• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis

bydejurnalcom
Jumat, 4 September 2026
Reading Time: 3 mins read
BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis membidik Upacara Adat Nyangku 2026 di Kecamatan Panjalu sebagai momentum untuk memperkuat konsep pariwisata terintegrasi.

Tradisi budaya yang sarat nilai sejarah tersebut diharapkan tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif dan perekonomian masyarakat lokal.

Puncak Upacara Adat Nyangku 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, bertepatan dengan 25 Rabiul Awal 1448 Hijriah, di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

BacaJuga :

Yuk Naik Gatrik, Nikmati Malam Minggu Keliling Kota Ciamis

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Waruga Bodas dan Produk Kreatif Ciamis Kenalkan Tatar Galuh di Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat

Prosesi utama dan arak-arakan pusaka dalam tradisi Nyangku berpusat di kawasan Alun-alun Borosngora atau Alun-alun Panjalu dan berkaitan erat dengan kawasan Situ Lengkong.

Kehadiran dua kawasan tersebut menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan dalam satu perjalanan wisata berbasis budaya dan alam.

Ketua BP2D Kabupaten Ciamis, Drs. H. Endang Haris Juandana, MM, mengatakan Nyangku memiliki kekuatan budaya yang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai potensi wisata Panjalu.

“Nyangku 2026 kami tempatkan sebagai bagian dari konsep pariwisata terintegrasi Kabupaten Ciamis. Artinya, Nyangku tidak hanya dilihat sebagai kegiatan budaya tahunan, tetapi sebagai pintu masuk untuk mengintegrasikan wisata budaya, wisata alam Situ Lengkong, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, transportasi, promosi dan keterlibatan masyarakat lokal,” ujar Endang Jumat (04/09/2026)

Menurutnya, konsep tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah kunjungan. BP2D ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap ketika datang ke Panjalu.

Wisatawan yang menyaksikan Nyangku dapat mengenal sejarah dan budaya Panjalu, kemudian menikmati potensi alam Situ Lengkong, mencicipi kuliner lokal, membeli produk UMKM, melihat kerajinan hingga mengenal berbagai aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Nyangku dan Jejak Sejarah Panjalu

Nyangku merupakan upacara adat yang diwariskan masyarakat Panjalu dan memiliki nilai sejarah serta filosofi yang kuat.

Salah satu inti tradisinya adalah pembersihan atau penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dan para leluhur Panjalu.

Sejumlah pusaka yang menjadi bagian dari tradisi tersebut antara lain Pedang Zulfikar, Keris Pancaworo, Bangreng, Cis atau keris kecil, serta Keris Komando. Benda-benda pusaka tersebut disimpan di Museum Pasucian Bumi Alit.

Dalam rangkaian prosesi, pusaka diarak dari Bumi Alit menuju kawasan Alun-alun Panjalu. Selanjutnya, pusaka menjalani prosesi pencucian menggunakan air yang berasal dari sembilan mata air yang memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat.

Tradisi tersebut menjadi salah satu kekuatan budaya Panjalu yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Endang menegaskan bahwa pengembangan Nyangku sebagai daya tarik wisata tidak boleh menggeser nilai sakral dan makna budaya yang diwariskan masyarakat.

Budaya Tetap Menjadi Ruh

Lebih lanjut Endang mengatakan, pengembangan pariwisata melalui Nyangku harus tetap menjadikan budaya sebagai fondasi.

“Prinsip kami adalah budaya sebagai ruh, pariwisata sebagai penguat dan masyarakat sebagai pelaku utama,” katanya.

Menurutnya, yang dipromosikan bukan komersialisasi kesakralan Nyangku, tetapi nilai sejarah, filosofi, kearifan lokal dan pengalaman budaya yang terkandung di dalamnya.

Karena itu, pelibatan tokoh adat, sesepuh, pemerintah desa, masyarakat lokal serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata berbasis budaya.

Dengan semakin luasnya pengenalan terhadap Nyangku, BP2D berharap perhatian terhadap pelestarian tradisi juga semakin kuat, khususnya di kalangan generasi muda.

Nyangku Didorong Gerakkan UMKM

Endang menuturkan konsep pariwisata terintegrasi yang disiapkan BP2D juga diarahkan untuk memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat Panjalu.

Wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya berhenti di lokasi pelaksanaan prosesi Nyangku.

“Kami ingin memastikan kunjungan wisatawan menghasilkan perputaran ekonomi di masyarakat. Jadi wisatawan tidak hanya datang, melihat prosesi Nyangku, kemudian pulang,” tuturnya.

Rantai ekonomi tersebut dapat terhubung dengan UMKM, kuliner khas Panjalu, kerajinan, oleh-oleh, ekonomi kreatif, homestay, jasa transportasi hingga pemandu wisata.

Dengan demikian, manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Nyangku juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan dari luar daerah.

Situ Lengkong Jadi Bagian dari Ekosistem Wisata

Potensi wisata Panjalu tidak hanya terletak pada tradisi Nyangku. Situ Lengkong menjadi salah satu daya tarik alam yang dapat dipadukan dalam konsep perjalanan wisata.

Integrasi antara wisata budaya dan alam diharapkan dapat memperpanjang aktivitas wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Namun, peningkatan kunjungan harus tetap dibarengi dengan perhatian terhadap lingkungan.

Situ Lengkong dipandang sebagai aset ekologis sekaligus daya tarik wisata yang perlu dijaga. Pengelolaan sampah, pengurangan sampah plastik, pengaturan pergerakan wisatawan dan edukasi kepada pengunjung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata.

“Situ Lengkong tidak boleh hanya dipandang sebagai lokasi kegiatan, tetapi sebagai aset ekologis dan daya tarik wisata Panjalu yang harus dijaga keberlanjutannya,” kata Endang.

Makna Nyangku sendiri juga berkaitan dengan nilai pengingat bagi manusia untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghargai jasa para leluhur. Nilai tersebut dinilai selaras dengan upaya membangun pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi juga keberlanjutan.

Targetnya Bukan Sekadar Ramai Saat Nyangku

BP2D ingin pelaksanaan Nyangku 2026 memberikan dampak yang tetap terasa setelah rangkaian kegiatan berakhir.

Keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya akan diukur dari jumlah wisatawan. BP2D juga melihat kualitas kunjungan, lama tinggal wisatawan, keterlibatan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif, transaksi ekonomi lokal, jangkauan promosi, kepuasan wisatawan serta keberlanjutan destinasi.

“Yang ingin kami bangun pada Nyangku 2026 adalah integrasi. Nyangku tidak berdiri sendiri sebagai sebuah event. Kita ingin menghubungkan Nyangku, Situ Lengkong, desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya, transportasi, promosi digital dan masyarakat lokal menjadi satu ekosistem pariwisata,” ujar Endang.

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan dapat menjadi model pengelolaan pariwisata budaya yang terus berkembang setelah event selesai.

“Legacy yang ingin kami tinggalkan bukan hanya dokumentasi atau jumlah kunjungan, tetapi peningkatan kapasitas masyarakat, UMKM yang semakin berkembang, destinasi yang semakin dikenal, lingkungan yang tetap terjaga dan generasi muda yang semakin bangga terhadap budaya Panjalu,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: bp2d Ciamisbudaya Panjaludesa wisata Panjaluekonomi kreatif CiamisNyangku 2026Nyangku Panjalupariwisata CiamisPrabu Sanghyang Borosngorasitu lengkongUMKM PanjaluUpacara Adat Nyangkuwisata alam Ciamiswisata budaya Ciamiswisata Panjaluwisata terintegrasi Ciamis
Previous Post

Bantuan Pangan Bantu Penuhi Kebutuhan Keluarga di Ciamis

Next Post

Milad & Syukuran 1 Tahun SPPG Citalang 02 Purwakarta, Mitra: “Satu Hidangan, Seribu Harapan” Jadi Semangat ke Depan

Related Posts

BP2D Ciamis Lihat Peluang Promosi Wisata dari Festival Jaipongan di Karangkamulyan
deNews

BP2D Ciamis Lihat Peluang Promosi Wisata dari Festival Jaipongan di Karangkamulyan

Jumat, 11 September 2026
Disbudpora Ciamis Tekankan Pakem Adat dalam Tradisi Nyangku 2026 di Era Modern
deNews

Disbudpora Ciamis Tekankan Pakem Adat dalam Tradisi Nyangku 2026 di Era Modern

Senin, 7 September 2026
Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu  2026
deNews

Bupati Herdiat Apresiasi Gotong Royong Warga dalam Nyangku Panjalu 2026

Senin, 7 September 2026
Yuk Naik Gatrik, Nikmati Malam Minggu Keliling Kota Ciamis
deNews

Yuk Naik Gatrik, Nikmati Malam Minggu Keliling Kota Ciamis

Sabtu, 5 September 2026
Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh
deNews

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Rabu, 19 Agustus 2026
Waruga Bodas dan Produk Kreatif Ciamis Kenalkan Tatar Galuh di Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat
Budaya

Waruga Bodas dan Produk Kreatif Ciamis Kenalkan Tatar Galuh di Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat

Rabu, 20 Agustus 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

KabarDaerah

Pagelaran Seni Budaya Baraya Bedas Warnai Hari Jadi ke-41 Desa Mekarmaju Pasirjambu

Rabu, 5 November 2025

Ini Pesan Asda I Kepada Kepala Dinas Pendidikan Garut di Gelaran Sertijab

Senin, 27 Desember 2021

Hadiri Baznas Award, Bupati Apresiasi Pengelolaan Zakat di Kabupaten Bandung

Selasa, 23 Desember 2025
Camat Katapang Kabupaten Bandung, Rahmat Hidayat. (Foto : Sopandi)

Empat dari 7 Desa di Kecamatan Katapang Sudah Sangat Layak Dimekarkan

Rabu, 30 April 2025

Festival Manggis Purwakarta, Event Tahunan Pariwisata Unggulan

Sabtu, 11 Maret 2023

Warga Tanjungsari Audiensi Bahas Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa, Bumdes dan Kinerja BPD.  

Kamis, 23 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste