Dejurnal.com, CIAMIS – Festival Layang Lakbok 2026 kembali digelar pada 22–24 Oktober 2026 di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Festival tahunan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang menggerakkan ekonomi warga Ciamis Selatan.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menilai Festival Layang Lakbok memiliki keunikan yang layak diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan.

Menurutnya, kekuatan festival ini terletak pada tradisi masyarakat yang masih terjaga dan dikemas menjadi kegiatan wisata yang menarik.
“Festival Layang Lakbok bukan sekadar permainan layang-layang. Ada tradisi, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri. Potensi ini perlu terus diperkenalkan agar semakin banyak orang mengenal wisata budaya di Ciamis,” ujarnya. Selasa (20/10/2026)
Layang-Layang Malam Jadi Daya Tarik
Bagi masyarakat Lakbok, festival layang-layang memiliki kaitan erat dengan tradisi menyambut musim panen. Kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat agraris itu kini berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan warga.
Lakbok sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil padi di Kabupaten Ciamis. Karena itu, Festival Layang Lakbok tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang dekat dengan sektor pertanian.
Salah satu daya tarik utamanya adalah atraksi layang-layang pada malam hari. Ketika matahari terbenam, puluhan layang-layang dengan beragam hiasan menghiasi langit Lakbok.
Cahaya dan bentuknya menghadirkan pemandangan yang menyerupai gugusan bintang yang bergerak mengikuti hembusan angin.
Selain atraksi layang-layang, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan berbagai penampilan lainnya.
“Keunikan seperti ini menjadi modal penting bagi pengembangan wisata daerah. Wisatawan tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga bisa mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat setempat,” tuturnya.
Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Warga
Selain menjaga tradisi, Festival Layang Lakbok berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran pengunjung dapat meningkatkan aktivitas perdagangan, terutama bagi pedagang makanan dan minuman serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin terbuka pula peluang usaha bagi warga di sekitar lokasi festival. Karena itu, promosi dan pengelolaan kegiatan menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Endang menilai pengembangan wisata budaya perlu melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Dengan begitu, festival tidak hanya ramai saat berlangsung, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik Lakbok sebagai tujuan wisata di Ciamis Selatan.
“Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Tradisi tetap terjaga, wisata daerah semakin dikenal, dan pelaku usaha lokal ikut merasakan dampaknya,” imbungnya.
Menjaga Tradisi, Mengenalkan Ciamis
Festival Layang Lakbok menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi lokal dapat dikembangkan sebagai potensi wisata. Semangat gotong royong, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian dari nilai yang terus dijaga melalui kegiatan tersebut.
Bagi Kabupaten Ciamis, festival ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya di wilayah selatan yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.
Dengan promosi yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, Festival Layang Lakbok diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat identitas wisata budaya Kabupaten Ciamis.
Festival Layang Lakbok 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2026 di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok.
Masyarakat dan wisatawan dapat menikmati atraksi layang-layang malam sekaligus mengenal tradisi lokal yang menjadi bagian dari kehidupan warga Lakbok. (Nay Sunarti)



















