• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Defisit dan Efisiensi Anggaran Daerah Tekan Ekonomi Rakyat, Pasar Manis Ciamis Terlihat Lengang

bydejurnalcom
Selasa, 27 Januari 2026
Reading Time: 3 mins read
Defisit dan Efisiensi Anggaran Daerah Tekan Ekonomi Rakyat, Pasar Manis Ciamis Terlihat Lengang
ShareTweetSend

CIAMIS,- Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2026 mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Tekanan fiskal yang mendorong kebijakan efisiensi belanja daerah serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya dirasakan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi warga, khususnya di Pasar Manis Ciamis.

Pantauan di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Ciamis tersebut menunjukkan aktivitas jual beli yang cenderung melambat.

BacaJuga :

SMK Peternakan di Ciamis Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi Dukung Program Panca Waluya Jawa Barat

Oase Ramadan! PT Dahana Tebar 1.500 Bingkisan Lebaran, Kang Rey: Bukti Kepedulian Nyata

IJTI Galuh Raya Kembali Gelar “IJTI Berbagi”, Salurkan Bantuan untuk Jompo dan Anak Yatim di Ciamis–Pangandaran

Foto : salah satu lapak daging yang sepi pembeli di pasar Ciamis
Foto : salah satu lapak daging yang sepi pembeli di pasar Ciamis

Suasana pasar tampak lebih lengang dibandingkan hari-hari normal, dengan transaksi yang berlangsung dalam skala kecil.

Hal itu dirasakan Haji Soleh, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Manis Ciamis, Ia mengungkapkan penurunan omzet akibat berkurangnya jumlah pembeli.

Banyak warga memilih membeli kebutuhan pokok dalam jumlah terbatas, setengah kilogram bahkan seperempat kilogram, sebagai strategi menyesuaikan pengeluaran di tengah melemahnya daya beli.

“Sekarang pembeli sepi. Kalau pun ada, belinya sedikit-sedikit, setengah kilo atau seperempat. Biasanya tukang bakso beli lima kilo, sekarang paling satu kilo, maksimal dua kilo,” ujarnya. Senin (26/01/2026)

Sebagai pedagang, Haji Soleh mengaku tidak memahami secara rinci istilah fiskal seperti APBD atau PAD. Namun, dampak kebijakan keuangan daerah ia rasakan langsung dalam keseharian.

“Saya nggak ngerti soal APBD atau PAD. Yang saya tahu dagangan sepi. Harapannya, uang daerah dipakai sebaik-baiknya untuk masyarakat kecil,” tuturnya.

Kondisi serupa dialami pedagang buah-buahan. Lapak jeruk, pisang, apel hingga pepaya tampak tertata rapi, namun jumlah pembeli terbatas. Beberapa pedagang mengaku dagangan sering tersisa hingga banyak yang membusuk.

“Buah juga sepi. Paling beli satu-dua, itu pun ditawar,” kata seorang pedagang buah.

Tekanan ekonomi juga dirasakan dari sisi konsumen. Rani, seorang aparatur sipil negara (ASN), mengaku kini harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Belanja sekarang secukupnya saja. Harus pintar-pintar atur,” ujarnya.

Sementara itu, Della, pegawai swasta, menilai kenaikan biaya hidup tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan.

“Gaji naiknya pelan, tapi biaya hidup makin mahal,” katanya.

Menurut Della, masyarakat kelas menengah berada pada posisi rentan. Tidak termasuk kelompok penerima bantuan sosial, namun terdampak langsung ketika daya beli menurun dan harga kebutuhan pokok meningkat.

Isu defisit APBD dan keterbatasan PAD turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Della menilai pengelolaan keuangan daerah memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Kalau APBD defisit, ujung-ujungnya daerah harus cari pemasukan. Yang paling terasa ke masyarakat ya dari pajak dan retribusi daerah,” ujarnya.

Sebagai wajib pajak daerah, ia berharap pengelolaan PAD dilakukan secara hati-hati dan transparan.

“Bukan menolak bayar pajak daerah, tapi ingin yakin uang yang disetor benar-benar dikelola dengan baik, bukan hanya untuk menutup defisit,” ucapnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan pernyataan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang mengungkapkan bahwa APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2026 mengalami defisit sekitar Rp150 miliar.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Pemerintahan Desa di Kecamatan Banjarsari, Kamis (22/1/2026), dan kembali ditegaskan saat kegiatan serupa di Kecamatan Panawangan, Senin (26/1/2026).

Bupati menjelaskan, tekanan fiskal daerah dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Selain itu, pada periode 2025–2026 Kabupaten Ciamis tidak lagi menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang selama bertahun-tahun sebelumnya mencapai Rp200 hingga Rp300 miliar per tahun.

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan efisiensi belanja di berbagai sektor, termasuk belanja operasional.

Langkah penghematan juga terlihat di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis, dengan pembatasan penggunaan listrik di sejumlah koridor dan ruangan.

Di tengah tekanan fiskal, tantangan Pemerintah Kabupaten Ciamis adalah menjaga keseimbangan antara penyehatan APBD, optimalisasi PAD, dan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebab, ketika APBD terguncang, dampaknya tidak hanya tercermin dalam angka-angka laporan keuangan, tetapi juga terasa langsung dalam kehidupan warga sehari-hari dari pasar tradisional hingga meja makan keluarga. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Kolaborasi PHRI dan Pemkab Garut, Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah Berbasis Sinergi dan Inovasi

Next Post

Polda Jabar Gelar Sholat Ghaib untuk Korban Bencana Longsor di Cisarua

Related Posts

Foto : Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Kadiv Rendatin) KPU Ciamis, Tohirin
deNews

KPU Ciamis Laksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I 2026, Warga Diminta Aktif Melapor

Rabu, 11 Maret 2026
Gempur Miras di Ramadan! Polres Subang Musnahkan 5.000 Botol, Petasan dan Knalpot Brong
Hukum dan Kriminal

Gempur Miras di Ramadan! Polres Subang Musnahkan 5.000 Botol, Petasan dan Knalpot Brong

Rabu, 11 Maret 2026
Balita Dilaporkan Hilang Diduga Terbawa Arus Selokan, Tagana Ciamis Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Saat Hujan
deNews

Balita Dilaporkan Hilang Diduga Terbawa Arus Selokan, Tagana Ciamis Ingatkan Orang Tua Awasi Anak Saat Hujan

Selasa, 10 Maret 2026
deNews

SMK Peternakan di Ciamis Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi Dukung Program Panca Waluya Jawa Barat

Selasa, 10 Maret 2026
Oase Ramadan! PT Dahana Tebar 1.500 Bingkisan Lebaran, Kang Rey: Bukti Kepedulian Nyata
deHumaniti

Oase Ramadan! PT Dahana Tebar 1.500 Bingkisan Lebaran, Kang Rey: Bukti Kepedulian Nyata

Selasa, 10 Maret 2026
IJTI Galuh Raya Kembali Gelar “IJTI Berbagi”, Salurkan Bantuan untuk Jompo dan Anak Yatim di Ciamis–Pangandaran
deNews

IJTI Galuh Raya Kembali Gelar “IJTI Berbagi”, Salurkan Bantuan untuk Jompo dan Anak Yatim di Ciamis–Pangandaran

Selasa, 10 Maret 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Sekolah Swasta di Pusat Kota Diduga Belum Berijin Namun Sudah Beroperasi, Fandi : Tidak Mudah Dapat Ijin

Selasa, 15 Juni 2021

Reses di Kampung Halaman Hj. Aas Aisyah Terima Aspirasi Seputar Kesehatan,Pendidikan dan Sosial

Kamis, 6 November 2025
Humas RSUD dr. Slamet Garut, Cecep.

Humas RSUD dr. Slamet Akui Hajar Tiga Orang Gegara Ngatain Direktur Tak Becus Kerja

Jumat, 24 Desember 2021

Setelah 20 Tahun Tidak Disertakan Cabang Qasidah Masuk di MTQH XXXIX Jabar di Kabupaten Bandung

Sabtu, 21 Juni 2025
Luqi Sa’adilah Farindani, SE (Foto : Istimewa)

Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cikajang Bergulir, Ini Kata Legislator Luqi Sa’adilah Farindani

Sabtu, 26 April 2025

Bina Wilayah TP PKK Kabupaten Bandung di Wilayah Kecamatan Ciparay

Rabu, 5 Februari 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste