CIAMIS, deJurnal,- Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis menyerukan pentingnya lahir kepemimpinan ulama yang visioner, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Muktamar dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.
Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, mengatakan Muktamar NU bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan lima tahunan, melainkan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun arah kebijakan, merumuskan program kerja, sekaligus memilih kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mampu membawa NU semakin maju.
Menurutnya, warga Nahdliyin di Ciamis berharap muktamar melahirkan sosok ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Muktamar merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Ini menjadi momentum evaluasi sekaligus menyusun program dan memilih kepemimpinan baru yang memiliki visi besar untuk memajukan Nahdlatul Ulama dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia,” ujar KH. Arief.
Regenerasi Ulama Menjadi Kebutuhan Bangsa
KH. Arief menilai Indonesia saat ini membutuhkan regenerasi ulama yang mampu menjawab berbagai persoalan umat dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta semangat kebangsaan.
Menurutnya, keberadaan ulama memiliki posisi yang tidak tergantikan dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat sekaligus menjadi penuntun moral bagi bangsa.
“Bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari peran para kiai dan ulama. Kita berharap lahir ulama yang saleh, berilmu, memiliki wawasan luas, serta mampu menjadi panutan masyarakat. Regenerasi ulama menjadi kebutuhan yang sangat penting,” katanya.
Ia mengaku prihatin dengan semakin berkurangnya figur ulama yang memiliki ketokohan nasional sekaligus mampu menjadi rujukan umat dalam berbagai persoalan.
Karena itu, Muktamar NU diharapkan mampu melahirkan pemimpin organisasi yang memiliki visi jauh ke depan, mampu memperkuat peran NU, serta menjaga tradisi keilmuan yang telah diwariskan para ulama pendahulu.
Perkuat Sinergi Ulama dan Umara
KH. Arief juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas bangsa.
Menurutnya, pemimpin negara memerlukan pandangan moral dan keagamaan dari para ulama agar setiap kebijakan tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan nilai-nilai kebangsaan.
“Pemimpin bangsa membutuhkan pendampingan dari ulama yang memiliki integritas, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap umat. Hubungan ulama dan umara harus terus diperkuat demi menjaga Indonesia tetap kokoh,” ujarnya.
Era Digital Bukan Ancaman Dakwah
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, KH. Arief berpandangan era digital justru menjadi peluang bagi Nahdlatul Ulama untuk memperluas dakwah dan memperkuat literasi keagamaan.
Ia menilai tantangan terbesar bukan pada perkembangan teknologinya, melainkan bagaimana warga NU mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan menyejukkan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan organisasi meski terdapat perbedaan pandangan dalam proses musyawarah.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam musyawarah. Namun setelah menjadi keputusan organisasi, seluruh warga NU harus menerimanya dengan lapang dada, menjaga ukhuwah, dan melaksanakannya secara elegan,” tuturnya.
Usulkan Penguatan Nilai Pancasila
Sebagai bagian dari aspirasi yang akan dibawa ke Muktamar NU ke-35, PCNU Ciamis juga mendorong agar PBNU memperkuat program internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan Ahlussunnah wal Jamaah.
Menurut KH. Arief, Pancasila merupakan konsensus nasional yang harus terus dirawat bersama dan diperkuat melalui pendidikan, dakwah, serta keteladanan para ulama.
“Pancasila tidak untuk diubah ataupun diganti. Yang harus dilakukan adalah memperkuat pengamalannya dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sehingga masyarakat semakin memahami bahwa agama dan kebangsaan berjalan beriringan,” tegasnya.
Ia menambahkan, NU selama ini telah memiliki kekuatan besar melalui jaringan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial.
Ke depan, tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Lima Bus Delegasi Berangkat ke Muktamar
Sebagai bentuk kesiapan mengikuti Muktamar NU ke-35, PCNU Kabupaten Ciamis telah menyiapkan lima bus yang akan membawa rombongan peserta dari Ciamis menuju lokasi muktamar pada 25 Agustus 2026.
KH. Arief berharap keikutsertaan delegasi Ciamis tidak hanya menjadi bentuk partisipasi organisasi, tetapi juga mampu menyumbangkan gagasan-gagasan konstruktif bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap Muktamar NU ke-35 melahirkan kepemimpinan yang visioner, memperkuat peran ulama sebagai penjaga akidah dan perekat bangsa, serta semakin meneguhkan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengabdi kepada umat,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















