CIAMIS, deJurnal – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Ciamis berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis membekali siswi SMP Negeri 1 Ciamis dengan pendidikan karakter, etika, serta keberanian berbicara melalui sosialisasi PUTRI BERANI (Program Keputrian Berani Bicara, Empati, Religi, Aman, Networking, dan Inspiratif), Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi PUTRI BERANI, proyek perubahan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, S.Pd., M.Pd., dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.
Program tersebut dikembangkan sebagai model pencegahan perundungan (bullying) sekaligus penguatan karakter peserta didik melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan berbagai unsur masyarakat.
Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Ciamis, Rita Apolonia, hadir sebagai narasumber dengan materi “Menjadi Remaja Putri Cerdas, Berkarakter, Beretika, dan Bermartabat.”
Mengawali penyampaiannya, Rita memperkenalkan diri kepada para siswi sekaligus berbagi cerita mengenai asal-usul namanya yang unik.
Ia menjelaskan bahwa nama Apolonia melekat karena dirinya lahir pada tahun 1969, bertepatan dengan momen pendaratan Apollo XI di Bulan.
Suasana semakin hangat ketika Rita mengungkapkan bahwa SMP Negeri 1 Ciamis merupakan almamaternya.
“Dulu saya belajar di sekolah ini sebagai seorang siswa. Hari ini saya kembali dengan tugas yang berbeda, ingin berbagi pengalaman dan memberikan semangat kepada adik-adik semua,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Rita mengajak para siswi mengenal lebih dekat Tim Penggerak PKK sebagai organisasi yang memiliki peran dalam pemberdayaan keluarga dan perempuan.
Menurutnya, para siswi saat ini merupakan calon perempuan sekaligus calon ibu yang kelak memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat.
Ia menilai masa SMP menjadi fase penting untuk membentuk karakter, memperluas pergaulan, serta menyiapkan masa depan.
“Mulai sekarang biasakan menjadi pribadi yang disiplin, jujur, sopan, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Karakter yang baik akan menjadi bekal paling berharga untuk meraih cita-cita,” katanya.
Rita juga mengingatkan agar para siswi menjauhi perilaku negatif seperti menyontek, berbohong, maupun tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Menurutnya, remaja putri yang beretika akan lebih dihormati, dipercaya, dan menjadi kebanggaan keluarga maupun sekolah.
Selain membahas pembentukan karakter, Rita menekankan pentingnya keberanian berbicara ketika mengalami ataupun menyaksikan tindakan perundungan.
“Jangan pernah menganggap bullying sebagai hal biasa. Kalau melihat teman menjadi korban atau bahkan mengalaminya sendiri, jangan diam. Beranilah berbicara dan sampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Keberanian kalian bisa menjadi awal untuk menghentikan perundungan,” pesannya.
Rita mengapresiasi lahirnya PUTRI BERANI sebagai inovasi yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis melalui proyek perubahan Aris Gunanto.
Program tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan sekolah.
“PUTRI BERANI bukan hanya mengajarkan anak-anak untuk berani berbicara ketika menghadapi perundungan, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai. Kami mengapresiasi inovasi yang digagas Pak Aris Gunanto karena menjawab persoalan yang saat ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan TP PKK Kabupaten Ciamis siap mendukung keberlanjutan program tersebut melalui kegiatan pembinaan karakter, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.
“Kami siap berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan agar PUTRI BERANI menjadi gerakan bersama. Harapannya, lahir generasi remaja putri yang cerdas, berakhlak mulia, percaya diri, serta berani menjadi pelopor lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, mengatakan PUTRI BERANI lahir sebagai upaya membangun budaya sekolah yang lebih aman melalui pendekatan pencegahan.
Menurutnya, program tersebut dikembangkan melalui enam strategi yang saling terintegrasi, mulai dari penguatan karakter dan literasi digital, deteksi dini potensi perundungan, sistem pelaporan yang aman, pemantauan berbasis data, pembentukan Duta PUTRI BERANI melalui Peer Support System, hingga penguatan peran keluarga melalui Parent Engagement Model.
“PUTRI BERANI kami rancang agar anak-anak memiliki keberanian untuk berbicara, saling menghargai, dan saling melindungi. Program ini memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sehingga pencegahan perundungan dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujar Aris.
Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dan TP PKK Kabupaten Ciamis, PUTRI BERANI diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membentuk remaja putri berkarakter, beretika, dan berani menyuarakan kebenaran, sekaligus memperkuat terwujudnya sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan. (Nay Sunarti)
















