Dejurnal.com, CIAMIS. Penyaluran bantuan pangan beras tahap III mulai bergulir di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 8.262 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Camat Sindangkasih Amin Mabruri, S.STP., M.M., memantau pelaksanaan distribusi bantuan yang dilakukan secara bertahap di sembilan desa. Distribusi dari pihak penyalur telah sampai ke titik penyaluran di tingkat desa sebelum kemudian diberikan kepada masyarakat penerima.
Penyaluran telah dimulai di tiga desa pada Rabu (23/9/2026), kemudian dilanjutkan di enam desa lainnya pada Kamis (24/9/2026).
Amin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan tersebut. Menurutnya, distribusi hingga tingkat desa diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menerima bantuan.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan pangan tahap ketiga untuk bulan Juli, Agustus, dan September, khususnya di wilayah Kecamatan Sindangkasih,” ujar Amin.
Ia berharap seluruh bantuan dapat tersalurkan sesuai target yang telah ditetapkan sehingga tidak ada KPM yang terlewat dalam proses distribusi.
“Distribusi dari pihak penyalur seluruhnya sudah sampai di titik distribusi tingkat desa. Kemarin sudah dimulai tiga desa dan sisanya enam desa dimulai hari ini. Mudah-mudahan sesuai target yang disampaikan Bulog, sampai Minggu nanti bisa tersalurkan secara keseluruhan,” katanya.
Kualitas Beras Dipantau
Selain memastikan proses distribusi berjalan, Amin juga memperhatikan kondisi beras yang diterima masyarakat. Berdasarkan pemantauan hingga Kamis, pihak kecamatan belum menerima keluhan warga mengenai kualitas bantuan pangan.
“Alhamdulillah, sampai dengan hari ini saya memantau dan mudah-mudahan tidak ada keluhan. Sejauh ini tidak ada masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait kualitas beras,” ungkapnya.
Amin mengatakan bantuan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah penerima menyampaikan rasa terima kasih karena bantuan pangan dinilai membantu kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Masyarakat penerima juga menyampaikan sangat berterima kasih. Tentunya bantuan ini membantu di saat kondisi saat ini yang belum begitu bagus,” tuturnya.
8.262 KPM, Data Masih Dinamis
Jumlah penerima bantuan pangan tahap III di Sindangkasih mencapai 8.262 KPM. Angka tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kecamatan Sindangkasih yang berada di kisaran 17 ribu jiwa.
Namun, Amin menegaskan data penerima bantuan bukan angka yang bersifat tetap. Dibandingkan penyaluran tahap II, jumlah KPM pada tahap III mengalami perubahan. Di sejumlah desa jumlah penerima meningkat, sementara desa lainnya mengalami penurunan.
“Kalau melihat jumlah penduduk kita yang kurang lebih 17 ribuan, berarti penerima 8.262 ini hampir setengahnya. Tapi data ini sifatnya dinamis. Kalau dibandingkan dengan bantuan tahap kedua, sebetulnya ada penurunan. Hanya saja secara kedalaman di desa ada yang naik dan ada yang turun,” jelasnya.
Menurut Amin, perubahan tersebut berkaitan dengan proses digitalisasi dan pemutakhiran data penerima bantuan. Karena itu, ia menilai akurasi data menjadi hal penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang memenuhi kriteria.
“Yang paling penting bagi kami, datanya betul-betul tepat sasaran. Yang memang membutuhkan, itu yang harus mendapatkan. Kalau sudah graduasi dan dianggap mampu, ya tidak perlu lagi menerima bantuan,” tegasnya.
Dorong Warga Tidak Bergantung Bantuan
Di luar bantuan pangan, pemerintah Kecamatan Sindangkasih juga berupaya mengoptimalkan program lain yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program yang berkaitan dengan pendidikan.
Amin berharap bantuan sosial tidak menjadi tujuan akhir. Menurutnya, kondisi ideal yang ingin dicapai adalah masyarakat semakin mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
“Harapan saya mudah-mudahan masyarakat bisa lebih makmur, dalam arti kata mampu mandiri dan tidak tergantung pada bantuan. Karena bantuan ini sifatnya memang untuk membantu kondisi tertentu,” katanya.
Ia memahami dinamika kondisi ekonomi masyarakat dapat memengaruhi jumlah penerima bantuan. Namun, ketika kondisi keluarga sudah membaik, ia berharap mereka dapat keluar dari daftar penerima dan memberikan ruang bagi warga lain yang lebih membutuhkan.
“Mudah-mudahan ke depan masyarakat bisa lebih mandiri. Kalau memang sudah mampu, tentu tidak lagi tergantung pada bantuan,” pungkas Amin. (Nay Sunarti)



















