Dejurnal.com, CIAMIS. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, mendukung pengembangan pendidikan pascasarjana Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moral, spiritual, dan kemampuan sosial.
Menurut Yayan, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan kader yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Namun, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari tingkat pendidikan atau gelar akademik yang diraih. Lulusan juga harus memiliki karakter dan kompetensi yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kuliah perdana dan matrikulasi mahasiswa pascasarjana INU Ciamis, Sabtu (10/10/2026).
Yayan menyebut, setidaknya ada empat kompetensi yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan, yakni intelektual, moral, spiritual, dan sosial.
Keempatnya perlu berjalan beriringan agar lulusan memiliki keseimbangan antara kemampuan berpikir, integritas, nilai keagamaan, dan kecakapan berinteraksi di tengah masyarakat.
“Sekarang ini kita membutuhkan kader-kader yang memiliki kualifikasi pendidikan. Menurut saya, setidaknya ada empat kompetensi yang perlu dibangun, yaitu intelektual, moral, spiritual, dan sosial,” ujarnya.
Ia menilai, INU Ciamis memiliki ruang untuk mengembangkan keempat kompetensi tersebut melalui perpaduan pendidikan akademik dan nilai-nilai keagamaan.
Dari sisi intelektual, mahasiswa diharapkan menguasai ilmu sesuai bidangnya. Sementara kompetensi moral dan spiritual menjadi landasan dalam menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab. Adapun kompetensi sosial diperlukan agar lulusan mampu beradaptasi, berkomunikasi, dan memberikan kontribusi di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Menurut Yayan, karakteristik pendidikan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun keseimbangan tersebut.
Kemenag Berharap Lulusan INU Berkontribusi Nyata
Sebagai pimpinan instansi yang juga membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, Yayan berharap lulusan INU Ciamis nantinya mampu menunjukkan kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian serta kebutuhan lembaga dan masyarakat.
Ia mengatakan, akan menjadi kebanggaan apabila lulusan INU mampu memperlihatkan kualitas akademik sekaligus karakter yang baik ketika memasuki dunia kerja dan menjalankan pengabdian.
Harapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar proses pendidikan pascasarjana tidak berhenti pada pencapaian gelar magister, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan dalam kemampuan berpikir, sikap, dan profesionalitas mahasiswa.
“Sebagai pihak yang nantinya bisa menggunakan lulusan dari INU, tentu saya akan merasa bangga kalau lulusannya memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi,” ungkapnya.
Yayan juga menyoroti pentingnya dukungan tenaga pengajar yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman akademik memadai.
Menurutnya, keterlibatan akademisi yang kompeten akan membantu mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas dan memperkuat kualitas proses pembelajaran.
Pemanfaatan pembelajaran daring, lanjutnya, dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan tenaga pengajar dengan kepakaran tertentu, tanpa sepenuhnya bergantung pada keberadaan dosen secara langsung di kampus.
Meski demikian, kualitas pendidikan tetap harus menjadi perhatian utama agar mahasiswa memperoleh pendampingan akademik dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tuntutan jenjang pascasarjana.
Berharap INU Terus Berkembang
Dalam kesempatan tersebut, Yayan juga menyampaikan harapan agar INU Ciamis terus mengembangkan kapasitas kelembagaannya, termasuk membuka peluang pengembangan jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Baginya, pengembangan perguruan tinggi perlu diikuti peningkatan kualitas dosen, proses pembelajaran, serta kompetensi lulusan agar keberadaannya semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan terhadap pengembangan INU Ciamis, menurutnya, sejalan dengan kebutuhan untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan karakter kuat.
Melalui kuliah perdana dan matrikulasi mahasiswa pascasarjana tersebut, harapan terhadap lahirnya kader-kader berkompetensi dan berkarakter kembali mengemuka.
Tantangannya adalah memastikan nilai-nilai yang disampaikan selama proses pendidikan benar-benar tercermin dalam kemampuan, integritas, dan pengabdian para lulusan.
Dengan demikian, keberhasilan pendidikan pascasarjana INU Ciamis tidak hanya ditentukan oleh gelar yang diperoleh mahasiswa, tetapi juga oleh kemampuan mereka menerapkan ilmu, menjaga moralitas, mengembangkan spiritualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Nay Sunarti)


















