Dejurnal.com,Purwakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Purwakarta berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IDI ke-76 dan HUT RSUD Bayu Asih ke-96, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RSUD Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tersebut diikuti sebanyak 150 pendonor. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian tenaga medis bersama berbagai elemen masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Ketua IDI Cabang Purwakarta, dr. Rudi Darmawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara tenaga medis, rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita semuanya dalam rangka menyehatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Purwakarta. Kami berharap IDI semakin berkemajuan dalam melayani masyarakat dan mengabdi kepada bangsa,” ujar dr. Rudi.
Ia mengapresiasi RSUD Bayu Asih yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Partisipasi juga datang dari unsur TNI, pejabat Pemerintah Daerah, Kejaksaan, serta Persatuan Orang Tua Penderita Thalassemia (POTI).
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan.
IDI Siapkan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
Selain kegiatan donor darah, IDI Cabang Purwakarta telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan.
Pada 1 November 2026, IDI berencana menggelar pelatihan bantuan hidup dasar bagi masyarakat awam di kawasan Situ Buleud. Kegiatan ini ditujukan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mengalami kondisi darurat, termasuk pingsan atau tidak sadarkan diri.
Selanjutnya, pada 7 November 2026, IDI Cabang Purwakarta akan menyelenggarakan seminar daring mengenai stroke. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit stroke, termasuk pentingnya mengenali gejala dan memperoleh penanganan medis secara cepat.
Perkuat Etika dan Profesionalisme Dokter
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dr. Rudi menegaskan bahwa IDI tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi medis, tetapi juga pada penguatan karakter, etika, moral, profesionalisme, komunikasi, dan literasi kesehatan.
Menurutnya, seorang dokter harus memiliki kemampuan medis yang memadai sekaligus menjunjung tinggi etika dan memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat.
“Modal utama dokter adalah karakter. Kami akan terus memperkuat akhlak, etika, moral, dan kinerja dokter. Selain itu, kompetensi juga harus ditingkatkan melalui seminar, diskusi, dan kegiatan pengembangan keilmuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara dokter dan pasien merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Peningkatan literasi kesehatan, lanjutnya, perlu dilakukan secara seimbang, baik bagi tenaga medis maupun masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, kesenjangan informasi dan potensi kesalahpahaman dalam pelayanan kesehatan diharapkan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, dr. Rudi berharap pemerintah dapat memberikan dukungan anggaran kesehatan yang lebih besar. Dukungan berbagai Lopihak, termasuk BPJS Kesehatan, juga dinilai penting untuk menunjang peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Donor Darah Direncanakan Rutin Setiap Tiga Bulan
lagiSebagai langkah keberlanjutan, IDI Cabang Purwakarta berencana menjajaki kerja sama melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan unit pelayanan donor darah RSUD Bayu Asih.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan ***Ade Irma


















