• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Benahi Mutu Pendidikan Garut, Bupati Abdusy Syakur Amin Soroti Kompetensi Guru, Literasi hingga Karakter Siswa

bydejurnalcom
Rabu, 14 Oktober 2026
Reading Time: 6 mins read
Benahi Mutu Pendidikan Garut, Bupati Abdusy Syakur Amin Soroti Kompetensi Guru, Literasi hingga Karakter Siswa

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dalam pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Garut. Mulai dari peningkatan kompetensi guru, rendahnya kemampuan literasi dan numerasi, pemerataan sarana dan prasarana sekolah, hingga pembentukan karakter peserta didik, seluruhnya dinilai membutuhkan pembenahan secara terarah dan berkelanjutan.

Menurut Abdusy Syakur, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan pembangunan fisik sekolah atau menjalankan program yang bersifat rutin. Pemerintah daerah harus terlebih dahulu memahami persoalan yang terjadi di lapangan, kemudian menyusun langkah penyelesaian berdasarkan kebutuhan nyata setiap satuan pendidikan.

Dalam pemaparannya pada sebuah kegiatan Rakornas Forum Dewan Pendidikan di Kabupaten Garut yang di gelar di Hotel Harmoni Garut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya melakukan pemetaan atau *mapping* terhadap berbagai persoalan pendidikan. Pemetaan tersebut mencakup rata-rata lama sekolah, kondisi sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, serta distribusi sekolah yang berkaitan dengan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

BacaJuga :

Polda Jabar Gelar Kegiatan Sambut Wakapolda Baru Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi

Hadiri Wisuda STIKes Muhammadiyah, Sekda Ciamis Ingatkan Amanah Profesi

Sebanyak 18 SMP di Ciamis Terakomodasi Program Revitalisasi

Langkah pemetaan ini menjadi dasar untuk menentukan prioritas kebijakan agar program yang dilaksanakan benar-benar menyentuh persoalan mendasar dan memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan di bidang pendidikan. Karena itu, kita perlu mengetahui terlebih dahulu persoalan yang ada, mulai dari kondisi sekolah, sarana dan prasarana, mutu pendidikan, sampai pemerataan akses pendidikan. Setelah itu, kita menentukan langkah yang harus menjadi prioritas,” demikian inti penjelasan Bupati saat di temui dejurnal.com, Rabu(14/10/2026).

Kompetensi Guru Jadi Perhatian Serius

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus adalah kompetensi tenaga pendidik. Abdusy Syakur menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan.

Menurutnya, ketersediaan guru saja tidak cukup apabila tidak diimbangi dengan kemampuan profesional yang memadai. Guru harus mampu menguasai materi pelajaran, menyampaikan pengetahuan secara efektif, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.

Ia menyinggung hasil evaluasi kompetensi, termasuk penilaian kemampuan berbahasa Indonesia yang dilakukan oleh lembaga berwenang. Evaluasi semacam ini dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan guru dalam menggunakan bahasa sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran.

Hasil penilaian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk menentukan bentuk pembinaan yang dibutuhkan oleh tenaga pendidik.

Guru yang masih memiliki kekurangan dalam aspek kompetensi perlu memperoleh pelatihan, pendampingan, dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Abdusy Syakur juga menyinggung adanya perbaikan hasil evaluasi pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut dipandang sebagai indikasi positif, meskipun peningkatan kualitas pendidikan tetap membutuhkan pembuktian melalui evaluasi yang konsisten dan terukur.

Menurutnya, persiapan menghadapi evaluasi kompetensi merupakan bagian penting dari tanggung jawab profesional seorang guru. Peningkatan kemampuan tidak seharusnya dilakukan hanya menjelang pelaksanaan ujian, tetapi harus menjadi proses berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi kepala sekolah. Sebab, kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab terhadap administrasi, melainkan juga harus mampu memimpin proses pembelajaran, membangun budaya kerja yang baik, dan mendorong peningkatan prestasi peserta didik.

Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring antara kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

Literasi dan Numerasi Harus Diperkuat, Bukan Sekadar Menjadi Target

Selain kompetensi guru, kemampuan literasi dan numerasi siswa menjadi bagian penting dari agenda peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Garut.

Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah gagasan, serta menarik kesimpulan secara tepat. Sementara itu, numerasi mencakup kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua kemampuan tersebut menjadi fondasi penting bagi keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama sekolah perlu memastikan bahwa proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi kurikulum, tetapi juga pada penguasaan kemampuan dasar siswa.

Guru perlu didorong untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Sementara itu, sekolah harus melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa serta mengidentifikasi mereka yang membutuhkan pendampingan tambahan.

Peningkatan literasi dan numerasi juga membutuhkan keterlibatan orang tua serta lingkungan masyarakat. Kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menyelesaikan persoalan secara logis perlu dibangun agar proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Tantangannya adalah memastikan seluruh program tersebut memberikan hasil nyata, bukan sekadar menghasilkan laporan kegiatan atau pencapaian administratif.

Ekosistem Sekolah Jangan Membiarkan Siswa Belajar Seadanya

Persoalan lain yang menjadi perhatian Bupati adalah ekosistem pembelajaran di sekolah. Menurutnya, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang mendorong siswa untuk belajar secara serius, mengembangkan kemampuan, dan berusaha mencapai prestasi terbaik.

Ia menyoroti perlunya budaya evaluasi yang sehat agar perkembangan kemampuan siswa dapat diketahui secara objektif. Proses pembelajaran tidak boleh berjalan sekadar sebagai rutinitas, sementara penguasaan materi dan perkembangan kompetensi peserta didik kurang mendapat perhatian.

Dalam konteks ini, evaluasi hasil belajar harus digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Siswa yang mengalami kesulitan perlu dibantu melalui pendampingan yang sesuai, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat diberikan ruang untuk mengembangkan potensinya.

Standar pencapaian belajar juga perlu diterapkan secara konsisten. Namun, evaluasi tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan kenaikan kelas, melainkan untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh dukungan yang diperlukan agar mampu mencapai kompetensi sesuai tahap perkembangannya.

Pemerintah daerah dan pihak sekolah juga perlu memperluas kesempatan siswa mengikuti kompetisi akademik maupun kegiatan pengembangan bakat.

Semakin banyak ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, semakin besar pula peluang tumbuhnya motivasi belajar, rasa percaya diri, dan kebanggaan terhadap sekolah maupun daerahnya.

Meski demikian, kesempatan berkompetisi harus dibuka secara adil. Siswa dari sekolah di wilayah perkotaan maupun perdesaan perlu memperoleh akses pembinaan yang proporsional agar peningkatan prestasi tidak hanya dinikmati oleh kelompok sekolah tertentu.

Olahraga Pelajar Akan Dikembangkan Sesuai Kemampuan Daerah

Abdusy Syakur turut menekankan pentingnya olahraga dalam mendukung perkembangan peserta didik. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga harus memperhatikan kebugaran jasmani, kedisiplinan, dan kemampuan bersosialisasi.

Ia menyinggung rencana pengembangan kegiatan olahraga pelajar dengan mempertimbangkan kondisi daerah, ketersediaan fasilitas, serta kemampuan pembiayaan.

Cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus dan anggaran besar perlu dikaji secara matang. Sebaliknya, olahraga seperti lari dan atletik dapat menjadi alternatif yang relatif mudah dikembangkan karena tidak selalu membutuhkan sarana yang mahal.

Pendekatan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga sekaligus menemukan potensi yang dapat dikembangkan menjadi prestasi.

Menurutnya, aktivitas fisik juga penting untuk mendorong anak-anak menjalani pola hidup lebih aktif. Kebiasaan berolahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran, membangun disiplin, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan semangat dalam menjalani kegiatan belajar.

Namun, rencana pengembangan olahraga pelajar tersebut masih memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari penentuan cabang olahraga prioritas, kesiapan tenaga pembina, mekanisme pertandingan, hingga dukungan anggaran.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun program yang realistis dan berkelanjutan sehingga olahraga benar-benar menjadi bagian dari pembinaan pendidikan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pramuka dan Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Membentuk Karakter

Selain aspek akademik dan olahraga, Bupati Garut juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan Pramuka dan aktivitas ekstrakurikuler lainnya.

Menurutnya, anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Mereka juga membutuhkan pendidikan yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja sama.

Kegiatan Pramuka dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman langsung. Nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka, misalnya, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Karena itu, sekolah perlu memberikan ruang yang cukup bagi kegiatan pengembangan karakter dan minat bakat siswa.

Kegiatan seni, olahraga, organisasi siswa, Pramuka, dan berbagai aktivitas positif lainnya dapat membantu peserta didik menemukan potensi diri sekaligus mengembangkan keterampilan sosial.

Abdusy Syakur menginginkan agar anak-anak memiliki lebih banyak kegiatan yang bermanfaat sehingga waktu mereka tidak hanya dihabiskan untuk berkumpul tanpa arah atau melakukan aktivitas yang kurang produktif.

Namun, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan dukungan nyata. Sekolah perlu memiliki pembina yang kompeten, fasilitas yang memadai, serta program yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikuler juga harus dapat diakses oleh siswa dari berbagai latar belakang, bukan menjadi fasilitas yang hanya tersedia di sekolah tertentu.

Sertifikasi Guru Harus Diikuti Peningkatan Kompetensi Nyata

Dalam pemaparannya, Abdusy Syakur juga menyinggung pengembangan profesionalisme guru, termasuk sertifikasi dan peningkatan kualifikasi.

Menurutnya, profesi guru menuntut pembaruan pengetahuan dan keterampilan secara terus-menerus. Kompetensi yang diperoleh bertahun-tahun lalu perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta kebutuhan pembelajaran masa kini.

Dunia pendidikan terus berkembang. Metode mengajar yang dianggap efektif pada masa lalu belum tentu sepenuhnya sesuai dengan tantangan saat ini. Oleh sebab itu, guru harus memiliki kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, mengembangkan metode pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perubahan.

Sertifikasi profesi tetap menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan tenaga pendidik, tetapi peningkatan kualitas tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif.

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana kompetensi tersebut diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dan memberikan dampak terhadap kemampuan siswa.

Di sisi lain, program pelatihan dan peningkatan kualifikasi perlu mempertimbangkan aspek pembiayaan, ketersediaan waktu, serta pemerataan kesempatan bagi seluruh guru.

Pemerintah daerah perlu mendorong sistem pengembangan profesional yang terencana agar peningkatan kompetensi tidak bergantung semata-mata pada inisiatif masing-masing tenaga pendidik.

Koordinasi Pemerintah dan Dinas Pendidikan Harus Diperkuat

Persoalan pendidikan juga membutuhkan hubungan kerja yang lebih baik antara pemerintah daerah, dinas terkait, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya.

Abdusy Syakur menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi agar program pendidikan dapat dijalankan dengan arah yang sama. Pembagian tugas dan kewenangan harus jelas sehingga tidak menimbulkan kesenjangan komunikasi atau tumpang tindih pelaksanaan kebijakan.

Dinas pendidikan memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi program operasional. Sementara itu, sekolah harus menjadi ruang utama pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan potensi peserta didik.

Koordinasi yang baik juga diperlukan untuk memastikan persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.

Pemerintah daerah perlu membangun mekanisme evaluasi yang memungkinkan berbagai pihak menyampaikan kendala, mengusulkan perbaikan, serta mengukur perkembangan program secara objektif.

Dengan pola kerja yang lebih terintegrasi, berbagai persoalan pendidikan diharapkan dapat ditangani berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan nyata.

Tantangan Besar: Mengubah Program Menjadi Hasil Nyata

Berbagai persoalan yang disoroti Bupati Garut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan pembenahan menyeluruh. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program, melainkan memerlukan kesinambungan kebijakan, dukungan anggaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta keterlibatan masyarakat.

Pemetaan persoalan harus diikuti dengan langkah penyelesaian yang jelas. Pelatihan guru perlu menghasilkan peningkatan kemampuan mengajar. Penguatan literasi dan numerasi harus terlihat dalam perkembangan kompetensi siswa. Sementara itu, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler harus memberikan manfaat terhadap kebugaran, karakter, kreativitas, dan prestasi peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Garut juga perlu memastikan bahwa sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana, kekurangan tenaga pendidik, atau tantangan geografis mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan.

Masyarakat tentu berharap agar berbagai rencana pembenahan tersebut dilengkapi dengan target yang terukur, jadwal pelaksanaan, indikator keberhasilan, dan evaluasi berkala yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan, jumlah pelatihan, atau program yang diluncurkan. Ukuran paling mendasar adalah sejauh mana siswa memperoleh pembelajaran bermutu, guru semakin profesional, kesenjangan kualitas antarsekolah berkurang, dan kesempatan meraih prestasi semakin terbuka.

Pada akhirnya, pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Kabupaten Garut bukan hanya memetakan persoalan pendidikan, melainkan memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan perubahan. Pendidikan yang berkualitas harus dirasakan oleh seluruh anak Garut, tanpa terkecuali, baik yang bersekolah di pusat kota maupun di wilayah pelosok.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polda Jabar Gelar Sertijab Wakapolda Jabar, Dirreskrimsus dan Dirressiber

Next Post

Rakornas Dewan Pendidikan di Garut, Iwan Riswandi Dorong Pemerataan Fasilitas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Related Posts

Festival Abdi Nagri di Ciamis, Disdukcapil Layani Warga Purwadadi
deNews

Festival Abdi Nagri di Ciamis, Disdukcapil Layani Warga Purwadadi

Rabu, 14 Oktober 2026
Rakornas Dewan Pendidikan di Garut, Iwan Riswandi Dorong Pemerataan Fasilitas dan Peningkatan Mutu Pendidikan
deNews

Rakornas Dewan Pendidikan di Garut, Iwan Riswandi Dorong Pemerataan Fasilitas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Rabu, 14 Oktober 2026
Polda Jabar Gelar Sertijab Wakapolda Jabar, Dirreskrimsus dan Dirressiber
deNews

Polda Jabar Gelar Sertijab Wakapolda Jabar, Dirreskrimsus dan Dirressiber

Rabu, 14 Oktober 2026
Polda Jabar Gelar Kegiatan Sambut Wakapolda Baru Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi
deNews

Polda Jabar Gelar Kegiatan Sambut Wakapolda Baru Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi

Rabu, 14 Oktober 2026
Hadiri Wisuda STIKes Muhammadiyah, Sekda Ciamis Ingatkan Amanah Profesi
deNews

Hadiri Wisuda STIKes Muhammadiyah, Sekda Ciamis Ingatkan Amanah Profesi

Rabu, 14 Oktober 2026
Sebanyak 18 SMP di Ciamis Terakomodasi Program Revitalisasi
deNews

Sebanyak 18 SMP di Ciamis Terakomodasi Program Revitalisasi

Rabu, 14 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Agen e-Warung Penyedia Bandeng Presto Berjamur, Tak Paham Harga dan Regulasi BPNT

Rabu, 23 September 2020
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna ( tengah) saat buka bersama para awak media di Rumdin, Selasa (11/5/2021). (Foto Sopandi/dejurnal.com).

Zona Oranye, Bupati Bandung Shalat Idul Fitri di Kampung Halaman

Rabu, 12 Mei 2021

Sinergi Pemerintah dan PMI Wujudkan Budaya Kemanusiaan di Pamulihan Lewat Donor Darah

Rabu, 26 November 2025

Banyak Aspirasi Warga Tentang BPJS dan PSU Anggota DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Pekan Ini Dibahas Pansus VIII

Rabu, 5 November 2025
Enam kandidat Ketua KAMMI Garut.

Musda KAMMI Garut Siap Menjadi Motor Penggerak Pemuda, Perubahan Garut

Jumat, 30 Oktober 2020

Kecelakaan Tragis di Subang Gemparkan Jagat Maya, Tiga Orang Tewas Lima Luka-Luka

Kamis, 9 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste