Dejurnal.com, CIAMIS. Euforia pertandingan kandang PSGC Ciamis di Stadion Galuh tak hanya menjadi hiburan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga ikut menyumbang kenaikan kunjungan wisata ke Kabupaten Ciamis.
Kehadiran puluhan ribu pengunjung dalam tiga pertandingan kandang menjadi peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk ikut tumbuh.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Asep Didi Herdiawan, S.Pd., M.M., mengatakan, pertandingan PSGC di Stadion Galuh memberikan dampak yang cukup besar terhadap pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi selama musim pertandingan.
Berdasarkan data kunjungan yang dihimpun Dinas Pariwisata, sekitar 32.000 pengunjung tercatat dalam tiga pertandingan kandang PSGC melawan Sumsel United pada 19 September 2026, Semen Padang pada 26 September 2026, dan PSIS pada 17 Oktober 2026.
Menurut Asep, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa pertandingan PSGC memiliki daya tarik yang melampaui aktivitas olahraga.
Penonton yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Ciamis, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Antusiasme tersebut terlihat dari penjualan tiket yang dapat habis dalam waktu tiga hingga empat jam.
Kondisi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung perjuangan tim kebanggaan Ciamis di kandang sendiri.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tiket pertandingan bisa habis dalam waktu tiga sampai empat jam. Penontonnya juga bukan hanya dari Ciamis, tetapi banyak yang datang dari luar daerah,” ujar Asep.
Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah tersebut menjadi peluang bagi pariwisata Ciamis.
Selain datang untuk menyaksikan pertandingan, para pengunjung berpotensi membelanjakan uangnya untuk kebutuhan kuliner, berbelanja produk lokal, hingga mengunjungi destinasi wisata di wilayah Ciamis.
Dampak ekonomi juga dirasakan pedagang dan pelaku usaha kecil di sekitar Stadion Galuh.
Ramainya penonton membuat aktivitas jual beli meningkat, sehingga pertandingan kandang PSGC turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Asep menilai, momentum pertandingan sepak bola dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi pariwisata daerah.
Keramaian stadion menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata dan produk ekonomi kreatif kepada pengunjung dari luar Ciamis.
PSGC Berpotensi Jadi Penggerak Sport Tourism
Tingginya animo masyarakat terhadap PSGC menjadi modal bagi Kabupaten Ciamis untuk mengembangkan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Melalui konsep tersebut, pertandingan sepak bola tidak hanya berorientasi pada kegiatan olahraga, tetapi juga dapat dihubungkan dengan promosi destinasi wisata, kuliner khas, produk UMKM, dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Dengan demikian, pengunjung yang datang ke Stadion Galuh memiliki alasan untuk memperpanjang kunjungan dan menikmati potensi wisata Ciamis.
Kuatnya dukungan masyarakat terhadap PSGC juga menjadi nilai tersendiri. Klub ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Ciamis, tetapi juga memiliki daya tarik yang mampu mendatangkan penonton dari luar daerah.
Ke depan, sinergi antara kegiatan olahraga, promosi wisata, dan pemberdayaan pelaku usaha lokal menjadi peluang untuk memperbesar manfaat ekonomi dari setiap pertandingan kandang.
Euforia PSGC di Stadion Galuh pun dapat menjadi lebih dari sekadar kemeriahan di tribun.
Jika dikelola secara terintegrasi, momentum tersebut berpotensi memperkuat promosi pariwisata sekaligus memperluas perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)



















