Dejurnal.com, Bandung – Kepala Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, H. Syae’ul Huda, SH, turut mengikuti karnaval Festival Santri Nusantara (FSN) ke-8 bersama ratusan warga dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).
Karnaval tersebut berlangsung meriah. Syae’ul Huda bersama warga berjalan dari kediamannya menuju panggung utama kegiatan yang menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional di Desa Cigondewah Hilir.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Festival Santri Nusantara yang digelar selama dua hari, 21–22 Oktober 2026. Selain menjadi ajang perayaan Hari Santri, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas, kebersamaan, serta semangat para santri dan masyarakat.
Dalam kegiatan karnaval, Syae’ul Huda juga dipercaya menjadi salah satu juri yang menilai pakaian peserta. Busana yang ditampilkan memiliki keunikan tersendiri karena dibuat dari bahan limbah daur ulang.
Kreativitas peserta dalam mengolah bahan bekas menjadi pakaian karnaval menjadi salah satu daya tarik kegiatan. Selain menampilkan kreasi yang menarik, penggunaan bahan daur ulang juga mengandung pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
Pada penutupan acara, Syae’ul Huda menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Santri Nusantara ke-8.
Ia mengapresiasi panitia, para santri, masyarakat, serta semua pihak yang telah bekerja sama sehingga rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Festival Santri Nusantara tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Hadiah utama lemari es, mesin cuci dan ratusan hadiah lainnya pihaknya terima dari donatur para pengusaha di Desa Cigondewah Hilir. Sehingga Syae’ul menyampaikan terima kasih dan mendoakan para pengusaha tersebut dilancarkan usahanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Hari Santri Nasional terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan, budaya, kreativitas, dan kebersamaan.***Sopandi

















