Dejurnal.com, Bandung – Di tengah kesibukannya menjalani aktivitas di dunia hiburan, Dena Wahyu Kelana (Dena WK) pemeran Uhen dalam sinetron Preman Pensiun tetap menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai warga masyarakat. Selain berakting, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Rukun Warga (RW) di lingkungannya, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.
Baginya, aktivitas di dunia hiburan merupakan salah satu jalan untuk mencari nafkah bagi keluarga. Sementara itu, keterlibatannya dalam pemerintahan di tingkat lingkungan menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau kegiatan pribadi, ya balik lagi ke basic-nya, mencari nafkah buat keluarga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, produksi yang berkaitan dengan Preman Pensiun hingga kini masih berjalan. Produksi tersebut masih melibatkan Aris Nugraha Film (ANP), yang selama ini dikenal melalui karya-karya sinetron Preman Pensiun.
Namun, distribusi tayangan dan perkembangan media digital membuat sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengetahui aktivitas terbaru para pemainnya.
Menurutnya, tayangan melalui platform digital seperti Netflix maupun konten video di media sosial memiliki jangkauan tersendiri. Meski demikian, sebagian masyarakat masih lebih mengenal para pemain melalui tayangan televisi.
Memerankan Uhen di Preman Pensiun
Dalam sinetron Preman Pensiun, ia dikenal memerankan karakter Uhen, anak buah Kang Darma. Karakter tersebut memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi bagian dari cerita yang melekat di ingatan penonton.
Selain tampil dalam Preman Pensiun, ia juga terlibat dalam produksi Superman Reborn. Dalam produksi tersebut, ia memerankan Bos Momon, sosok bos pencuri yang memiliki sekitar enam anak buah.
Dua peran tersebut menunjukkan bahwa aktivitasnya di dunia seni peran masih terus berjalan, dengan karakter dan cerita yang berbeda.
Tetap Mengabdi sebagai Ketua RW
Di luar kegiatan syuting, ia tetap aktif menjalankan tugasnya di lingkungan masyarakat. Saat wawancara berlangsung, ia baru saja menyelesaikan rapat RKPDes, yakni Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Keterlibatannya dalam kegiatan pemerintahan desa menjadi bagian dari kesehariannya di luar dunia hiburan.
Bagi dirinya, kehidupan sebagai pemain sinetron dan sebagai pengurus lingkungan merupakan dua hal yang berjalan berdampingan. Di satu sisi, ia harus tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di sisi lain, ia juga memiliki tanggung jawab sosial kepada warga yang dipimpinnya.
Kesibukan di dunia hiburan tidak serta-merta membuatnya meninggalkan aktivitas kemasyarakatan. Ia tetap menjalankan perannya sebagai Ketua RW, mengikuti rapat, dan terlibat dalam pembahasan rencana pembangunan desa.
Kisah ini memperlihatkan bahwa di balik karakter yang dikenal penonton layar kaca, ada kehidupan lain yang dekat dengan masyarakat. Ia bukan hanya seorang pemeran, tetapi juga bagian dari lingkungan yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk ikut membangun wilayahnya.***Sopandi

















