Dejurnal.com, Garut — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut menggelar pengukuhan Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabi Saka), Pimpinan Satuan Karya (Pim Saka), sekaligus pengukuhan petugas upacara bendera dalam rangkaian persiapan peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Senin (24/8/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Drs. H. Nurdin Yana, M.H., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Asep Mulyana, S.IP.,M.Si., Ketua Kwarcab Garut Drs. Ade Hendarsyah, M.M dan jajaran anggota Kwarcab Garut, serta anggota Gerakan Pramuka dari berbagai Kwartir Ranting.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Drs. Ade Hendarsyah, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan dua agenda besar yang sengaja dirangkaikan dalam satu kegiatan.
Menurut Ade, agenda pertama berkaitan dengan pengukuhan struktur Satuan Karya Pramuka atau Saka yang menjadi salah satu organisasi pendukung Kwartir Cabang. Saka memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega, khususnya mereka yang berusia sekitar 16 hingga 25 tahun dan mempunyai ketertarikan pada bidang keterampilan tertentu.
“Jadi hari ini ada dua acara yang disatukan atau dirangkaikan dalam satu rangkaian. Yang pertama adalah pelantikan dan pengukuhan Satuan Karya. Satuan Karya ini merupakan organisasi pendukung Kwartir Cabang yang memiliki tugas membina anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega usia 16 sampai 25 tahun,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, keberadaan Saka di Kabupaten Garut cukup beragam dan masing-masing mempunyai bidang pembinaan sesuai dengan sektor atau instansi yang menjadi mitranya.
Salah satunya adalah Saka Bhayangkara yang berada dalam pembinaan Kepolisian. Anggota Saka Bhayangkara dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan kepolisian, termasuk membantu pengaturan lalu lintas pada momentum tertentu, seperti saat perayaan hari besar keagamaan maupun kegiatan masyarakat yang membutuhkan dukungan pengamanan dan ketertiban.
Selain Saka Bhayangkara, terdapat pula Saka Kalpataru yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup. Saka tersebut menjadi wadah bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang mempunyai minat terhadap isu lingkungan, konservasi, kebersihan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
Kemudian terdapat Saka Bakti Husada yang berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan. Saka ini secara khusus memberikan ruang bagi anggota Pramuka yang memiliki ketertarikan terhadap bidang kesehatan.
Menurut Ade, keberadaan Saka Bakti Husada tidak hanya memberikan pembinaan keterampilan kepada anggota Pramuka, tetapi juga dapat menjadi mitra bagi Dinas Kesehatan dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran dan kesehatan masyarakat.
“Bakti Husada itu di bawah Dinas Kesehatan yang membina anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki minat di sektor kesehatan. Mereka sekaligus dapat menjadi mitra Dinas Kesehatan dalam membangun kesehatan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Kwarcab Garut juga memiliki Saka Pariwisata yang menjadi wadah pembinaan bagi anggota Pramuka yang mempunyai ketertarikan terhadap dunia pariwisata. Melalui Saka tersebut, para anggota diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan potensi wisata daerah.
Ada pula Saka Wanabakti yang bergerak di bidang kehutanan dan berada dalam pembinaan unsur kehutanan melalui Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Saka Wanabakti diperuntukkan bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang mempunyai minat terhadap kegiatan kehutanan dan pelestarian sumber daya alam.
Di bidang pertanian, Kwarcab Garut juga mengembangkan Saka Taruna Bumi sebagai wadah bagi anggota Pramuka untuk mengenal berbagai kegiatan dan keterampilan di sektor pertanian.
Ade menjelaskan, masing-masing Satuan Karya memiliki struktur pembinaan yang terdiri atas Mabi Saka dan Pimpinan Saka. Mabi Saka secara ex officio berasal dari pimpinan instansi atau organisasi yang menjadi pembina Saka tersebut.
“Untuk Mabi Saka itu secara ex officio dijabat oleh pimpinan instansinya atau OPD-nya. Kalau Saka tersebut berada di bawah pemerintah daerah, biasanya dijabat oleh kepala dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Saka diisi oleh para pembina yang mempunyai kompetensi, pengalaman, serta keterampilan sesuai dengan bidang masing-masing Satuan Karya.
Dengan struktur tersebut, pembinaan anggota Pramuka diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan kepramukaan secara umum, tetapi juga memberikan keterampilan khusus yang dapat menjadi bekal bagi anggota dalam kehidupan bermasyarakat.
52 Anggota Pasbara Lolos Seleksi dari 500 Peserta
Agenda kedua dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan petugas upacara yang akan bertugas pada peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Garut.
Para petugas tersebut tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera yang disebut Pasbara. Sebanyak 52 anggota Pramuka terpilih ditetapkan sebagai bagian dari petugas upacara setelah melalui proses seleksi yang diikuti lebih dari 500 peserta.
Ade mengatakan, proses seleksi dilakukan dengan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut. Seleksi tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, terutama kondisi fisik, kedisiplinan, serta kemampuan baris-berbaris.
“Jumlahnya ada 52 orang dari lebih dari 500 peserta. Seleksinya dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga. Kriterianya tentu banyak, tetapi yang pasti secara fisik mereka harus siap karena akan bertugas. Kemampuan baris-berbaris menjadi salah satu syarat utama,” ungkapnya.
Menariknya, komposisi Pasbara tidak hanya berasal dari satu golongan Pramuka. Para anggota yang terpilih berasal dari berbagai golongan, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.
Keterlibatan berbagai golongan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Pramuka menjadi momentum bersama bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Garut.
Selain bertugas dalam pengibaran dan penurunan bendera, para petugas juga memiliki tanggung jawab dalam sejumlah bagian penting dalam upacara. Di antaranya petugas pengucap Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Tri Satya, dan Dasa Darma.
Ade menegaskan bahwa istilah yang digunakan adalah “mengucapkan”, bukan sekadar membaca. Karena itu, beberapa bagian upacara tersebut harus disampaikan tanpa menggunakan teks.
“Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu diucapkan, bukan dibaca, dan tanpa teks. Begitu juga Pancasila, Tri Satya dan Dasa Darma,” katanya.
Latihan Dipusatkan Selama Tiga Hari
Setelah dikukuhkan, sebanyak 52 anggota Pasbara langsung memasuki tahapan pemusatan latihan. Mereka akan menjalani latihan secara terpusat mulai Senin hingga Rabu, 24-26 Agustus 2026.
Pemusatan latihan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anggota memiliki kesiapan fisik, mental, disiplin, kekompakan, serta kemampuan teknis yang diperlukan ketika menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara.
Para peserta juga berasal dari sejumlah perwakilan Kwartir Ranting di Kabupaten Garut. Dengan demikian, mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi Gerakan Pramuka dari wilayah masing-masing.
Ade mengatakan, selama proses pemusatan latihan, para peserta akan mendapatkan pembinaan secara intensif hingga benar-benar siap menjalankan tugas.
“Kita pusatkan latihannya mulai hari ini sampai mereka melaksanakan tugas. Mereka kita karantina dan pusatkan latihannya supaya kita bisa menjaga anak-anak kita sehingga mereka dapat bertugas secara optimal pada saat pengibaran maupun penurunan bendera,” ujarnya.
Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Garut sendiri dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Lapangan Otto Iskandardinata Garut.
Ade berharap seluruh rangkaian persiapan tersebut dapat menghasilkan pelaksanaan upacara yang tertib, khidmat, dan berjalan sesuai dengan ketentuan.
Ia juga menilai keterlibatan generasi muda dalam berbagai Satuan Karya dan kegiatan upacara merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka tidak hanya belajar mengenai kedisiplinan dan kepemimpinan, tetapi juga mendapatkan pengalaman bekerja sama dengan berbagai instansi dan unsur masyarakat.
Dengan pengukuhan Mabi Saka, Pimpinan Saka, serta 52 anggota Pasbara tersebut, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.
Momentum Hari Pramuka ke-65 pun diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan keterampilan anggota Pramuka, sekaligus memperluas kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Garut.***Willy


















