CIAMIS, deJurnal,- Rugby Kabupaten Ciamis memasuki babak baru setelah Yogi Permadi resmi terpilih sebagai Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Rugby Ciamis periode 2026-2030.
Yogi yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PDI Perjuangan terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Rugby Ciamis yang digelar di Wafe Cafe, Kabupaten Ciamis, Selasa (1/9/2026).
Terpilihnya Yogi membawa harapan baru bagi perkembangan rugby di Kabupaten Ciamis. Tak hanya mempertahankan prestasi yang sudah diraih, kepengurusan baru juga ditargetkan mampu memperluas pembinaan hingga ke sekolah dan kecamatan.
Salah satu target yang ingin dipertahankan adalah prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Rugby Ciamis sebelumnya mampu menyumbangkan medali emas dan perak pada ajang tersebut.
Yogi mengatakan prestasi itu menjadi modal sekaligus tantangan bagi kepengurusan baru untuk membawa rugby Ciamis tetap kompetitif.
“Dukungan ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan prestasi rugby Ciamis. Sebelumnya kita telah berhasil menyumbangkan medali emas dan perak di ajang Porprov,” ujar Yogi.
Rugby Masuk Sekolah Jadi Prioritas
Yogi menyadari rugby belum menjadi olahraga yang populer di tengah masyarakat Ciamis. Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkenalkan rugby lebih luas, terutama kepada kalangan pelajar.
Menurutnya, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk mengenalkan rugby sekaligus menemukan calon atlet sejak usia muda.
“Kami akan mempopulerkan rugby dengan menyasar sekolah-sekolah di Ciamis,” katanya.
Pengenalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Dari lingkungan sekolah, pembinaan akan diarahkan untuk menemukan siswa yang memiliki minat dan potensi untuk dikembangkan menjadi atlet rugby.
Dengan cara tersebut, regenerasi atlet diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan tidak hanya bergantung pada pemain yang sudah ada.
Target Satu Pelatih di Setiap Kecamatan
Selain memperluas pengenalan rugby, Yogi juga menaruh perhatian pada pemerataan sumber daya manusia.
Ia menargetkan minimal terdapat satu pelatih rugby di setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Target tersebut dinilai penting karena pembinaan atlet tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan pelatih yang memiliki kemampuan dan pemahaman terhadap olahraga rugby.
“Kita ingin ada minimal satu pelatih di setiap kecamatan. Dengan begitu pembinaan bisa lebih merata dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu,” ujarnya.
Keberadaan pelatih di setiap kecamatan juga diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba olahraga rugby.
Pembinaan Klub dan Atlet Diperkuat
Fokus berikutnya adalah memperkuat pembinaan klub dan atlet. Setelah pengenalan rugby diperluas, potensi atlet yang muncul akan diarahkan ke proses pembinaan secara berjenjang.
Yogi menilai keberadaan klub menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan. Klub diharapkan tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk mental bertanding dan meningkatkan kemampuan atlet.
Pembinaan tersebut nantinya diarahkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.
Dengan tiga fokus tersebut, Yogi ingin Rugby Ciamis memiliki fondasi yang lebih kuat. Mulai dari memperkenalkan rugby kepada pelajar, menyiapkan pelatih hingga ke tingkat kecamatan, sampai memperkuat pembinaan atlet dan klub.
Pengprov Rugby Jabar Beri Dukungan
Terpilihnya Yogi sebagai Ketua Rugby Ciamis juga mendapat sambutan dari Pengurus Provinsi Rugby Jawa Barat.
Ketua Pengprov Rugby Jawa Barat, Aceng, mengatakan hasil Musorkablub telah menetapkan Yogi Permadi sebagai ketua terpilih melalui proses yang sesuai dengan aturan organisasi.
“Hasil sidang pleno menyepakati penetapan Yogi Permadi sebagai ketua terpilih. Keputusan ini sudah sesuai dengan aturan dan amanat organisasi,” ujar Aceng.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memberikan energi baru bagi perkembangan rugby di Kabupaten Ciamis, termasuk meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet.
Yogi pun menyadari target mempertahankan prestasi tidak bisa dicapai seorang diri. Karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis, serta para penasihat organisasi yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan rugby.
Apresiasi juga disampaikan kepada tokoh penggerak olahraga lokal, M Ijudin dan Sopwan Ismail, yang dinilai turut memberikan dukungan bagi perjalanan Rugby Ciamis.
Bagi Yogi, target mempertahankan emas Porprov harus berjalan beriringan dengan pekerjaan membangun fondasi pembinaan dari bawah.
Jika pembinaan di sekolah berjalan, pelatih tersedia di setiap kecamatan dan klub semakin aktif, ia optimistis akan semakin banyak atlet potensial yang lahir dari Kabupaten Ciamis.
Kepengurusan Rugby Ciamis periode 2026-2030 pun tidak hanya membawa misi mempertahankan medali, tetapi juga memperluas basis olahraga rugby agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Target akhirnya jelas, prestasi tetap terjaga, sementara regenerasi atlet terus berjalan. Dengan begitu, emas Porprov bukan sekadar capaian yang ingin dikenang, tetapi menjadi target yang kembali diperjuangkan. (Nay Sunarti)


















