CIAMIS, deJurnal – Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi persaingan di era global. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendukung penuh pemberangkatan 10 pelajar terbaik tingkat SMA/sederajat mengikuti Ciamis Global English Program (CGEP) Holiday Pare Kampung Inggris 2026.
Keberangkatan para peserta dilepas langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Senin (20/7/2026).
Selama dua pekan, para pelajar akan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris secara intensif di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan bahasa Inggris terbesar di Indonesia.
Program tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Kabupaten Ciamis yang unggul, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
CGEP merupakan inisiatif PC PMII Ciamis melalui PMII Speaking Center yang diselenggarakan bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Ciamis serta lembaga kursus di Kampung Inggris Pare. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi organisasi kepemudaan, lembaga sosial, dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas generasi muda Ciamis.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat memberikan apresiasi atas lahirnya program tersebut.
Menurutnya, kesempatan belajar di Kampung Inggris bukan sekadar mengikuti kursus bahasa, tetapi menjadi bekal penting untuk membuka akses pendidikan, karier, hingga jejaring internasional.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PMII yang telah menginisiasi program luar biasa ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar Kabupaten Ciamis yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan berbahasa Inggris kini bukan lagi menjadi nilai tambah, melainkan kebutuhan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Meski demikian, bupati mengingatkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan proses belajar yang berkelanjutan, kedisiplinan, serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Belajar bahasa Inggris membutuhkan waktu dan kesungguhan. Banyak orang memiliki kosakata yang cukup, tetapi belum berani menggunakannya dalam percakapan. Padahal keberanian untuk berbicara merupakan kunci agar kemampuan bahasa terus berkembang,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan akademik, Bupati juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah selama berada di Kampung Inggris Pare.
Menurutnya, para pelajar tidak hanya mewakili sekolah masing-masing, tetapi juga membawa identitas Kabupaten Ciamis di hadapan masyarakat luar daerah.
“Saya titip agar kalian menjaga marwah Kabupaten Ciamis. Tunjukkan akhlak yang baik, disiplin, serta hindari hal-hal yang dapat mencoreng nama daerah. Jadilah duta Ciamis yang membanggakan,” pesannya.
Bupati berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk menimba ilmu, memperluas wawasan, sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Ia optimistis pengalaman belajar di Pare akan menjadi bekal berharga yang nantinya dapat ditularkan kepada pelajar lainnya setelah kembali ke Kabupaten Ciamis.
Melalui Ciamis Global English Program (CGEP), Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap lahir generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi global, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan Kabupaten Ciamis yang semakin maju, unggul, dan berdaya saing. (Nay Sunarti)














