Dejurnal.com,Bandung – Dalang muda Khanha Ade Kosasih Sunarya Giri Harja Dua Putu bakal menggelar wayang golek di sejumlah daerah Jawa Barat dan Banten selama September 2026.
Rangkaian pagelaran tersebut tersebar di delapan lokasi, meliputi Kabupaten Subang, Bandung Barat, Lebak, Kota Bandung, Purwakarta, Kabupaten Bandung, hingga Karawang.
Pagelaran pertama dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, di Gedung Desa Cimanglid RT 20/02, Desa Cimanglid, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.
Selanjutnya, pada Minggu, 13 September 2026, pagelaran berlangsung di Kampung Karyawangi RT 03/07, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Agenda berlanjut pada Kamis, 17 September 2026, di Lapang Merdeka, Kampung Gempol 1 Wetan RT 02/06, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Sehari kemudian, Jumat, 18 September 2026, Khanha dijadwalkan menggelar pagelaran di Kampung Nagrak RT 02/07, Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Sementara pada Sabtu, 19 September 2026, kegiatan digelar di Kampung Mengger Tengah, Kelurahan Bandung Kidul, Kota Bandung.
Kemudian pada Minggu, 20 September 2026, rangkaian pagelaran dilanjutkan di Kampung Slaganggeung RT 10/04, Desa Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Pada Senin, 21 September 2026, kegiatan berlangsung di Kampung Cipeundeuy RT 01/06, Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Rangkaian pagelaran sepanjang September tersebut ditutup pada Jumat, 25 September 2026, di Kampung Kiara RT 02/03, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.
Manager Giri Harja 2 Putu, Irwansyah, yang juga merupakan ayah dari dalang muda Khanha, mengatakan kepada Dejurnal com, Rabu (2/9/2026), bahwa rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pertunjukan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kiprah Khanha Ade Kosasih Sunarya bersama Giri Harja Dua Putu Channel dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mendekatkan seni budaya Sunda kepada masyarakat.
Melalui pagelaran wayang golek yang digelar dari satu daerah ke daerah lainnya, seni pedalangan Sunda diharapkan terus mendapatkan ruang di tengah perubahan zaman.
Selain itu, kesenian tradisional tersebut diharapkan dapat terus dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.***Sopandi
















