Dejurnal.com, CIAMIS – Menjadi generasi muda yang tangguh menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan keberanian. Pengetahuan, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama dan kepedulian terhadap sesama menjadi bekal yang perlu dibangun sejak dini.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Sahabat TAGANA Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang diikuti 59 peserta dari wilayah Eks Kewadanan Rancah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, H. Ihsan Rasyad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan kepada generasi muda pentingnya kepedulian sosial sekaligus kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan Sahabat TAGANA Tahun 2026,” ujar Ihsan dalam sambutannya.
Menurutnya, bencana bisa terjadi kapan dan di mana saja. Karena itu, pengetahuan mengenai kebencanaan tidak seharusnya hanya dimiliki oleh petugas atau relawan, tetapi juga perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Melalui Sahabat TAGANA, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai kebencanaan. Mereka juga diajak membangun sikap peduli, mampu bekerja sama, disiplin dan berani mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Menjadi Sahabat TAGANA bukan berarti harus menjadi pahlawan yang selalu berada di garis terdepan. Cukup dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengetahui cara menyelamatkan diri, membantu teman yang membutuhkan pertolongan, menjaga lingkungan, tidak panik ketika terjadi keadaan darurat dan mau peduli terhadap orang lain,” katanya.
Tiga Hari, dari Materi hingga Praktik Lapangan
Pelatihan Sahabat TAGANA berlangsung selama tiga hari kegiatan inti dengan pola pembelajaran yang memadukan teori dan praktik.
Pada Kamis, peserta mendapatkan pembelajaran materi. Di antaranya kebijakan Dinas Sosial dalam penanggulangan bencana, PSKS, pengenalan TAGANA, kesiapsiagaan dan peringatan dini, PPGD, shelter, hingga pemetaan risiko dan mitigasi bencana.
Memasuki Jumat, peserta mulai diarahkan pada kegiatan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi PBB, praktik shelter, pengelolaan logistik saat bencana, water rescue, PPGD hingga praktik dapur umum.
Pada Sabtu, latihan dilanjutkan dengan vertical rescue dan penguatan materi mitigasi bencana sebelum kegiatan ditutup oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis.
Rangkaian tersebut membuat peserta tidak hanya menerima pengetahuan secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menghadapi situasi yang membutuhkan ketenangan, koordinasi dan keterampilan teknis.
Ihsan menekankan, para peserta merupakan bagian dari generasi muda yang kelak menjadi penerus pembangunan di Tatar Galuh Ciamis. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Jadilah generasi muda yang peduli, tangguh, siap membantu dan siap menjadi bagian dari solusi,” pesannya.
Ia berharap Sahabat TAGANA dapat menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda Ciamis yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga jiwa sosial dan semangat kemanusiaan.
Kepada seluruh peserta, Ihsan juga berpesan agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, tidak ragu bertanya, berlatih dan mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya.
“Semoga Sahabat TAGANA menjadi wadah untuk membentuk generasi muda Ciamis yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki jiwa sosial, kepedulian dan semangat kemanusiaan,” katanya.
Di tengah potensi bencana yang dapat datang tanpa mengenal waktu, kemampuan mengenali risiko, menyelamatkan diri dan membantu orang lain menjadi pengetahuan yang penting.
Dari pelatihan seperti inilah kesiapsiagaan itu mulai dibangun, bukan hanya sebagai keterampilan menghadapi bencana, tetapi juga sebagai bagian dari karakter generasi muda.
Kegiatan Sahabat TAGANA Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)




















