CIAMIS, deJurnal,- Peran pelatih biasanya berada di belakang garis pertandingan, mengatur strategi dan memberi semangat kepada atlet. Namun, Nasirin memilih turun langsung ke arena.
Pelatih Ciamis Archery Schooling Club (CASC) itu justru berhasil membawa pulang medali emas dari Kejuaraan Nasional Federasi Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) 2026.
Nasirin keluar sebagai Juara Umum I kategori Jemparingan Dewasa Putra pada Kejurnas Fespati 2026 yang berlangsung di Villa Bukit Tidar, Kota Malang, Jawa Timur, 22–24 Agustus 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi CASC Ciamis. Nasirin tidak hanya mendampingi atlet binaannya, tetapi ikut menguji kemampuan di tengah persaingan pemanah dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatih CASC Turun Langsung ke Arena
Nasirin mengatakan persaingan di Kejurnas Fespati 2026 berlangsung ketat. Peserta datang dari sejumlah provinsi, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Bali, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Papua Tengah, Kalimantan Selatan, Banten, Lampung hingga Kepulauan Riau.
Bagi Nasirin, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus menguji hasil latihan yang selama ini diterapkan di CASC.
“Pertarungan yang sengit dan melelahkan, namun metode dan program latihan kami ternyata berhasil bersaing dengan berbagai provinsi,” ujar Nasirin.
Ia menilai pengalaman bertanding di tingkat nasional penting, baik bagi atlet maupun pelatih. Selain mengasah kemampuan teknis, pertandingan seperti ini juga menjadi ruang untuk menguji mental dan konsistensi.
Raih Emas Kategori Jemparingan Dewasa Putra
Setelah melewati persaingan di arena, Nasirin berhasil menduduki posisi teratas dan meraih Juara Umum I atau medali emas kategori Jemparingan Dewasa Putra.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa pelatih yang selama ini membina atlet di daerah juga mampu bersaing ketika turun langsung sebagai peserta.
Bagi atlet-atlet CASC, capaian sang coach juga menjadi motivasi tersendiri. Nasirin dapat memberikan contoh bahwa kemampuan tidak cukup hanya dibangun melalui latihan, tetapi harus berani diuji dalam pertandingan.
“Yang kami bawa bukan hanya nama CASC, tetapi juga nama Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat. Alhamdulillah, kami bisa membuktikan bahwa atlet dari Ciamis mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
CASC Ciamis Bawa Enam Peserta
Pada Kejurnas Fespati 2026, CASC Ciamis mengirimkan enam peserta sebagai perwakilan Jawa Barat dari Kabupaten Ciamis.
Mereka di antaranya Arisha Zhafira dari MI Negeri 9 Ciamis, Atharariz Rhanu Atthar dari MI Al-Mu’minin, Aisha Zahra dari SMA Negeri 2 Ciamis, M. Ilham Maulana Sidik dari SMA Negeri 2 Ciamis, serta Nasirin sebagai pelatih sekaligus peserta.
Dari keikutsertaan tersebut, tiga nama berhasil mencatatkan prestasi.
Arisha Zhafira meraih Juara Umum III atau medali perunggu pada kategori Horsebow U9 Putri.
Kemudian Aisha Zahra meraih Juara Umum IV atau Harapan I kategori Horsebow U18 Putri.
Sementara Nasirin menjadi peraih prestasi tertinggi dengan Juara Umum I dan medali emas kategori Jemparingan Dewasa Putra.
Berangkat Mandiri, Tetap Mengharumkan Ciamis
Keikutsertaan CASC di Kejurnas Fespati 2026 dilakukan secara mandiri. Meski demikian, keterbatasan dukungan tidak menyurutkan semangat para atlet dan pelatih untuk tampil membawa nama Kabupaten Ciamis.
Nasirin berharap capaian tersebut dapat menjadi perhatian terhadap potensi olahraga panahan di Kabupaten Ciamis yang selama ini terus dikembangkan melalui komunitas dan pembinaan mandiri.
Menurutnya, prestasi yang diraih bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang menunjukkan bahwa atlet dan pegiat olahraga dari daerah mampu bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi.
“Kami berharap pemerintah Kabupaten Ciamis mulai peduli untuk mendukung dan mengapresiasi masyarakatnya, khususnya di olahraga panahan, yang sudah membuktikan keberhasilannya,” tuturnya.
KORMI Ciamis Bangga atas Prestasi Pegiat Panahan
Prestasi Nasirin dan atlet CASC mendapat apresiasi dari Ketua KORMI Kabupaten Ciamis, Nurmuttaqin.
Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat perjuangan para pegiat Fespati, khususnya panahan, yang mampu membawa nama Ciamis hingga ke tingkat nasional.
“Sebagai Ketua KORMI Kabupaten Ciamis, saya merasa bangga dan terharu atas prestasi para pegiat Fespati, khususnya panahan, yang telah mengharumkan nama Ciamis di kejuaraan tingkat nasional,” ujar Nurmuttaqin.
Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat para pegiat cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian di Malang diharapkan menjadi tambahan motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi.
“Mudah-mudahan terus semangat berlatih dan bisa terus membanggakan Kabupaten Ciamis di ajang selanjutnya,” katanya.
Turunnya Nasirin sebagai atlet sekaligus pelatih memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana menghadapi tekanan pertandingan.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki program latihan dan mempersiapkan atlet CASC menghadapi kompetisi berikutnya.
Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa dari tempat latihan di daerah, lahir pegiat dan atlet yang mampu berdiri di podium nasional. (Nay Sunarti)














