Dejurnal.com, CIAMIS. LAZ Hidayah Berbagi Indonesia (LAZ HBI) memperluas pendampingan bagi mahasiswa penerima beasiswa melalui peluncuran HBI Scholar Academy di Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu berkembang sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Program tersebut melengkapi Beasiswa Sodaraku Cerdas yang saat ini membantu 52 mahasiswa melanjutkan pendidikan.
Melalui HBI Scholar Academy, LAZ HBI ingin memastikan dukungan pendidikan tidak berhenti pada pembiayaan kuliah, tetapi juga diikuti dengan pengembangan potensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Ketua Yayasan Hidayah Berbagi Indonesia, H. Asep Imad Syarif, mengatakan pihaknya berharap para penerima beasiswa mampu mengembangkan diri sesuai minat dan potensi masing-masing.
Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan berbagai kemampuan agar dapat bersaing dan mengambil peluang di tengah perubahan zaman.
“Kami di HBI memiliki cita-cita agar adik-adik semua bisa terus sukses dan berkembang, baik di dunia profesional, bisnis, maupun memiliki keahlian-keahlian khusus. Sebab, hal-hal tersebut menjadi kebutuhan di era sekarang,” ujarnya.
HBI Scholar Academy mengembangkan empat aspek utama, yakni Academic Excellence, Character, Competence, dan Social Impact.
Keempatnya menjadi landasan pembinaan mahasiswa, mulai dari peningkatan kemampuan akademik dan pola pikir, pembentukan karakter serta tanggung jawab, penguasaan keterampilan, hingga kepedulian terhadap persoalan sosial.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi di bangku kuliah. Mereka juga didorong memiliki integritas, terus belajar, mampu mengembangkan keahlian, serta peka terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya.
Direktur Eksekutif LAZ HBI, Suhdi Ade Candra, menjelaskan HBI Scholar Academy untuk tahap awal difokuskan pada pengembangan kapasitas mahasiswa penerima Beasiswa Sodaraku Cerdas.
Ke depan, program pelatihan yang diselenggarakan melalui akademi tersebut juga diharapkan bisa menjangkau masyarakat umum.
“HBI Scholar Academy kami hadirkan sebagai ruang pengembangan kapasitas, terutama bagi mahasiswa penerima Beasiswa Sodaraku Cerdas. Ke depan, berbagai pelatihan yang diselenggarakan juga diharapkan dapat diakses oleh masyarakat umum, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Selain peningkatan kemampuan, program ini menekankan pentingnya tanggung jawab mahasiswa dalam memanfaatkan kesempatan pendidikan.
Dukungan yang diberikan para donatur diharapkan tidak hanya membantu penerima beasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk meneruskan manfaat tersebut kepada orang lain.
Direktur LAZ HBI, Muhammad Fauzi Ridwan, mengingatkan para mahasiswa agar tidak memandang diri mereka sebatas penerima bantuan pendidikan.
Kesempatan yang diperoleh, menurutnya, perlu menjadi bekal untuk mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Jangan pernah memandang diri kalian hanya sebagai penerima beasiswa. Kalian adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Di balik beasiswa yang kalian terima, ada kepercayaan dari para donatur, doa dari banyak orang, serta kerja keras para amil. Kami berharap kesempatan yang diperoleh hari ini dapat melahirkan kebaikan yang lebih luas pada masa depan,” tuturnya.
Peluncuran HBI Scholar Academy menjadi langkah LAZ HBI dalam memperkuat pendampingan penerima Beasiswa Sodaraku Cerdas.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, terampil, berkarakter, dan mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan program beasiswa tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kontribusi yang dapat mereka berikan setelah memperoleh kesempatan untuk berkembang. (Nay Sunarti)



















