• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

bydejurnalcom
Senin, 6 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

Arif, Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut (sebelah kanan) Sedang diwawancarai Dejurnal.com di Disdik Kabupaten Garut.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Arif sapaan akrab selaku Wakil Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut menyampaikan aspirasi para orang tua siswa terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 saat ditemui dejurnal.com di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Senin (6/7/2026).

Kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap ratusan orang tua yang datang untuk menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya bagi calon peserta didik yang belum diterima di sekolah negeri.

Ia menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai perwakilan Komite SMP Negeri 1 Garut yang diketuai oleh Haji Delit selalu Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut untuk membawa aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Garut.

BacaJuga :

Dikeroyok Geng motor Bersenjata Teknisi wifi Di Purwodadi Luka Serius

Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah masih banyaknya anak yang berada di sekitar lingkungan sekolah, namun belum dapat diterima karena keterbatasan kuota rombongan belajar (rombel).

“Intinya kami ingin memperjuangkan aspirasi para orang tua. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa bersekolah. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, jangan sampai muncul ATS atau Anak Tidak Sekolah hanya karena persoalan kuota,” ujar Arif.

Ia menuturkan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar di SMP dibatasi sebanyak 40 orang. Namun, menurutnya, SMP Negeri 1 Garut sebelumnya pernah menerapkan jumlah 44 siswa dalam satu kelas.

Lebih lanjut Arif menjelaskan,”Dengan kondisi tersebut, apabila dilakukan penambahan empat kursi di setiap rombel, tentu masih memungkinkan. Kalau dikalikan dengan 11 rombel, maka akan tersedia sekitar 44 kursi tambahan yang dapat mengakomodasi calon siswa yang belum diterima,” tegasnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pendataan terhadap calon peserta didik yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, jumlah tersebut dinilai cukup untuk menampung anak-anak yang memang berada dalam wilayah terdekat.

Ia juga mengungkapkan bahwa aksi penyampaian aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tidak hanya berasal dari orang tua calon siswa SMP Negeri 1 Garut, tetapi juga didominasi oleh orang tua calon siswa SMP Negeri 2 Garut yang mengalami persoalan serupa.

“Mayoritas yang datang hari ini berasal dari orang tua calon siswa SMP 1 dan SMP 2 Garut. Namun sebenarnya aspirasi ini bukan hanya untuk dua sekolah tersebut, melainkan untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Garut,” kata Arif.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan yang lebih fleksibel sepanjang tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Ia menyebut adanya ruang pengecualian mengenai jumlah rombongan belajar sebagaimana diatur dalam ketentuan Kementerian Pendidikan.

Masih kata Arif,”Di dalam aturan terdapat pengecualian mengenai jumlah rombel. Karena itu kami berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat mengambil kebijakan yang bijaksana demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Oleh sebab itu, keberadaan sekolah negeri menjadi harapan utama bagi banyak keluarga yang kesulitan secara ekonomi.

“Sekarang masyarakat sedang menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Dana BOS juga berasal dari APBN, sehingga seharusnya pemerintah daerah dapat memaksimalkan kesempatan agar lebih banyak anak diterima di sekolah negeri,” ujarnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan pihak komite, jumlah calon siswa dari wilayah sekitar SMP Negeri 1 Garut sebenarnya tidak terlalu banyak. Dari Kelurahan Pakuwon tercatat sekitar 13 orang, dari Paminggir sekitar 14 orang, sedangkan dari beberapa wilayah lainnya hanya satu hingga tiga orang.
Secara keseluruhan diperkirakan hanya sekitar 30 hingga 40 calon siswa yang membutuhkan tambahan kuota agar dapat diterima.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat langsung disampaikan kepada Bupati Garut yang pada hari itu juga berada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

“Kami berharap Pak Bupati dapat mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Jangan terlalu kaku terhadap aturan apabila memang masih ada ruang kebijakan yang dapat digunakan untuk menyelamatkan masa depan anak-anak,” ungkap Arif.

Di akhir penyampaiannya, Wakil Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan SMP Negeri 1 maupun SMP Negeri 2 Garut, melainkan untuk seluruh SMP Negeri di Kabupaten Garut agar tidak ada lagi anak yang gagal memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan kuota penerimaan.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai ada Anak Tidak Sekolah. Semua anak harus mendapatkan kesempatan untuk belajar. Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah, namun kami juga berharap kebijakan tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Next Post

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Related Posts

Nonton PSGC di Stadion Galuh, CEO Ingatkan Penonton Dilarang Merokok, Sanksi Menanti
deNews

Nonton PSGC di Stadion Galuh, CEO Ingatkan Penonton Dilarang Merokok, Sanksi Menanti

Kamis, 20 Agustus 2026
Pilkades Ciamis 2026 Segera Digelar di 40 Desa, Sistem Digital Dimatangkan
deNews

Pilkades Ciamis 2026 Segera Digelar di 40 Desa, Sistem Digital Dimatangkan

Kamis, 20 Agustus 2026
Untuk Perkuat Literasi dan Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI
deNews

Untuk Perkuat Literasi dan Cegah Kejahatan Berbasis AI, Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI

Kamis, 20 Agustus 2026
Dikeroyok Geng motor Bersenjata Teknisi wifi Di Purwodadi Luka Serius
Hukum dan Kriminal

Dikeroyok Geng motor Bersenjata Teknisi wifi Di Purwodadi Luka Serius

Kamis, 20 Agustus 2026
Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga
deNews

Padus PGRI Ciamis Kembali Tampil Kali Ini Diundang di HUT Jabar ke-81, Edi Rusyana: Kepercayaan Harus Dijaga

Rabu, 19 Agustus 2026
Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh
deNews

Dari Budaya ke Ekonomi, Mia Sumiari Ajak PKK Gardujaya Belajar Batik Cakra Galuh

Rabu, 19 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Pemdes Mayak Bersama Agraria Institute Gelar Edukasi Pertanahan

Kamis, 6 Januari 2022

Begini Siasat Jahat Kades di Lembang Bandung Barat Korupsi Aset Desa Rp 50 Miliar

Sabtu, 30 Oktober 2021

Polemik Pembangunan Kandang Ayam VS Warga Kebon Kai Makin Panas, Kades Kadununggal : Kami Juga Kecewa

Minggu, 27 Maret 2022

Pemkab Purwakarta Siapkan Rumah Singgah Untuk Pemulihan Pasien Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020

Reses di Kampung Halaman Hj. Aas Aisyah Terima Aspirasi Seputar Kesehatan,Pendidikan dan Sosial

Kamis, 6 November 2025

Sambut Hari Jadi ke-384, Bupati Dadang Supriatna Ziarah ke Makam Para Mantan Bupati Bandung

Selasa, 15 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste