Dejurnal.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan kunjungan ke Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (12/10/2026), untuk meninjau sejumlah titik yang menjadi lokasi banjir.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan Margahayu dan sekitarnya, terutama di wilayah yang terdampak luapan air serta persoalan kapasitas saluran sungai.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam penanganan banjir di Margahayu adalah Jalan Kopo–Sayati atau Jalan Dengdek, yang berbatasan dengan Desa Margahayu Selatan dan Desa Sayati. Kawasan tersebut diketahui telah lama menghadapi persoalan banjir berulang.
Peninjauan langsung ke lapangan diperlukan untuk melihat kondisi saluran air, aliran sungai, serta berbagai faktor yang berpotensi menyebabkan genangan ketika debit air meningkat.
Normalisasi sungai menjadi perhatian
Penanganan banjir di Kecamatan Margahayu membutuhkan langkah terpadu, terutama melalui pembenahan saluran air dan normalisasi sungai. Upaya tersebut dinilai penting agar aliran air dapat berjalan lebih lancar dan risiko genangan di kawasan permukiman maupun jalan raya bisa dikurangi.
Sebelumnya, keterlibatan Lanud Sulaiman dalam upaya normalisasi sungai juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat. Dua aliran sungai yang menjadi perhatian di kawasan tersebut adalah Sungai Cikahiyangan dan Sungai Cikungkurak, yang melintasi sejumlah wilayah sebelum bermuara ke Sungai Citarum.
Persoalan banjir tidak hanya berkaitan dengan kondisi sungai, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap saluran drainase, sedimentasi, sampah, serta keterhubungan aliran air dari hulu hingga hilir.
Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya menjadi bagian penting dalam mencari solusi yang berkelanjutan.
Harapan warga terhadap penanganan banjir
Kunjungan Gubernur Jawa Barat ke sejumlah titik banjir di Margahayu diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Masyarakat tentu berharap upaya pembenahan sungai dan saluran air tidak berhenti pada peninjauan, tetapi berlanjut pada pekerjaan teknis yang terencana, terukur, dan berkesinambungan.
Penanganan banjir juga membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, serta mendukung upaya penataan lingkungan.
Dengan penanganan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, risiko banjir di Kecamatan Margahayu diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat, lalu lintas, dan kegiatan ekonomi tidak terus terganggu setiap kali hujan turun.
Kunjungan KDM juga mendapat apresiasi mantan Anggita DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala. Ia mengatakan, sewaktu dirinya masih aktif sebagai anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, persolan banjir di kampung halamannya itu telah diupayakan dengan pengajuan anggaran dan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk lintas sektoral.
Selain gubernur, Bupati pun telah beberapa kali turun meninjau lokasi titik banjir. Dengan kunjungan Gubernur Jabar kali ini, Dadan Konjala berharap banjir di Margahayu dapat diminimalisir.***Sopandi




















