Dejurnal.com,Purwakarta – Mengenalkan alam dan kehidupan pedesaan sejak usia dini menjadi salah satu upaya menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Hal tersebut dilakukan TK Pertiwi Wanayasa dengan mengajak 30 peserta didik dan 40 orang tua berkunjung ke Sekolah Alam yang dikembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bale Rumawat, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.
Kepala TK Pertiwi Wanayasa, Rinda Hermawati, S.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak melalui suasana alam terbuka.
Menurut Rinda, meskipun wilayah Wanayasa juga memiliki panorama alam yang indah, pembelajaran di Sekolah Alam PKBM Bale Rumawat menawarkan pengalaman berbeda. Anak-anak tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga belajar mengenal, memelihara, dan memanfaatkan alam sebagai sarana edukasi.
Rombongan berangkat dari Wanayasa sekitar pukul 07.00 WIB. Sebanyak 30 peserta didik dan 40 orang tua mengikuti kegiatan tersebut, dengan total 70 orang peserta.
Setibanya di lokasi, anak-anak diperkenalkan dengan suasana pedesaan, hamparan sawah, kolam ikan, serta area pembenihan yang menjadi bagian dari konsep pembelajaran berbasis alam.
Dengan pendampingan Imas Siti Sa’adah, anak-anak diajak mengenal lingkungan persawahan dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Mereka juga berkesempatan mencoba langsung menanam padi di area persawahan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana ceria. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, mulai dari merasakan lumpur di sawah saat menanam padi, menikmati wahana rakit-rakitan di kolam, hingga mengenal kehidupan ikan.
Salah seorang peserta didik, Arka, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan pengalaman baru karena bisa menaiki rakit, menanam padi di sawah, serta bermain air di kolam.
Kegembiraan juga dirasakan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka selama kegiatan berlangsung.
Yayan, salah seorang perwakilan orang tua siswa yang mendampingi anaknya, Fais, mengaku tidak menyangka kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus berbeda dari aktivitas sekolah pada umumnya.
Menurut Yayan, anak-anak tidak hanya menikmati permainan rakit-rakitan, tetapi juga mendapat kesempatan memberi makan ikan lele dan berinteraksi langsung dengan lingkungan alam.
Ia berharap berbagai wahana edukasi di Sekolah Alam PKBM Bale Rumawat terus dikembangkan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar di alam terbuka.
Sementara itu, Ketua PKBM Bale Rumawat, Rudi Iskandar, menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan rombongan TK Pertiwi Wanayasa. Ia menilai kunjungan dari lembaga pendidikan anak usia dini tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsep sekolah alam yang sedang dikembangkan.
Rudi menjelaskan, pembangunan fasilitas Sekolah Alam PKBM Bale Rumawat saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Meski demikian, sejumlah potensi alam yang tersedia, seperti hamparan sawah hijau, kolam ikan, dan area pembenihan, sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengenalan lingkungan dan pembelajaran di luar kelas.
Ia menambahkan, fasilitas sekolah alam tersebut masih terus dikembangkan. Kunjungan dari berbagai sekolah, termasuk kegiatan studi banding, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep pembelajaran berbasis alam kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan semakin mengenal lingkungan sejak dini, belajar menghargai alam, serta memperoleh pengalaman baru melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.
Kunjungan TK Pertiwi Wanayasa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa alam dapat menjadi ruang belajar yang kaya pengalaman. Anak-anak tidak hanya belajar melalui apa yang mereka lihat dan dengar, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membantu mereka mengenal kehidupan di sekitarnya.***Ade Irma



















