Dejurnal.com, CIAMIS, — Langkah-langkah kecil anak-anak yang mengenakan pakaian ihram terlihat mewarnai kawasan Islamic Center Ciamis, Sabtu (26/9/2026).
Mereka mengikuti rangkaian manasik haji dengan penuh antusias, sembari belajar mengenal ibadah dan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini.
Kegiatan manasik haji anak tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Pecinta Anak Saleh dan Salehah tersebut mendapat apresiasi dari Bunda PAUD Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat.
Menurut Kania, manasik haji tidak semestinya dipandang hanya sebagai simulasi pelaksanaan ibadah.
Bagi anak-anak, kegiatan tersebut merupakan pengalaman belajar yang dapat menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kehidupan.
“Walaupun masih kecil, mudah-mudahan pengalaman hari ini menjadi kenangan indah sekaligus menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujar Kania.
Ia mengatakan, dari setiap tahapan manasik, anak-anak dapat belajar banyak hal. Mereka dilatih mengikuti arahan, tertib dalam kegiatan, bersabar, mandiri serta membangun kebersamaan dan saling membantu dengan teman.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter yang perlu dikenalkan sejak anak masih berada pada usia dini.
“Melalui manasik haji ini, anak-anak tidak hanya belajar tata cara ibadah haji, tetapi juga belajar kedisiplinan, kesabaran, kebersamaan, kemandirian dan saling tolong-menolong,” katanya.
Kania menilai pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik seperti membaca, menulis dan berhitung. Pendidikan juga harus memberikan ruang yang kuat bagi pembentukan akhlak, keimanan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan mengenal nilai kebaikan melalui pengalaman yang konkret dan menyenangkan. Dengan begitu, pendidikan agama tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi perlahan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan bukan hanya tentang menulis dan berhitung, tetapi juga menanamkan akhlak mulia, kecintaan terhadap agama serta membentuk anak-anak yang beriman, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.
Ia menegaskan, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa sekaligus amanah yang harus dijaga bersama. Karena itu, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tugas sekolah.
Orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk melalui kegiatan keagamaan yang edukatif.
Kania juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Pecinta Anak Saleh dan Salehah yang telah menyelenggarakan manasik haji tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak Ciamis.
“Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Kepada para orang tua, Kania berpesan agar pendampingan dilakukan dengan penuh kasih sayang dan keteladanan. Sebab, anak-anak tidak hanya belajar melalui perkataan orang dewasa, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat dan rasakan setiap hari.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Sementara kepada anak-anak peserta manasik, Kania berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan, mendengarkan arahan guru, tidak takut bertanya serta menjaga sikap saling menyayangi dengan teman.
Ia juga mengajak seluruh pihak mendoakan agar pengalaman manasik yang mereka jalani hari itu kelak menjadi bagian dari perjalanan menuju Baitullah.
“Semoga anak-anakku semua nantinya benar-benar dapat berkunjung ke Baitullah bersama ayah dan bundanya. Menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah serta bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara,” ucapnya.
Kegiatan manasik haji anak tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Ciamis. Pemukulan bedug menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian manasik haji yang berlangsung di Islamic Center Ciamis.
Di balik kegiatan yang dikemas dalam suasana ceria tersebut, tersimpan pesan pendidikan yang lebih besar: mengenalkan ibadah sejak dini sekaligus membangun karakter anak melalui pengalaman, keteladanan dan kebersamaan.(Nay Sunarti)


















