CIAMIS, deJurnal,- Memasuki usia ke-49, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Ciamis diharapkan tidak berhenti pada capaian usia organisasi, tetapi terus memperkuat perannya dalam membina generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Anwar Solahudin, dalam rangkaian peringatan Milad ke-49 BKPRMI Kabupaten Ciamis.
Peringatan milad berlangsung di Hall Center BKPRMI Ciamis, Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Berbeda dari perayaan yang hanya berisi seremoni, Milad ke-49 BKPRMI Ciamis diisi dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan pengurus, ustaz, ustazah serta anggota BKPRMI dari berbagai wilayah.
Rangkaian kegiatan tersebut di antaranya turnamen bola voli putra dan putri serta tenis meja. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar BKPRMI.
Bupati Apresiasi Konsistensi BKPRMI Membina Generasi Muda
Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Anwar Solahudin, Bupati Herdiat menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-49 BKPRMI Kabupaten Ciamis.
Menurut bupati, perjalanan selama hampir setengah abad menunjukkan bahwa BKPRMI telah memiliki peran panjang dalam membina pemuda dan remaja, khususnya melalui lingkungan masjid.
BKPRMI dinilai konsisten mendorong lahirnya generasi yang memiliki pemahaman keagamaan, berakhlak mulia dan memiliki kecintaan terhadap masjid.
Peran tersebut, menurut Bupati Herdiat, menjadi penting di tengah perubahan zaman yang membuat generasi muda menghadapi tantangan yang semakin beragam.
Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan masjid diharapkan tetap mampu menjadi ruang pembinaan yang positif bagi anak-anak dan generasi muda.
Tidak Hanya Cerdas Spiritual, Pemuda Juga Harus Sehat
Bupati Herdiat juga memberikan perhatian terhadap kegiatan olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-49 BKPRMI.
Menurutnya, pembinaan pemuda tidak cukup hanya diarahkan pada kecerdasan spiritual dan intelektual. Kesehatan fisik dan jasmani juga perlu mendapatkan perhatian.
“Pemuda dan remaja masjid di Kabupaten Ciamis tidak hanya memiliki kecerdasan spiritual dan intelektual, tapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan jasmani,” kata Bupati Herdiat dalam sambutan yang dibacakan Anwar.
Karena itu, kegiatan olahraga seperti bola voli dan tenis meja dinilai memiliki manfaat lebih luas. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antar anggota organisasi.
Olahraga juga membuat ruang pembinaan pemuda menjadi lebih terbuka. Para pengurus, ustadz, ustadzah dan anggota BKPRMI dapat bertemu dalam suasana yang lebih santai tanpa meninggalkan nilai kebersamaan.
Milad Jadi Momentum Memperkuat Silaturahmi
Sementara itu Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Ciamis, Dr. H. Munawar Hadiatin, mengatakan rangkaian kegiatan olahraga memang dirancang tidak hanya sebagai pertandingan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi antar-pengurus dan keluarga besar BKPRMI.
Antusiasme peserta, kata Munawar, cukup tinggi. Bahkan peserta tetap datang dan mengikuti kegiatan meskipun panitia tidak menyediakan konsumsi secara khusus.
Bagi Munawar, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hubungan dan rasa kebersamaan di antara anggota BKPRMI masih terjaga.
“Ini berdarah-darah, penuh dengan perjuangan,” kata Munawar saat mengingat kembali perjalanan panjang BKPRMI.
49 Tahun Perjalanan dan Perjuangan
Munawar mengatakan usia 49 tahun tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang para pendahulu BKPRMI.
Ia menyebut, pada masa awal organisasi, perjuangan mempertahankan eksistensi BKPRMI tidak selalu berjalan mudah. Sejumlah pengurus bahkan pernah menghadapi tekanan dan persoalan dengan aparat hingga menjalani hukuman penjara.
Karena itu, usia 49 tahun menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan tersebut sekaligus memastikan semangatnya tetap diteruskan oleh generasi sekarang.
Munawar menilai organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar pembinaannya.
Ia juga menegaskan BKPRMI tidak membawa corak Islam yang eksklusif. Nilai keislaman ditempatkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan Pancasila sebagai pijakan bersama.
“Islamnya adalah Islam yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Pendidikan Al-Qur’an Tetap Jadi Fokus
Di tengah berbagai kegiatan organisasi, pembinaan pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi salah satu fokus BKPRMI Kabupaten Ciamis.
Pembinaan dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan di bawah BKPRMI, seperti taman kanak-kanak, taman pendidikan Al-Qur’an hingga taman qiraat Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kedekatan mereka dengan masjid.
Bagi BKPRMI, pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Regenerasi Disiapkan di 27 Kecamatan
Selain memperingati perjalanan organisasi, Milad ke-49 juga menjadi momentum untuk menyiapkan keberlanjutan kepengurusan BKPRMI Ciamis.
Munawar mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI di 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis untuk periode 2026-2029.
Regenerasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan roda organisasi terus berjalan hingga tingkat kecamatan.
Bagi BKPRMI, pergantian kepengurusan bukan sekadar perubahan struktur, tetapi juga bagian dari proses menyiapkan kader yang akan meneruskan pembinaan pemuda dan remaja masjid.
Memasuki usia ke-49, BKPRMI Ciamis kini berada di ambang setengah abad perjalanan organisasi.
Pesan Bupati Herdiat yang disampaikan melalui Kabag Kesra menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang tersebut harus diikuti dengan penguatan peran nyata di tengah masyarakat.
Pembinaan generasi, penguatan kehidupan masjid, kesehatan jasmani, pendidikan Al-Qur’an dan regenerasi organisasi menjadi pekerjaan yang harus terus berjalan.
Sebab, ketika usia organisasi semakin matang, tantangannya bukan hanya bagaimana bertahan, tetapi bagaimana memastikan BKPRMI tetap menjadi ruang yang relevan bagi generasi muda untuk tumbuh, belajar dan mengambil peran di tengah masyarakat. (Nay Sunarti)















