Dejurnal.com, Garut — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut memasuki babak baru. Persaingan yang sebelumnya mempertemukan dua nama, yakni Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar dan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, kini mengarah pada konsolidasi setelah Aris secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Syakur Amin.
Pernyataan tersebut disampaikan Aris Munandar pada Sabtu (19/9/2026) di Gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Garut Kota.
Langkah Aris itu sekaligus mengubah peta pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut. Setelah dirinya menyatakan tidak melanjutkan pencalonan dan memberikan dukungan kepada Abdusy Syakur Amin, Syakur menjadi satu-satunya nama yang tersisa dalam bursa pencalonan sebagaimana diberitakan media lokal pada hari yang sama.
Keputusan tersebut bukan sekadar perubahan sikap dalam sebuah kontestasi internal. Aris menempatkan kepentingan organisasi dan kebesaran Partai Golkar sebagai pertimbangan utama dalam menentukan langkah politiknya.
Bagi Aris, proses Musda tidak semata-mata harus berujung pada pertarungan antarkader. Ketika terdapat ruang untuk mencapai kesepakatan bersama, mekanisme mufakat dapat menjadi jalan untuk menjaga soliditas dan kondusivitas partai.
Dengan demikian, dinamika yang sebelumnya berpotensi menjadi persaingan terbuka antara dua figur yang sama-sama memiliki posisi strategis di Kabupaten Garut kini bergeser menjadi proses penyatuan kekuatan.
Dari Persaingan Menuju Konsolidasi
Sebelum keputusan tersebut diambil, nama Aris Munandar memang menjadi salah satu figur yang cukup kuat dalam bursa Ketua DPD Golkar Garut.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya mencatat bahwa Aris dan Abdusy Syakur Amin sama-sama berada dalam pusaran kontestasi Musda. Bahkan, pada awal September, pemberitaan mengenai keduanya menggambarkan adanya persaingan dukungan di tingkat internal partai.
Namun, perkembangan politik internal Partai Golkar Garut kemudian bergerak dinamis. Setelah melalui proses komunikasi dan konsolidasi, Aris akhirnya memilih memberikan dukungan kepada Syakur.
Pilihan tersebut membuat kontestasi yang sebelumnya diproyeksikan berlangsung kompetitif berubah menjadi lebih terkonsentrasi pada satu figur.
Dalam konteks organisasi partai, konsolidasi semacam ini dapat menjadi bagian dari proses mencari titik temu di antara kepentingan kader dan struktur partai.
Artinya, keputusan Aris tidak harus dipandang semata-mata sebagai mundurnya seorang kandidat, tetapi juga sebagai pilihan politik internal untuk mengakhiri persaingan dan mengarahkan energi organisasi pada agenda yang lebih besar.
Syakur Amin Kini Menjadi Calon Tunggal
Dengan tidak dilanjutkannya pencalonan Aris, Abdusy Syakur Amin kini menjadi satu-satunya kandidat yang tersisa dalam bursa gmn Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Sebelumnya, Syakur memang telah masuk dalam bursa pencalonan dan menyatakan kesiapan mengikuti proses Musda sesuai mekanisme organisasi. Pada akhir Agustus, Syakur juga menyampaikan bahwa pencalonannya berjalan melalui prosedur formal Partai Golkar.
Perkembangan terbaru tersebut membuat Musda Golkar Garut berpotensi mengarah pada mekanisme aklamasi.
Namun, meskipun hanya terdapat satu kandidat, proses Musda tetap menjadi forum resmi organisasi.
Penetapan Ketua DPD tidak serta-merta hanya bergantung pada keberadaan satu nama, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan organisasi, tahapan persidangan, serta mekanisme yang ditetapkan Partai Golkar.
Dengan kata lain, calon tunggal bukan berarti seluruh tahapan Musda menjadi formalitas tanpa proses. Forum organisasi tetap memiliki fungsi untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan yang berlaku.
SC dan OC Tetap Menjalankan Tahapan Organisasi
Sebelumnya, panitia Musda melalui Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) telah menjalankan tahapan persiapan, termasuk proses pencalonan.
Penyelenggara juga menyatakan bahwa mekanisme Musda harus tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar serta petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis organisasi.
Karena itu, perubahan komposisi kandidat tidak menghapus kewajiban panitia untuk menjalankan tahapan Musda secara tertib.
Justru, dengan mengerucutnya pencalonan, perhatian selanjutnya akan tertuju pada bagaimana forum Musda mengesahkan kepemimpinan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Garut secara organisatoris.
Mufakat dan Masa Depan Golkar Garut
Keputusan Aris Munandar mendukung Abdusy Syakur Amin juga menempatkan dua figur yang sebelumnya berada dalam arena kontestasi pada posisi yang berbeda dalam satu proses konsolidasi.
Aris merupakan Ketua DPRD Kabupaten Garut, sementara Syakur merupakan Bupati Garut. Keduanya sebelumnya sama-sama disebut sebagai kandidat dalam dinamika Musda Golkar Garut 2026.
Karena itu, dukungan Aris terhadap Syakur mempunyai arti penting dalam konteks penyatuan kekuatan internal partai.
Musda pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang menduduki kursi Ketua DPD. Lebih jauh, forum tersebut menjadi momentum untuk menentukan bagaimana struktur Partai Golkar Garut membangun konsolidasi organisasi menghadapi agenda politik dan pemerintahan ke depan.
Bagi kader dan simpatisan, tantangan berikutnya adalah memastikan proses penyatuan tersebut tidak berhenti pada kesepakatan pencalonan semata, tetapi berlanjut pada kerja organisasi yang konkret.
Konsolidasi harus mampu diterjemahkan menjadi penguatan struktur partai, pembinaan kader, komunikasi dengan masyarakat, serta penyusunan agenda politik yang tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Aris: Kepentingan Partai di Atas Kontestasi
Dengan memberikan dukungan kepada Syakur Amin, Aris Munandar menunjukkan bahwa kontestasi internal dapat berakhir melalui jalur kesepakatan.
Keputusan tersebut sekaligus membuka ruang bagi Partai Golkar Garut untuk memasuki fase baru: dari dinamika perebutan kursi kepemimpinan menuju konsolidasi organisasi.
Kini perhatian publik dan kader Golkar tinggal menunggu bagaimana Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Garut akan menjalankan tahapan akhirnya.
Jika seluruh proses berjalan sesuai ketentuan organisasi, forum Musda akan menjadi momentum penetapan kepemimpinan baru sekaligus titik awal konsolidasi Partai Golkar Garut untuk menghadapi dinamika politik daerah dalam beberapa tahun mendatang.
Pada akhirnya, keputusan Aris Munandar untuk mendukung Abdusy Syakur Amin menempatkan mufakat, soliditas, dan kebesaran organisasi sebagai narasi utama dalam babak baru perjalanan Partai Golkar Kabupaten Garut.***Willy

















