• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Perkuat Komunikasi Politik, PKS Garut Serap Aspirasi Persis dan Muhammadiyah

bydejurnalcom
Jumat, 23 Oktober 2026
Reading Time: 4 mins read
Perkuat Komunikasi Politik, PKS Garut Serap Aspirasi Persis dan Muhammadiyah

Ketua DPD PKS Kabupaten Garut sekaligus anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyafa.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut sekaligus anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyafa, menegaskan pentingnya membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta membuka ruang dialog dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran partai politik dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Garut.

Komitmen itu disampaikan Yusuf Musyafa saat diwawancarai awak media seusai kegiatan dialog dan silaturahmi bersama sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan di Fave Hotel Garut, Jumat (23/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, DPD PKS Kabupaten Garut mengundang perwakilan dua organisasi Islam besar, yakni Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah.

BacaJuga :

LAZ HBI Siapkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Jadi Generasi Berdampak

Kapolda Jabar Gelar Jumat Keliling di Ujung Berung, Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

BPK RI Gandeng Sohibul Iman Perkuat Pemahaman Keuangan Negara dan UMKM di Ciamis

Menurut Yusuf, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi formal, melainkan menjadi kesempatan bagi PKS untuk lebih banyak mendengarkan pandangan, pengalaman, serta masukan dari para tokoh ormas yang telah lama berkiprah dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Ia menilai, sebagai partai politik yang telah menempuh perjalanan sekitar 25 tahun, PKS masih perlu terus belajar dari organisasi-organisasi yang memiliki sejarah panjang dan pengalaman luas dalam membina umat serta membangun kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama pengurus DPD PKS Kabupaten Garut mengundang dua tokoh ormas besar di Kabupaten Garut, yaitu Persis dan Muhammadiyah. Tentunya, kami ingin lebih banyak mendengar masukan-masukan dari kedua organisasi tersebut,” ujar Yusuf.

Belajar dari Pengalaman Organisasi yang Lebih Senior

Yusuf menjelaskan, Persis dan Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pengalaman keduanya dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi PKS.

Ia membandingkan perjalanan PKS yang relatif lebih muda sebagai partai politik dengan usia dan pengalaman kedua organisasi tersebut yang telah mencapai puluhan tahun, bahkan mendekati satu abad.

Karena itu, menurutnya, dialog lintas organisasi menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan politik, memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam, serta membangun pola komunikasi yang lebih terbuka.

Yusuf menegaskan bahwa partai politik tidak seharusnya hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi atau kepentingan elektoral. Partai juga perlu membuka diri terhadap pandangan berbagai elemen masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, akademisi, generasi muda, dan kalangan pengusaha.

Baginya, masukan dari organisasi masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menentukan langkah politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

“Selama ini, kami juga terus berupaya berdakwah dalam konteks politik, baik dalam lingkup kepentingan Indonesia secara umum maupun di Kabupaten Garut. Namun, perjalanan itu tentu membutuhkan banyak pembelajaran. Kami perlu terus mendengar masukan dari para tokoh, para senior, dan alim ulama,” ungkapnya.

Membuka Ruang Kolaborasi dan Menghilangkan Sekat Komunikasi

Salah satu hal penting yang disoroti Yusuf dalam pertemuan tersebut adalah perlunya menghilangkan sekat komunikasi yang terkadang muncul antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, keterbatasan komunikasi dan minimnya pertemuan dapat menimbulkan jarak di antara kedua pihak. Padahal, partai politik dan ormas memiliki ruang kontribusi masing-masing dalam kehidupan masyarakat dan sama-sama dapat mengambil peran dalam mendorong pembangunan daerah.

Ia mengakui bahwa dalam hubungan antar lembaga, terkadang terdapat batas-batas yang belum dipahami secara utuh. Kondisi tersebut bisa menimbulkan anggapan adanya jarak atau hambatan untuk membangun kerja sama.

Melalui dialog secara langsung, PKS berharap dapat memahami pandangan masing-masing organisasi sekaligus memperjelas ruang komunikasi dan kolaborasi yang dapat dibangun bersama.

Yusuf menyebut, dalam pertemuan tersebut pihaknya memperoleh respons positif mengenai keterbukaan organisasi terhadap kader-kader PKS yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi sinyal baik bagi terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara partai politik dan ormas.

“Kami bersyukur karena ternyata ada keterbukaan dari masing-masing ormas. Kader-kader PKS dapat ikut menjadi anggota dan aktif dalam kegiatan organisasi, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Kami menyambut baik keterbukaan ini karena dapat memperkuat silaturahmi dan membangun kerja sama yang lebih harmonis,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik perlu terus dijaga agar perbedaan latar belakang organisasi maupun pilihan politik tidak menjadi penghalang bagi upaya bersama dalam membangun masyarakat.

Generasi Z Akan Dilibatkan dalam Dialog Politik

Tidak hanya berfokus pada organisasi yang telah lama berdiri, DPD PKS Kabupaten Garut juga berencana memperluas forum dialog dengan melibatkan generasi muda, khususnya Generasi Z.

Yusuf menilai, generasi muda memiliki pandangan, pengalaman, serta kebutuhan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, aspirasi mereka perlu mendapat ruang dalam pembahasan mengenai arah pembangunan daerah dan kehidupan politik.

Menurutnya, generasi muda bukan sekadar kelompok yang menjadi sasaran sosialisasi politik, melainkan harus ditempatkan sebagai mitra dialog yang mampu memberikan gagasan, kritik, dan masukan konstruktif.

PKS Garut berencana mengundang tokoh-tokoh muda dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi secara terbuka. Melalui forum tersebut, partai ingin mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi anak muda, termasuk tantangan pendidikan, lapangan pekerjaan, kewirausahaan, perkembangan teknologi, dan partisipasi dalam pembangunan.

Yusuf juga menyampaikan bahwa ruang dialog ke depan tidak hanya akan melibatkan unsur ormas dan generasi muda, tetapi turut membuka kesempatan bagi kalangan pengusaha serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Kami juga berniat mengundang tokoh-tokoh Gen Z di Kabupaten Garut. Ke depan, kami ingin berdialog dengan pengusaha dan berbagai elemen lainnya. Kami sangat membutuhkan masukan dari mereka. Tujuannya bukan hanya untuk bertemu, tetapi membangun komunikasi dan silaturahmi yang lebih baik,” tuturnya.

Rencana tersebut menunjukkan upaya PKS Garut untuk memperluas jangkauan komunikasi politik, sehingga aspirasi yang diterima tidak hanya berasal dari kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga mencakup kalangan muda dan pelaku ekonomi.

PKS Garut Ingin Membangun Politik yang Terbuka dan Aspiratif

Yusuf menegaskan, kegiatan dialog bersama Persis dan Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat dengan berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Garut.

Ia menyatakan, PKS akan terus membuka diri untuk berdiskusi dengan organisasi kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, semakin banyak pihak yang dilibatkan dalam komunikasi, semakin besar pula kesempatan untuk memperoleh sudut pandang yang beragam dalam memahami persoalan daerah.

Ia berharap, kegiatan serupa tidak berhenti pada satu pertemuan, tetapi dapat berlanjut menjadi komunikasi yang berkesinambungan dan menghasilkan kerja sama nyata.

Bagi PKS Garut, mendengarkan masukan dari tokoh masyarakat, alim ulama, dan organisasi yang lebih senior merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran politik. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan fungsi kepartaian maupun tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Garut.

Di sisi lain, keterbukaan terhadap generasi muda dan kalangan pengusaha diharapkan mampu memperkaya perspektif partai dalam membaca perubahan sosial dan tantangan pembangunan daerah.

“Insyaallah, kami akan mengundang ormas-ormas lainnya juga. Kami ingin terus belajar dan mendengarkan masukan dari para tokoh, para senior, alim ulama, serta tokoh-tokoh masyarakat Garut. Kami merasa perlu banyak mendengar agar komunikasi dan kolaborasi ke depan bisa berjalan lebih baik,” pungkas Yusuf.

Melalui kegiatan tersebut, PKS Garut berharap hubungan dengan organisasi kemasyarakatan semakin harmonis, komunikasi politik semakin terbuka, dan ruang partisipasi masyarakat semakin luas.

Pada akhirnya, keberhasilan dialog politik tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertemuan atau banyaknya tokoh yang hadir, tetapi juga dari kemampuan setiap pihak menerjemahkan masukan menjadi langkah nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Garut, keterbukaan antar lembaga, kesediaan mendengarkan kritik, serta kolaborasi lintas organisasi menjadi modal penting untuk membangun kehidupan demokrasi yang sehat dan mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.***Willyesha

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

LAZ HBI Siapkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Jadi Generasi Berdampak

Next Post

Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik

Related Posts

Diduga Tanah yang Sudah Dibayar Uang Muka Dijual Kembali, Yayasan Rumah Yatim Siap Tempuh Jalur Hukum
dehukum

Diduga Tanah yang Sudah Dibayar Uang Muka Dijual Kembali, Yayasan Rumah Yatim Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026
Bupati Bandung  Doakan Almarhum Kades Dayeuhkolot, Minta Pjs Lanjutkan Program Desa
deNews

Bupati Bandung Doakan Almarhum Kades Dayeuhkolot, Minta Pjs Lanjutkan Program Desa

Jumat, 23 Oktober 2026
Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik
deNews

Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik

Jumat, 23 Oktober 2026
LAZ HBI Siapkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Jadi Generasi Berdampak
deNews

LAZ HBI Siapkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Jadi Generasi Berdampak

Jumat, 23 Oktober 2026
Kapolda Jabar Gelar Jumat Keliling di Ujung Berung, Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas
deNews

Kapolda Jabar Gelar Jumat Keliling di Ujung Berung, Ajak Warga Bersama Jaga Kamtibmas

Jumat, 23 Oktober 2026
BPK RI Gandeng Sohibul Iman Perkuat Pemahaman Keuangan Negara dan UMKM di Ciamis
deNews

BPK RI Gandeng Sohibul Iman Perkuat Pemahaman Keuangan Negara dan UMKM di Ciamis

Jumat, 23 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Mutu Beton Rekonstruksi Jalan Salamanjah Kadungora K-350 atau K-300 ?

Senin, 25 April 2022

Yosep Nugraha : Situs Budaya Harus Ditata untuk Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kamis, 29 Oktober 2020

RAT PKPRI Ciamis 2025, Evaluasi Kritis Ditengah Menurunnya Kinerja Koperasi Primer

Minggu, 11 Mei 2025

Ketua DPRD dan Ketua DPD PDIP Subang Mendoakan Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Cepat Terungkap

Rabu, 15 September 2021

Pelepasan Siswa & Siswi Kelas IX TA 2024/2025 SMP Tunas Pembangunan Ciparay Berlangsung Khidmat

Sabtu, 21 Juni 2025

Setelah Bayi Gizi Buruk, Tercatat Locus Desa Sindangmekar 45 Balita Alami Stunting

Minggu, 15 Agustus 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste