Dejurnal.com, Sumedang – Universitas Padjadjaran (Unpad) Dipatiukur Bandung dan Jatinangor Sumedang terus berupaya menjaga tata kelola aset agar tertib, terdata dengan baik, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Salah satu fokus utama ke depan adalah meningkatkan ketertiban pencatatan aset yang jumlahnya mencapai ratusan ribu barang.
Direktur Pengelolaan Aset Unpad, Edward Henry, M.M., mengatakan bahwa pengelolaan aset mencakup seluruh aset milik universitas, baik berupa tanah maupun barang, yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk kampus Jatinangor dan Dipatiukur.
“Jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai ratusan ribu aset barang. Karena itu, jumlah pastinya tidak mudah disebutkan secara langsung,” ujar Edward saat diwawancarai Dejurnal.com di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).
Menurut dia, secara umum pengelolaan aset Unpad berjalan dengan baik. Tantangan yang perlu terus mendapat perhatian terutama berkaitan dengan pencatatan aset agar semakin tertib dan akurat.
Edward menjelaskan, pelaporan pengelolaan aset dilakukan setiap tahun. Laporan tersebut mencakup seluruh jenis barang dan aset yang berada di lingkungan Unpad, kemudian disampaikan kepada kementerian.
Sementara itu, aset yang sudah tidak digunakan tetap memiliki mekanisme penanganan tersendiri. Salah satunya melalui proses lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Proses lelang tersebut dapat dilakukan melalui Unpad, termasuk melalui situs web resmi universitas. Pesertanya bisa berasal dari kalangan perusahaan maupun perorangan, sepanjang memenuhi persyaratan lelang,” kata Edward.
Edward yang telah berkecimpung di bidang pengelolaan aset selama sekitar 22 tahun itu berharap, ke depan pencatatan aset Unpad semakin tertib, sedangkan aspek pengelolaan lainnya terus berjalan sesuai dengan regulasi.
Dengan jumlah aset yang besar dan beragam, ketertiban administrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan aset universitas secara akuntabel dan berkelanjutan.*** Deri Acong



















