Dejurnal.com, CIAMIS. Bagi Sinta Melati, mengikuti pelatihan kerja bukan sekadar datang untuk belajar. Ada harapan yang ingin ia wujudkan yaitu memiliki keterampilan yang bisa diandalkan untuk mencari pekerjaan.
Perempuan asal Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, itu menjadi salah satu peserta dalam pembukaan Tailor Made Training di PT Chihaya Global Utama (CGU), Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Senin (26/10/2026).
Kesempatan tersebut ia ketahui dari status WhatsApp yang menginformasikan adanya pelatihan. Tanpa ingin melewatkan peluang itu, Sinta segera bersiap dan datang ke lokasi untuk mengikuti kegiatan hari pertama.
Baginya, informasi sederhana di layar telepon genggam itu membuka kesempatan untuk belajar sesuatu yang selama ini belum dikuasainya.
“Menurut saya, pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi kami yang belum mempunyai keterampilan seperti menjahit atau keahlian lainnya. Ini bisa menjadi langkah awal untuk memiliki kemampuan sebagai bekal mencari kerja,” ujarnya.
Sinta mengaku belum memiliki keahlian khusus di bidang garmen. Meski pernah memiliki pengalaman bekerja di Bandung, pekerjaannya dahulu bukan di bagian garmen.
Karena itu, pelatihan ini menjadi kesempatan baginya untuk mengenal bidang baru sekaligus menambah kemampuan.
Harapan Sinta sejalan dengan tujuan program Tailor Made Training yang diselenggarakan melalui kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ciamis, dan PT CGU.
Pelatihan dirancang agar keterampilan yang dipelajari sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Pada hari pertama, Sinta melihat deretan mesin yang nantinya digunakan dalam proses pembelajaran.
Peralatan itu memberinya gambaran bahwa ada keterampilan teknis yang perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh.
Ia belum bisa membayangkan sepenuhnya bagaimana proses pelatihan akan berlangsung.
Namun, Sinta memilih untuk optimistis dan siap menjalani setiap tahapan pembelajaran.
“Insyaallah, saya optimistis bisa belajar. Walaupun belum punya pengalaman di bidang garmen, saya ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Bagi Sinta, memiliki keterampilan merupakan langkah penting untuk memperluas peluang kerja.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan nantinya dapat menjadi bekal saat melamar pekerjaan, sehingga kesempatan untuk bekerja tidak hanya bergantung pada pengalaman yang sudah dimiliki sebelumnya.
Harapan itu juga ia tujukan kepada peserta lain yang mengikuti program serupa.
Menurutnya, pelatihan kerja perlu terus dibuka agar masyarakat yang belum memiliki keahlian bisa mendapat kesempatan belajar dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
“Saya berharap pelatihan seperti ini bisa membantu pencari kerja yang belum punya keterampilan. Semoga para peserta juga bisa mendapatkan pekerjaan dan bekerja dengan nyaman sesuai bidangnya,” tuturnya.
Kisah Sinta menjadi gambaran bagaimana akses terhadap pelatihan dapat membuka harapan baru bagi pencari kerja.
Berbekal informasi yang ia dapatkan melalui status WhatsApp, kini ia memiliki kesempatan untuk belajar dan membangun kemampuan yang sebelumnya belum dikuasai.
Tentu, pelatihan baru saja dimulai. Masih ada proses belajar, praktik, dan tahapan yang harus dilalui sebelum keterampilan itu benar-benar bisa digunakan untuk bekerja. Namun, bagi Sinta, langkah pertama telah diambil.
Ia datang dengan harapan sederhana, tetapi berarti bagi masa depannya pulang membawa keterampilan, lalu menggunakannya untuk membuka jalan menuju pekerjaan. (Nay Sunarti)



















