CIAMIS, deJurnal,– Bantuan pangan berupa beras kembali disalurkan kepada warga Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.
Sebanyak sekitar 707 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan untuk kebutuhan tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras untuk masing-masing bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap KPM mencapai 30 kilogram beras.
Lurah Cigembor, Dede Hermawan, S.IP, mengatakan beras bantuan tersebut tiba di Kelurahan Cigembor pada Senin, 24 Agustus 2026. Penyaluran kepada masyarakat kemudian dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
“Alhamdulillah, penyaluran bisa selesai dalam satu hari. Hanya ada dua penerima yang kebetulan sedang sakit, sehingga bantuannya kami salurkan pada hari berikutnya,” kata Dede saat ditemui di kantornya Jumat (04/09/2026)
Menurutnya, proses penyaluran berjalan tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kelurahan juga memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai dengan data yang telah ditetapkan.
Penyaluran Dikawal dan Diawasi
Dede menjelaskan, dalam pelaksanaan penyaluran, pihak kelurahan membentuk tim untuk membantu proses pelayanan sekaligus memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pengawasan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kelurahan tidak bekerja sendiri, tetapi melibatkan unsur terkait untuk membantu kelancaran proses distribusi.
“Kami berkolaborasi dengan pihak terkait untuk pengawasan dan pelayanan. Kebetulan saat penyaluran tanggal 26 Agustus juga ada bantuan personel dari mahasiswa KKN Universitas Islam Darussalam. Itu sangat membantu kami di kelurahan,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa KKN tersebut, lanjut Dede, membantu petugas dalam mengatur penerima dan memperlancar antrean selama proses pembagian bantuan.
Dari sisi penyimpanan sebelum penyaluran, Dede memastikan kondisi beras tetap aman sebelum disalurkan kepada masyarakat. Kelurahan telah menyiapkan tempat penyimpanan yang dinilai memadai untuk menampung bantuan dalam jumlah cukup besar.
Kelurahan Siapkan Layanan bagi Warga Lansia
Dede menambahkan, dalam pelaksanaan berikutnya Kelurahan Cigembor akan berupaya memberikan pelayanan yang lebih fleksibel bagi penerima yang memiliki keterbatasan fisik.
Hal itu terutama bagi warga lanjut usia atau penerima yang sedang sakit dan tidak memungkinkan datang langsung ke lokasi penyaluran.
“Ke depan kami akan melihat kondisi penerima. Kalau ada warga yang sudah lanjut usia, tidak bisa berjalan atau memang tidak memungkinkan datang ke sini, tentu akan kami pikirkan mekanisme agar bantuannya tetap bisa diterima,” katanya.
Sementara bagi warga yang masih mampu datang ke lokasi, penyaluran tetap dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Kelurahan juga terus melakukan pemutakhiran dan pengecekan data agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Dede menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima keluhan berarti dari masyarakat terkait beras yang diterima.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada keluhan dari penerima terkait beras yang mereka terima. Kalau nanti ada persoalan, tentu akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.
Dorong Data Penerima Tetap Akurat
Menurut Dede, ketepatan data menjadi salah satu hal penting dalam penyaluran bantuan pangan. Sebab, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, pihak kelurahan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan perubahan kondisi penerima manfaat maupun persoalan dalam penyaluran.
Dengan bantuan sebanyak 30 kilogram untuk kebutuhan tiga bulan, program tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pangan keluarga penerima manfaat di Kelurahan Cigembor.
Warga Terbantu untuk Kebutuhan Sehari-hari
Bagi warga penerima, bantuan beras tersebut menjadi tambahan penting untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan penghasilan tidak tetap.
Salah satunya Adang, warga yang sehari-hari bekerja serabutan. Ia biasa mencari penghasilan dengan menyapu jalan dan halaman, membersihkan kebun milik warga, serta pekerjaan lain yang tersedia.
Adang mengaku bersyukur mendapatkan bantuan beras tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan beras ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan keluarga, apalagi pekerjaan saya sehari-hari serabutan,” ujar Adang.
Ia berharap program bantuan pangan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga seperti Adang yang mengandalkan pekerjaan serabutan, bantuan tersebut bukan sekadar beras, tetapi menjadi penopang kebutuhan dapur ketika penghasilan harian tidak selalu menentu. (Nay Sunarti) .


















