Dejurnal.com, CIAMIS – Akses kerja ke Jepang bagi tenaga kerja asal Ciamis kembali terbuka melalui kolaborasi antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis, STIKes Muhammadiyah Ciamis dan PT Kumiai Kusunoki Jepang.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam workshop bertajuk “Penguatan Sistem Informasi Ketenagakerjaan dalam Memperluas Akses terhadap Kesempatan Kerja” yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan STIKes Muhammadiyah Ciamis, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan dunia kerja di Jepang dengan potensi sumber daya manusia dari Ciamis, terutama untuk bidang caregiver melalui skema Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW).
Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis Dase Fadli Yusdy Mubarak, SH., M.Pd., mengapresiasi kerja sama STIKes Muhammadiyah Ciamis dengan PT Kumiai Kusunoki. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja internasional.
“Ini menjadi peluang bagi masyarakat Ciamis, khususnya yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan perawatan, untuk mendapatkan kesempatan kerja di Jepang melalui proses yang resmi,” ujar Dase.
Ia menyebutkan, PT Kumiai Kusunoki memiliki kebutuhan tenaga kerja dari Indonesia. Dalam skema yang diperkenalkan, masa kontrak kerja awal dapat mencapai lima tahun dengan kisaran penghasilan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu yen.
Perusahaan juga memberikan dukungan terhadap sejumlah kebutuhan keberangkatan, termasuk biaya penerbangan dan visa, sesuai mekanisme serta ketentuan penempatan yang berlaku.
Menurut Dase, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi. Calon pekerja perlu mempersiapkan kemampuan teknis, bahasa, serta memahami budaya dan pola kerja di Jepang.
“Yang kita dorong bukan sekadar berangkat bekerja ke luar negeri. Tetapi bagaimana tenaga kerja yang diberangkatkan benar-benar siap, memiliki kompetensi dan memahami hak serta kewajibannya,” katanya.
Disnaker Ingatkan Calon PMI Ikuti Prosedur Resmi
Dase juga mengingatkan masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri agar tidak mengambil jalan pintas.
Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus mengikuti prosedur penempatan resmi, mulai dari mendapatkan informasi lowongan yang jelas, memastikan legalitas perusahaan dan lembaga penempatan, memahami kontrak kerja hingga memenuhi persyaratan keberangkatan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan calon PMI memperoleh perlindungan dan mengetahui secara jelas pekerjaan yang akan dijalani di negara tujuan.
“Jangan hanya melihat peluang dan besarnya penghasilan. Pastikan semuanya jelas dan ditempuh melalui prosedur resmi,” ujarnya.
STIKes Perkuat Persiapan Calon Tenaga Kerja
Keterlibatan STIKes Muhammadiyah Ciamis menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan bidang caregiver.
Selain kemampuan akademik dan keterampilan, calon tenaga kerja juga perlu mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi dan ujian yang menjadi persyaratan bekerja di Jepang.
Komisaris PT. Kumiai Kusunoki, Sasayama Tsukasa, mengatakan proses mempersiapkan diri untuk bekerja sekaligus meningkatkan kemampuan memang membutuhkan kesungguhan.
Menurutnya, belajar sambil menjalani proses persiapan kerja bukan perkara mudah. Namun, hal tersebut harus dijalani dengan semangat karena kompetensi dan kelulusan ujian akan membuka peluang yang lebih besar.
“Sambil bekerja sambil belajar memang tidak mudah dan cukup repot. Tetapi harus tetap semangat. Kalau lulus ujian keperawatan, kesempatan untuk bekerja di Jepang akan lebih mudah,” ujar Sasayama.
Ia mendorong calon tenaga kerja asal Indonesia untuk tidak cepat menyerah dalam menjalani proses pembelajaran. Kemampuan yang diperoleh selama persiapan, menurutnya, akan menjadi bekal penting ketika nantinya memasuki dunia kerja di Jepang.
Kolaborasi antara Disnaker Ciamis, STIKes Muhammadiyah Ciamis dan PT Kumiai Kusunoki diharapkan dapat terus dikembangkan, tidak hanya untuk membuka akses kerja, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. (Nay Sunarti)




















