CIAMIS, deJurnal,- Pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga disampaikan dengan cara yang berbeda oleh TP PKK Kabupaten Ciamis dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026.
Melalui penampilan kabaret bertajuk “Ketupat Cinta”, Pokja 1 dan Pokja 4 TP PKK Kabupaten Ciamis mengemas sejumlah persoalan yang masih ditemui di lingkungan masyarakat menjadi pertunjukan yang ringan, menghibur sekaligus sarat pesan.
Di atas panggung, persoalan sampah, genangan air hingga pentingnya membawa anak ke Posyandu dikaitkan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pesan tersebut disampaikan agar edukasi mengenai kesehatan keluarga tidak hanya berhenti dalam bentuk imbauan, tetapi mudah dipahami masyarakat.
Salah satu gambaran yang diangkat dalam kabaret tersebut adalah kebiasaan menumpuk barang bekas dan membiarkan air menggenang di dalam wadah seperti ember. Kondisi semacam itu dinilai dapat menjadi lingkungan yang tidak sehat dan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Melalui cerita “Ketupat Cinta”, PKK ingin menyampaikan bahwa menjaga kebersihan tidak harus menunggu program besar. Hal-hal sederhana di lingkungan rumah justru menjadi bagian penting dalam membangun perilaku hidup sehat.
Pemungut Barang Bekas Tetap Bisa Hidup Sehat
Pesan lain yang disampaikan Pokja 1 adalah mengenai pekerjaan sebagai pemungut barang bekas.
Profesi tersebut tidak dipandang sebagai sesuatu yang salah. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan diri maupun lingkungan.
Pesan itu menjadi penting karena aktivitas mengumpulkan barang bekas bersentuhan langsung dengan berbagai jenis benda dan lingkungan yang berpotensi kotor.
Karena itu, masyarakat yang bekerja sebagai pemungut barang bekas tetap didorong menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari menjaga kebersihan diri, menggunakan perlindungan yang diperlukan hingga memastikan barang yang dikumpulkan tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Jangan Abaikan Posyandu
Kabaret tersebut kemudian membawa pesan pada persoalan tumbuh kembang anak.
Orang tua diingatkan agar tidak terlalu lama melewatkan pemeriksaan anak di Posyandu. Pemantauan secara rutin diperlukan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini.
Ketika anak jarang dibawa ke Posyandu, persoalan pertumbuhan yang seharusnya dapat diketahui lebih awal berisiko terlambat ditangani.
Pesan mengenai stunting pun disisipkan dalam pertunjukan. PKK mengingatkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan, tetapi harus dimulai sejak keluarga memahami pentingnya kesehatan, gizi dan pola asuh.
Melalui pendekatan tersebut, PKK ingin membangun kesadaran bahwa keluarga mempunyai peran besar dalam menyiapkan generasi yang sehat.
Pokja 4 Tekankan Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi
Sementara itu, Pokja 4 TP PKK Kabupaten Ciamis menitikberatkan perannya pada aspek kesehatan masyarakat.
Selain edukasi, Pokja 4 turut mendorong kegiatan pemeriksaan kesehatan serta pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan kandungan protein sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama PKK untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan keluarga.
Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih dini, sementara pemenuhan asupan bergizi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Pesan yang dibawa Pokja 4 sederhana: persoalan kesehatan akan lebih mudah ditangani apabila diketahui lebih awal dan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat.
Edukasi Kesehatan Dikemas Lewat Pertunjukan
Penampilan Pokja 1 dan Pokja 4 melalui “Ketupat Cinta” menjadi salah satu cara TP PKK Kabupaten Ciamis menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat.
Persoalan yang selama ini sering dijumpai di lingkungan keluarga diangkat ke atas panggung, mulai dari kebersihan rumah, sampah dan genangan air hingga kebiasaan membawa anak ke Posyandu.
Dengan cara tersebut, pesan mengenai PHBS, kesehatan keluarga, pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi diharapkan lebih mudah diterima.
Gerakan PKK pun tidak hanya berbicara mengenai kegiatan organisasi, tetapi hadir melalui edukasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, pesan yang ingin dibangun melalui penampilan tersebut adalah pentingnya kepedulian bersama.
Lingkungan yang bersih, keluarga yang sehat, pemantauan tumbuh kembang anak dan pemenuhan gizi merupakan bagian yang saling berkaitan dalam menyiapkan generasi masa depan.
Dari keluarga yang sehat, PKK Ciamis ingin ikut membangun generasi gemilang. (Nay Sunarti)
















