CIAMIS, deJurnal,- Upaya mengurangi sampah dari sumbernya terus didorong Pemerintah Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui program apresiasi bagi warga yang aktif memilah dan menabung sampah secara rutin di bank sampah.
Usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Lokasana, Senin (17/8/2026), Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyerahkan hadiah kepada penabung sampah perorangan terbaik tahun 2026.
Hadiah berupa satu unit sepeda motor Honda Beat diberikan kepada Udedi Kusmana, warga Jalan Ir. H. Djuanda Nomor 290, Kabupaten Ciamis. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang konsisten berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis Slamet Budi Wibowo, S.P., M.Si., didampingi Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis adalah Aris Taufik Abadi mengatakan penghargaan tersebut rutin diberikan untuk mendorong masyarakat agar semakin aktif memilah sampah dari rumah.
Menurutnya, sampah yang telah dipilah kemudian ditabung melalui Bank Sampah Induk Ciamis. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap upaya pengurangan sampah di Kabupaten Ciamis.
“Ini merupakan apresiasi bagi masyarakat yang sudah memilah sampah dari rumah kemudian menabungkannya ke Bank Sampah Induk Ciamis. Harapannya, masyarakat semakin giat dalam pengelolaan dan pengurangan sampah,” ujar Slamet.
Penilaian Dilakukan Secara Bertahap
Slamet menjelaskan, penentuan penabung sampah terbaik tidak hanya melihat jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan. Tim penilai juga mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk konsistensi dan aktivitas peserta selama tiga tahun terakhir.
Penilaian mencakup kerajinan menabung, jumlah serta jenis sampah yang ditabung, akumulasi berat sampah dalam kilogram maupun ton, hingga rekam aktivitas peserta dalam program bank sampah.
Dari proses tersebut, peserta diseleksi hingga diperoleh lima besar sebelum akhirnya ditentukan sebagai penabung sampah perorangan terbaik.
“Jadi bukan hanya banyaknya sampah. Ada beberapa indikator yang kita akumulasikan, termasuk aktivitas selama tiga tahun terakhir dan jumlah sampah yang sudah dipilah,” katanya.
Slamet berharap gerakan memilah dan menabung sampah tidak berhenti pada individu. Ke depan, keberadaan bank sampah unit di tingkat desa hingga RW diharapkan semakin berkembang.
Penghargaan tahun ini juga mendapat dukungan dari Bank Jabar Banten (BJB) Ciamis sehingga hadiah sepeda motor diberikan tanpa menggunakan anggaran APBD.
Dorong Bank Sampah Tumbuh hingga Tingkat RW
Sementara itu Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis Aris Taufik Abadi menyebutkan, pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis saat ini telah melibatkan sekitar 3.505 masyarakat, dengan sekitar 1.888 orang di antaranya tercatat bersama Bank Sampah Induk Ciamis.
Menurutnya, pengurangan sampah yang dilakukan masyarakat telah memberikan kontribusi signifikan. Jika diakumulasikan, pengurangan sampah dari sumbernya di Kabupaten Ciamis telah mencapai sekitar 40 persen dari timbulan sampah masyarakat.
“Harapannya masyarakat lebih giat memilah sampah dan membangun komunitas dalam bentuk bank sampah unit di setiap desa. Kalau memungkinkan, setiap RW juga memiliki bank sampah,” ucapnya.
Ia menambahkan, program apresiasi ke depan diharapkan tidak hanya menyasar penabung sampah perorangan. Kategori penghargaan bagi bank sampah unit juga mulai dikembangkan sebagai bentuk motivasi bagi kelompok masyarakat yang aktif mengelola sampah.
Dengan demikian, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi hadiah bagi warga yang berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi pemantik perubahan perilaku masyarakat.
Konsisten Menabung Sampah Setiap Dua Hari
Udedi Kusmana mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka aktivitas yang selama ini dilakukannya mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ia mengatakan, kegiatan pengelolaan sampah sudah dijalaninya sekitar tiga tahun. Sebelumnya, di lingkungan tempat tinggalnya terdapat petugas yang mengambil sampah warga. Namun setelah kegiatan tersebut berhenti, Udedi memilih untuk melanjutkannya secara mandiri.
“Saya bersyukur sekali. Dulu di sini ada yang memungut sampah, kemudian berhenti dan saya melanjutkannya. Sudah sekitar tiga tahun saya berkecimpung dalam pengelolaan sampah,” ujar Udedi.
Sebagai Ketua RT, ia merasa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dari masyarakat.
Udedi mengaku secara rutin menabung sampah ke Bank Sampah Ciamis setiap dua hari sekali. Sampah yang dikumpulkan terlebih dahulu dipilah sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak langsung berakhir menjadi sampah yang dibuang.
“Setiap dua hari sekali saya menabung ke Bank Sampah Ciamis. Bagi saya, yang penting sampah dari rumah dipilah dan jangan sampai semuanya dibuang begitu saja,” katanya.
Dari rumah, sampah dipilah. Dari lingkungan, sampah dikelola. Dan dari kebiasaan sederhana itu, upaya menjaga kebersihan Ciamis terus dibangun secara bersama-sama. (Nay Sunarti)
















