Dejurnal.com,Purwakarta – Menurunnya alokasi Dana Desa menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa. Namun, keterbatasan anggaran dinilai bukan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Purwakarta, Denden Pranayuda, meminta para kepala desa lebih kreatif dan mandiri dalam membangun serta mengembangkan potensi wilayahnya.
Menurut Denden, setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia maupun kearifan lokal.
“Jangan terus menunggu transfer dari pusat. Membangun desa harus dimulai dari karya dan pemikiran mandiri,” ujar Denden, Selasa (29/9/2026).
Ia mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mengelola aset desa secara produktif, menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.
Denden juga menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan secara optimal meskipun desa menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan administrasi serta penguatan sektor ekonomi masyarakat dapat menjadi langkah strategis yang dilakukan pemerintah desa.
“Pelayanan publik harus tetap prima dan menyentuh kebutuhan warga. Kemandirian menjadi kunci desa untuk tetap berkembang di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Ia menambahkan, APDESI Kabupaten Purwakarta akan terus mendorong dan mendampingi para kepala desa melalui berbagai kegiatan, seperti forum diskusi, pelatihan kewirausahaan sosial hingga pendampingan hukum.
“Meski Dana Desa berkurang, desa di Purwakarta harus tetap bisa maju dan sejahtera melalui karya dan inovasi,” pungkasnya.***budi


















