MALANG, deJurnal,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet-atlet muda Ciamis Archery Schooling Club (CASC) pada Kejuaraan Nasional Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Kejurnas FESPATI) 2026 di Villa Bukit Tidar, Kota Malang, Jawa Timur.
Dari enam anggota CASC yang berangkat, lima atlet muda turun bertanding di sejumlah kategori panahan tradisional. Satu lainnya, Nasirin, tampil sebagai coach sekaligus ikut berlomba dan berhasil meraih juara pertama kategori Jemparingan.
Kejurnas FESPATI 2026 berlangsung pada 22–24 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 1.300 atlet dari 16 provinsi di Indonesia. Ajang tersebut mengusung tema “Melestarikan Budaya, Membidik Prestasi Nusantara” dengan berbagai kategori, di antaranya Horsebow kelompok usia U9, U12, U15, U18 putra dan putri, serta Jemparingan.
Bagi CASC, keikutsertaan dalam kejuaraan nasional ini bukan sekadar mengejar podium. Para atlet juga mendapatkan pengalaman bertanding dengan pemanah tradisional dari berbagai daerah sekaligus mengukur kemampuan setelah menjalani latihan di Ciamis.
Kakak Beradik Kembali Bawa Medali
Salah satu cerita menarik datang dari kakak beradik, Aisha Zahra dan Arisha Zhafira. Keduanya sama-sama turun membela CASC dan berhasil membawa pulang prestasi dari arena Kejurnas FESPATI 2026.

Aisha Zahra yang merupakan siswi SMA Negeri 2 Ciamis berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori U18 putri. Ia juga menempati peringkat keenam Jemparingan Pelajar Putri.
Sementara sang adik, Arisha Zhafira, siswi MI Negeri 9 Ciamis, tampil di kelompok U9 putri dan berhasil menyabet Juara 3.
Pencapaian tersebut menambah catatan prestasi keduanya sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan panahan sejak usia dini dapat menjadi jalan untuk melahirkan atlet berprestasi.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Aisha dan Arisha bisa kembali membawa medali. Yang paling penting bagi kami bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana anak-anak berani bertanding, menjaga disiplin dan belajar dari setiap pertandingan,” kata Aep, orang tua Aisha dan Arisha.
Menurut Aep, keberangkatan anak-anaknya ke Malang juga tidak terlepas dari dukungan sekolah. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan dispensasi sehingga Aisha dan Arisha dapat mengikuti kejuaraan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memberikan dispensasi. Terima kasih kepada kepala sekolah dan ibu guru wali kelas Aisha di SMAN 2 Ciamis, serta pihak MI Negeri 9 Ciamis yang juga memberikan dukungan untuk Arisha. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi anak-anak,” ujarnya.
Lima Atlet CASC Turun Bertanding
Selain Aisha dan Arisha, tiga atlet CASC lainnya juga ambil bagian dalam Kejurnas FESPATI 2026.
Athafariz Rhanu A.M, siswa MI Al-Mu’minin Ciamis, tampil pada kategori U9 putra.
Kemudian Haykal Ahmad Abqori dari MI Handapherang turun di kategori U9 5 meter putra dan U12 10 meter putra. Pada kategori U9 5 meter putra, Haykal berhasil menempati peringkat kesembilan.
Sementara Muhammad Ilham Maulana Sidik, siswa SMA Negeri 2 Ciamis, bertanding di kategori U18 putra.
Kelima atlet tersebut menjadi bagian dari kontingen CASC yang membawa nama Ciamis dalam kejuaraan nasional panahan tradisional yang mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Coach Nasirin Ikut Bertanding dan Raih Juara
Kehadiran CASC di Malang juga semakin lengkap dengan keterlibatan Nasirin sebagai coach. Tidak hanya mendampingi para atlet, Nasirin turut turun ke arena dan berhasil meraih Juara 1 kategori Jemparingan.

Prestasi tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para atlet muda CASC. Pengalaman Nasirin dalam bertanding sekaligus mendampingi atlet dinilai penting untuk memberikan arahan langsung kepada anak-anak selama mengikuti kompetisi.
Nasirin mengatakan, hasil yang diraih para atlet patut disyukuri. Namun, ia berharap capaian tersebut tidak membuat para atlet cepat puas.
“Anak-anak sudah berusaha maksimal. Ada yang mendapat juara, ada yang masuk peringkat, dan ada juga yang masih harus banyak belajar. Semua itu bagian dari proses. Yang penting mereka mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat nasional,” kata Nasirin.
Ia menambahkan, kejuaraan seperti FESPATI menjadi kesempatan bagi atlet CASC untuk melihat kemampuan mereka jika berhadapan dengan pemanah dari berbagai daerah.
“Dari pertandingan ini kami bisa melihat apa yang masih kurang. Ke depan tentu latihan harus lebih disiplin dan terarah. Mudah-mudahan prestasi mereka terus berkembang,” ujarnya.
Bawa Pengalaman Nasional ke Ciamis
Keikutsertaan CASC dalam Kejurnas FESPATI 2026 menjadi bagian dari proses pembinaan atlet panahan tradisional di Kabupaten Ciamis.
Tidak hanya medali yang dibawa pulang, pengalaman bertanding di level nasional menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi Aisha dan Arisha, capaian di Malang juga menjadi bukti bahwa kerja keras di arena latihan dapat berbuah prestasi ketika kesempatan bertanding datang.
Dukungan keluarga, sekolah, pelatih, serta lingkungan pembinaan menjadi bagian penting dalam perjalanan kedua kakak beradik tersebut.
CASC pun berharap prestasi di Kejurnas FESPATI 2026 dapat menjadi pemacu semangat bagi atlet-atlet muda lainnya di Ciamis untuk terus berlatih dan berani membawa nama daerah pada kejuaraan tingkat regional maupun nasional. (Nay Sunarti)












