammadiyah, Sekda Ciamis Ingatkan Amanah Profesi
deNews

Hadiri Wisuda STIKes Muhammadiyah, Sekda Ciamis Ingatkan Amanah Profesi

Rabu, 14 Oktober 2026
Sebanyak 18 SMP di Ciamis Terakomodasi Program Revitalisasi
deNews

Sebanyak 18 SMP di Ciamis Terakomodasi Program Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026
Safari Politik PAN Usung Asep Rahmat Berlanjut, Gerindra Buka Pintu Sambil Menanti Regulasi
deNews

Safari Politik PAN Usung Asep Rahmat Berlanjut, Gerindra Buka Pintu Sambil Menanti Regulasi

Rabu, 14 Oktober 2026
Ciamis Terima 73 Alsintan, Herry Dermawan Ingatkan Distribusi Pupuk Subsidi
deNews

Ciamis Terima 73 Alsintan, Herry Dermawan Ingatkan Distribusi Pupuk Subsidi

Rabu, 14 Oktober 2026
STIKES Muhammadiyah Ciamis Menuju Universitas, 235 Lulusan Diwisuda
deNews

STIKES Muhammadiyah Ciamis Menuju Universitas, 235 Lulusan Diwisuda

Rabu, 14 Oktober 2026
Krisis Sampah Garut Bongkar Lemahnya Inovasi DLH, GIPS Desak Bupati Evaluasi Kinerja dan Pertanggungjawaban Anggaran
deNews

Krisis Sampah Garut Bongkar Lemahnya Inovasi DLH, GIPS Desak Bupati Evaluasi Kinerja dan Pertanggungjawaban Anggaran

Rabu, 14 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Legislator Demokrat Cucu Suhendar Ingatkan Bupati Garut : Sehatkan BIJ, Jangan Naikan Tarif PDAM

Minggu, 12 November 2023

Kabupaten Bandung Juara Umum MTQH XXXIX, H. Andris Fajar : Wajar Sebab dari Dulu Tak Jauh dari Juara Dua

Sabtu, 21 Juni 2025

Insentif Guru Ngaji Belum Cair, Anggota DPRD H. Uya Mulyana : Tak Ada Alasan Terlambat

Selasa, 1 November 2022
Stasiun Cikajang yang memiliki ketinggian +1.246 meter diatas permukaan laut, merupakan stasiun tertinggi di Indonesia

Lika-Liku Jalur Kereta Api Garut-Cikajang, Dari Pembangunan Sampai Rencana Reaktivasi

Selasa, 13 Mei 2025

Dirut Perumda Tirta Intan Garut Tanggapi Video Viral Ibu Ati

Jumat, 14 November 2025

Anggota DPR RI Teh Rieke Koordinasi dan Kunjungan Kerja di Purwakarta

Jumat, 16 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste