CIAMIS, deJurnal,- Kabupaten Ciamis kembali mendapat kepercayaan menjadi tempat pembelajaran bagi para pejabat pemerintahan.
Kali ini, Ciamis dipilih sebagai salah satu lokus visitasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Sebanyak 60 peserta bersama empat pembimbing mengikuti rangkaian visitasi di Kabupaten Ciamis, Selasa (8/9/2026).
Mereka datang untuk melihat secara langsung praktik kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan, hingga pengelolaan lingkungan yang diterapkan di daerah.
Rombongan peserta PKN diterima Pemerintah Kabupaten Ciamis di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi hadir menyambut peserta bersama jajaran pemerintah daerah.
Pemilihan Ciamis sebagai lokus visitasi tidak terlepas dari pengalaman dan capaian daerah dalam pengelolaan lingkungan.
Terlebih, tema yang diangkat dalam pelatihan tersebut berkaitan langsung dengan tantangan pemerintahan dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Tema PKN II tahun ini yakni “Peran Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif dalam Penguatan Tata Kelola Mitigasi Kerusakan Lingkungan.”
Melalui kegiatan visitasi, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis.
Mereka diajak melihat bagaimana kebijakan dan program pemerintah diterapkan di lapangan, termasuk bagaimana perangkat daerah membangun koordinasi, menciptakan inovasi dan melibatkan berbagai pihak dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ciamis Buka Ruang Berbagi Pengalaman
Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi mengapresiasi kepercayaan BPSDM Provinsi Jawa Barat yang memilih Kabupaten Ciamis sebagai salah satu lokus visitasi PKN Tingkat II.
Menurut Andang, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk berbagi pengalaman dengan para peserta yang datang dari berbagai latar belakang pemerintahan.
Namun, ia menekankan bahwa proses pembelajaran dalam visitasi tersebut diharapkan berlangsung dua arah.
“Dengan kunjungan visitasi kepemimpinan nasional ini, kami berharap dapat menjadi ruang pembelajaran dua arah. Bukan hanya peserta yang belajar dari Ciamis, tetapi kami juga berharap Pemerintah Ciamis dapat memperoleh wawasan, masukan dan gagasan baru dari para peserta,” ujar Andang.
Ia menilai pertukaran pengalaman menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang mampu mengikuti perubahan.
Setiap daerah memiliki tantangan dan cara penyelesaian yang berbeda, sehingga pertemuan antarpemerintah dapat menjadi ruang untuk saling memperkaya perspektif.
Andang juga meminta perangkat daerah yang menjadi lokus visitasi memberikan informasi dan pengalaman secara terbuka, objektif serta konstruktif.
Menurutnya, peserta perlu mendapatkan gambaran yang utuh mengenai proses kerja pemerintah daerah, bukan hanya capaian yang sudah diraih.
Kepemimpinan Harus Mampu Beradaptasi
Andang mengatakan perubahan zaman membuat pemerintah membutuhkan pola kepemimpinan yang lebih adaptif. Persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan sektoral.
Dalam konteks pengelolaan lingkungan, misalnya, pemerintah membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah, dukungan masyarakat, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, kepemimpinan adaptif dan kolaboratif menjadi penting agar setiap kebijakan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi mampu diterapkan dan memberikan dampak nyata.
“Semoga silaturahmi dan kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan pemerintahan yang semakin adaptif, kolaboratif, inovatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan,” katanya.
Pemilihan Ciamis sebagai lokus juga menjadi bagian dari perjalanan daerah dalam membangun tata kelola lingkungan. Kabupaten Ciamis sebelumnya meraih predikat sebagai kota kecil terbersih di tingkat ASEAN pada 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu pengalaman yang dapat dipelajari peserta, terutama dalam melihat hubungan antara kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, inovasi dan keberlanjutan lingkungan.
Peserta Kunjungi Empat Perangkat Daerah
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat Dr. Ika Mardiah, M.Si. menjelaskan, visitasi merupakan bagian dari proses pembelajaran PKN Tingkat II.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengaktualisasikan kepemimpinan strategis sesuai tema pelatihan.
Pembelajaran dilakukan dengan melihat langsung praktik yang berjalan di daerah.
Sebanyak 60 peserta dan empat pembimbing mengikuti rangkaian kegiatan tersebut di Kabupaten Ciamis.
Dalam pelaksanaannya, peserta melakukan kunjungan ke empat perangkat daerah yang telah ditetapkan sebagai lokus visitasi.
Keempatnya yakni BKPSDM Kabupaten Ciamis, DPUTR Kabupaten Ciamis, DPMPTSP Kabupaten Ciamis, dan DPRKPLH Kabupaten Ciamis.
Masing-masing perangkat daerah memiliki karakteristik tugas yang berbeda. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat berbagai sisi penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari pengelolaan sumber daya aparatur, pembangunan infrastruktur, pelayanan perizinan hingga pengelolaan lingkungan.
Kegiatan visitasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta PKN, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Dengan demikian, pengalaman Ciamis dalam menjalankan pemerintahan dan mengelola lingkungan dapat menjadi bahan pembelajaran, sementara berbagai perspektif yang dibawa peserta dapat menjadi masukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)

















