• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Januari 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Pulau Cinta Ikon Wisata Situ Patengan

bydejurnalcom
Sabtu, 15 Februari 2020
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Situ Patengan merupakan obyek wisata alam favorit di Kabupaten Bandung. Sebagian orang ada yang menyebut “Situ Patenggang” dan ada yang menyebut “Situ Patengan”. Konon untuk masalah penyebutan tersebut keduanya sah-sah saja, karena dari kedua penyebutan nama itu masing-masing memiliki makna dan filosofi.

Ditengah danau atau situ Patengan ada sebuah daratan yang diberi nama Pulau Sasaka yang kemudian lebih populer dengan sebutan Pulau Cinta. Legenda menceritakan, zaman dahulu kala ada sepasang kekasih memadu cinta di pulau tersebut. Kedua kekasih itu bercengkrama, berkejar-kejaran, bersembunyi dan saling mencari.

BacaJuga :

DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah

Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan

Wabup Ali Syakieb Ajak PWI Sama-sama Bangun Kabupaten Bandung

Dalam bahasa Sunda arti kata saling mencari itu sama dengan “pateangan-teangan”. Dari kata pateangan-pateangan itulah lahir penyebutan atau pelafalan kata “patengan” . Dari sanalah asal-usul nama Patengan atau Patenggang (Patarenggang=Sunda).

Sejumlah leteratur menyebutkan, sejak tahun 1920 Situ Patenggang sudah banyak dikenal orang. Terutama dari kalangan orang Eropa. Bahkan mereka sampai membangun bungalau atau vila untuk tempat beristirahat,dan hingga kini bungalau-bungalau tersebut masih berdiri kokoh.

Sekarang, kawasan wisata Patenggang lebih lengkap lagi dengan hadirnya wahana wisata Glamping Lakeside,tempat kemping elit dengan layanan ala hotel berbintang. Karena di tenda-tenda itu sudah tersedia bad, handuk bersih, air hangat, toilet, bahkan ketika penghuni kemah pengen makan minum tinggal naik saja ke atas bahtera yang tangguh “berlayar” di “samudra” kebun teh yang diberi nama “Pinisi Resto”. Disana tersedia berbagai menu makanan. Sambil makan di atas gladak bahtera, sambil menikmati keindahan alam Patenggang by night (Patenggang diwaktu malam). Luar biasa indahnya. Sejauh mata memandang terlihat beriak air danau yang bening tak bergeming seakan tak mau beranjak mengawal Pulau Cinta yang sakral dan dikeramatkan oleh sejumlah kalangan masyarakat Patenggang, yang menginginkan kearifan lokal Patenggang tidak terusik.

“Kami tidak ingin kearifan lokal Patenggang di usik. Harapan kami biarkan Situ Patenggang itu lestari, biarkan situ Patenggang manfaat bagi masyarakat,jangan sampai Pulau Sasaka dieksplorasi karena tempat itu keramat buat kami,”ujar Dadang Muhtar, pengelola obyek wisata Situ Patenggang, kepada penulis.

Dan kenyataannya memang demikian, keberadaan Pulau Sasaka atau Pulau Cinta tidak akan di usik oleh pengembang karena Pulau Cinta merupakan ikon Situ Patenggang yang keberadaannya harus tetap terjaga dan lestari.

“Yang saya tahu Pulau Sasaka atau Pulau Cinta itu adalah warisan alam. Kita tidak akan mengganggu Pulau Cinta. Kita tak menyentuh itu. Justru Pulau Cinta itu akan menjadi ikon Patenggang yang harus dipertahankan. Perahu atau Pinisi Resto ini sengaja dibangun dengan menghadap Pulau Cinta. Dan ini meningkatkan tema dari lokal . Tema lokalnya apa? Ya, itu tadi, warisan kearifan lokal. Kalau kita berbicara warisan, warisan alam ini harus dipertahankan.” Kata Hong Ming,manager Glamping Lakeside.

Memang sejak awal pihak pengembang sudah memikirkan bahwasanya kawasan wisata Patenggang harus maju dan berkembang tanpa harus merusak lingkungan dan kearifan lokal.

“Jadi kalau ada indikasi kita akan merusak, melakukan eksplorasi, itu salah sekali. Malah kita mengangkat perekonomian. Tenda kita juga sistemnya digantung. Jadi serapan air tetap masuk. Pembuangan air kotor ada, jadi tidak mengganggu ekosistim,tidak mengganggu keberlangsungan hayati. Sejak awal hal itu sudah kita pikirkan,” jelas Hong Ming.

Pihaknya berkomitmen, pihaknya akan menjaga dan memberdayakan Pulau Sasaka.”Jadi masalah Pulau Sasaka atau Pulau Cinta, mari kita jaga dan berdayakan karena Pulau Sasaka itu merupakan ikon daya tarik Patenggang.” Tandasnya.

(Lili Guntur)***

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ketua BTPB Tolak Kepsek Ruslag SDN Karawang Kulon III Poponcol

Next Post

Bupati Lantik Pengurus Kadin Garut Periode 2020-2025

Related Posts

Dilantik di Astana Gede Kawali, Mabicab dan Kwarcab Pramuka Ciamis 2025–2030 Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda
deNews

Dilantik di Astana Gede Kawali, Mabicab dan Kwarcab Pramuka Ciamis 2025–2030 Siap Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Selasa, 6 Januari 2026
UPTD Ciamis Raih Kinerja Terbaik Desember 2025, Realisasi Pajak Capai 123,2 Persen
deNews

UPTD Ciamis Raih Kinerja Terbaik Desember 2025, Realisasi Pajak Capai 123,2 Persen

Selasa, 6 Januari 2026
Disdukcapil Ciamis Peringatkan Warga Soal Maraknya Penipuan Aktivasi IKD Online
deNews

Mengawali Tahun 2026 Disdukcapil Ciamis Luncurkan Inovasi Pelita Hati di Posyandu, Permudah Layanan Akta Kelahiran dan KIA

Selasa, 6 Januari 2026
DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah
deNews

DPMPTSP Ciamis Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Sebagai Penentu Arah Investasi Daerah

Selasa, 6 Januari 2026
Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan
deNews

Komisi II DPRD Garut Dorong Akses KUR bagi Petani dan UMKM Desa Hutan

Selasa, 6 Januari 2026
Wabup Ali Syakieb Ajak PWI Sama-sama Bangun Kabupaten Bandung
deNews

Wabup Ali Syakieb Ajak PWI Sama-sama Bangun Kabupaten Bandung

Selasa, 6 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

Polres Garut Laksanakan Ops Yustisi Mobile dan Sosialisasikan 3M

Selasa, 20 Oktober 2020

Aksi Audiensi HMI Diterima Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ini yang Dibahas

Senin, 19 Mei 2025

Soroti Nasib Pekerja Saudi Asal Pameungpeuk, Ini Kata Aktifis Garut

Rabu, 7 April 2021

Terkait anggaran Dana Desa 2024-2025, Ini Kata Kades Lebakanyar

Kamis, 20 November 2025
Kapolres Subang AKBP Sumarni (Asep/dejurnal.com)

Pembunuhan Sadis Ibu-Anak di Subang, Polisi : Sudah Ada Titik Terang

Senin, 23 Agustus 2021

Disperkim Purwakarta Anggarkan 2.5 milyar Untuk Pemeliharaan jalan Perumahan

Selasa, 5 Agustus 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste