• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, September 29, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Menteri Wihaji di Ciamis: Kader TPK Jadi Garda Depan Cegah Stunting

bydejurnalcom
Selasa, 29 September 2026
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS.  Pencegahan stunting membutuhkan kerja yang dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Di titik inilah peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi penting karena para kader berhadapan langsung dengan keluarga dan mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.

Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., saat menghadiri Temu Kader TPK dalam rangka program MBG 3B Kabupaten Ciamis di Gedung K.H. Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan kader TPK dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis.

BacaJuga :

Di Hadapan Menteri Wihaji, Bupati Herdiat Ungkap Persoalan Stunting Ciamis

Dugaan Carut-Marut PKBM di Kabupaten Garut Mencuat: AMPPJ Desak Audit Dana BOSP dan Buka Data ke Publik

Disnaker Ciamis Dukung Gemarikan, 16 Peserta Belajar Olah Ikan Nila

Di hadapan para kader, Wihaji memberikan apresiasi terhadap kerja pendampingan yang dilakukan hingga tingkat keluarga. Menurutnya, kader memiliki posisi strategis karena mereka bukan hanya berhadapan dengan data, tetapi juga melihat secara langsung kondisi keluarga yang didampingi.

“Ini para pahlawan keluarga di Indonesia. Karena ibu-ibu inilah yang mengetahui persis suasana kebatinan rakyat paling bawah,” ujar Wihaji.

Menurut Wihaji, pekerjaan kader TPK tidak sederhana. Pendampingan masyarakat dilakukan dalam berbagai kondisi, mulai dari keterbatasan waktu hingga tantangan ketika harus turun langsung ke lapangan.

Namun, kedekatan dengan masyarakat tersebut menjadi kekuatan dalam mendeteksi persoalan keluarga sekaligus memastikan intervensi pemerintah sampai kepada sasaran.

Cegah Stunting Tak Menunggu Anak Lahir

Wihaji menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan dari hulu. Karena itu, pendampingan tidak boleh baru dimulai ketika anak mengalami persoalan pertumbuhan.

Sasaran pendampingan TPK mencakup calon pengantin, ibu hamil, ibu pascasalin, bayi di bawah dua tahun (baduta), hingga anak balita.

“Harapannya, calon pengantin didampingi sejak awal supaya ketika menikah dan kemudian hamil, kondisi keluarga sudah dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Pendampingan dilakukan melalui verifikasi data, edukasi, pemantauan kesehatan dan gizi, serta pengawalan perkembangan keluarga. Perhatian khusus diberikan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi salah satu fase penting dalam pertumbuhan anak.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat persoalan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Wihaji juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan stunting berkaitan erat dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keluarga menjadi salah satu titik penting yang harus mendapat perhatian dalam program pembangunan.

Di sela kegiatan, Wihaji juga memberikan hadiah kepada sejumlah kader TPK yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukannya. Salah satu hadiah yang diberikan berupa uang tunai Rp1 juta.

Bupati Herdiat Sampaikan Perkembangan MBG

Sementara itu, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi atas kedatangan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ke Kabupaten Ciamis.

Bupati Herdiat memaparkan kondisi Kabupaten Ciamis yang memiliki 27 kecamatan, 258 desa dan tujuh kelurahan.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Ciamis bekerja di sektor pertanian. Selain pertanian, Ciamis juga memiliki sejumlah komoditas unggulan, termasuk beras dan kopi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Herdiat turut menyampaikan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis.

Ia menyebut sebanyak 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, 80 SPPG di antaranya sudah beroperasi.

Bupati Herdiat juga menyinggung persoalan data stunting di Kabupaten Ciamis. Ia mengatakan masih terdapat perbedaan antara angka yang dihasilkan melalui survei dengan data yang dihimpun pemerintah daerah melalui pendataan di tingkat lapangan.

“Data dari posyandu, Insyaallah akurat. Hanya 4,4 persen antara hasil survei dengan data kami. Kami bukan survei, tapi kami sensus,” ujar Herdiat.

Pemkab Ciamis, kata bupati, terus mendorong keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah dalam upaya mempercepat penurunan stunting.

Koordinasi dan pembinaan dilakukan melalui kecamatan agar intervensi terhadap keluarga sasaran dapat dilakukan secara lebih terarah.

Tiga Unsur Bergerak Bersama

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, MM.Kes., mengatakan Temu Kader TPK tersebut diikuti perwakilan kader dari 27 kecamatan.

Ia menjelaskan, TPK terdiri dari tiga unsur, yakni kader kependudukan dan keluarga berencana, kader kesehatan, serta kader pemberdayaan masyarakat.

Ketiganya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pendampingan keluarga. Mulai dari pendataan pasangan usia subur, pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemberian edukasi, hingga mengawal intervensi pemerintah di lapangan.

Pada 2026, kader TPK Ciamis juga berkomitmen mengawal Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan pelaksanaan protokol MBG 3B.

Program MBG 3B menyasar tiga kelompok, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Yoyo mengatakan, kader memiliki tugas penting untuk memastikan asupan gizi yang disalurkan pemerintah benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh kelompok yang menjadi sasaran.

“Memastikan bahwa setiap gram asupan gizi yang disalurkan pemerintah benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang tepat, terdata dengan valid, dan dievaluasi perkembangannya setiap bulan,” katanya.

Temu Kader TPK di Ciamis menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para kader di tingkat masyarakat.

Dengan keterlibatan kader sejak tahap persiapan keluarga hingga pemantauan tumbuh kembang anak, pemerintah berharap upaya pencegahan stunting dan pelaksanaan MBG 3B dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Pada akhirnya, keberadaan kader di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pembangunan keluarga tidak berhenti pada program, tetapi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Di Hadapan Menteri Wihaji, Bupati Herdiat Ungkap Persoalan Stunting Ciamis

Next Post

Disnaker Ciamis Mulai ASLI KEREN, Lindungi Pekerja Rentan Lewat Kepedulian ASN

Related Posts

ASN Ciamis Tak Lagi Sekadar Urus Administrasi, Manajemen Talenta Diperkuat
deNews

ASN Ciamis Tak Lagi Sekadar Urus Administrasi, Manajemen Talenta Diperkuat

Selasa, 29 September 2026
Menteri Wihaji Tegaskan MBG 3B Tak Cukup di Distribusi, TPK Harus Kawal
deNews

Menteri Wihaji Tegaskan MBG 3B Tak Cukup di Distribusi, TPK Harus Kawal

Selasa, 29 September 2026
Disnaker Ciamis Mulai ASLI KEREN, Lindungi Pekerja Rentan Lewat Kepedulian ASN
deNews

Disnaker Ciamis Mulai ASLI KEREN, Lindungi Pekerja Rentan Lewat Kepedulian ASN

Selasa, 29 September 2026
Di Hadapan Menteri Wihaji, Bupati Herdiat Ungkap Persoalan Stunting Ciamis
deNews

Di Hadapan Menteri Wihaji, Bupati Herdiat Ungkap Persoalan Stunting Ciamis

Selasa, 29 September 2026
Dugaan Carut-Marut PKBM di Kabupaten  Garut Mencuat: AMPPJ Desak Audit Dana BOSP dan Buka Data ke Publik
deNews

Dugaan Carut-Marut PKBM di Kabupaten Garut Mencuat: AMPPJ Desak Audit Dana BOSP dan Buka Data ke Publik

Selasa, 29 September 2026
Disnaker Ciamis Dukung Gemarikan, 16 Peserta Belajar Olah Ikan Nila
deNews

Disnaker Ciamis Dukung Gemarikan, 16 Peserta Belajar Olah Ikan Nila

Selasa, 29 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Diskusi Ilmiah di Milad ke-17 SEGI Garut : Peran Guru Dalam Pusaran Kebijakan Kurikulum Merdeka

Rabu, 15 November 2023

Pemdes Rancagoong Cilaku, Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur Serta Penanganan Covid-19

Kamis, 30 April 2020

Kasatpol PP Kabupaten Bandung M. Usman Berharap Pesta Rakyat Berjalan Aman dan Semua Bahagia

Kamis, 24 April 2025

2.564 Orang Kuota Haji Kabupaten Bandung Tahun Ini, Terbanyak di Jabar

Sabtu, 19 April 2025

BK DPRD Ciamis Segera Panggil Pelaku Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Selasa, 23 Februari 2021

PUTR Bandung Pastikan Jalan Mantap 90 Persen Di Akhir Jabatan Bupati

Jumat, 30 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste