• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

DLH Purwakarta Optimalkan Bank Sampah

byBudi Permana
Selasa, 15 September 2020
Reading Time: 3 mins read
ShareTweetSend

dejurnal.com,Purwakarta – Produksi sampah yang dihasilkan masyarakat di Kabupaten Purwakarta, terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu terjadi, seiring semakin banyaknya perumahan dan industry di wilayah ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Acep Yuli Mulya menuturkan, saat ini pihaknya telah merumuskan langkah stategis supaya bisa menekan produksi sampah tersebut. Tujuannya, tak lain supaya beban TPA Cikolotok, Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan bisa berkurang.

“Kami akui, selama ini sampah yang dibuang ke TPA Cikolotok itu masih bersifat campuran, antara sampah organik dan anorganik,” ujar Acep, Selasa(15/9/2020).

BacaJuga :

KMP Ajukan Permohonan Perlindungan ke LPSK, Usai Laporan Dugaan Korupsi DBHP Purwakarta ke KPK

Ini Tanggapan Kakan BPN Purwakarta Perihal Publikasi yang Muncul

Terkait anggaran Dana Desa 2024-2025, Ini Kata Kades Lebakanyar

Salah satu upaya yang saat ini telah dilakukan, terang Acep, yakni dengan mengoptimalkan peran bank sampah. Alasan digulirkannya program tersebut, karena selama ini keberadaan sampah belum termanfaatkan dengan baik. Padahal, jika masyarakat jeli sampah tersebut bisa dikelola menjadi barang bermanfaat bahkan bisa bernilai ekonomis.

“Selain membantu menekan produksi sampah, konsep bank sampah ini juga turut membantu perekonomian warga. Sehingga, sampah yang dihasilkan ini memiliki nilai manfaat, terutama dari sisi ekonomi,” jelas dia.

Acep menjelaskan, saat ini pemerintah telah memiliki satu induk bank sampah. Selama ini juga telah ada beberapa bank sampah yang dikelola oleh masyarakat di wilayahnya. Para pengelola bank sampah ini, baru tersebar di wilayah perkotaan. Oleh karenanya, ia ingin ke depannya bank sampah bisa menjadi alternatif masyarakat menekan produksi sampah termasuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Khusus persoalan timbulan di wilayah perkotaan, sambung dia, pihaknya pun telah menyiapkan konsep TPS 3R. Saat ini, pembangunan beberapa fasilitas pengelolaan sampah yang berasal dari bantuan Kementrian PUPR dan KLHK itu sedang berjalan.

“Untuk TPS 3R ini, kita siapkan di Kelurahan Nagri Tengah, Nagri Kidul dan Kelurahan Sindangkasih. Dengan konsep ini, diharapkan persoalan timbulan sampah di wilayah perkotaan dapat dikelola bersama masyarakat. Hal itu, sesuai Perbup tentang Jakstrada yang mengamanatkan bahwa 70 % sampah harus dikelola dan itu ditargetkan sampai tahun 2025,” jelas dia

Adapun dalam pembangunan TPS 3R ini, Kementerian PUPR memberikan bantuan pembangunan tempat dan alat, serta pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, agar 70 persen sampah yang ada disekitar bisa terkelola dan termanfaatkan. Sisanya, atau 30 persen sampah residu baru dibuang ke TPA Cikolotok.

Untuk diketahui, teknologi TPS3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien. Adapun hasil pengolahan sampah organik berupa kompos ini, bisa digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual.

Acep menambahkan, khusus untuk penanganan sampah di luar wilayah perkotaan pihaknya pun telah merumuskan konsep lain. Dalam hal ini, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI untuk membangun beberapa TPS terpadu.

“Untuk TPST ini rencananya akan dilengkapi fasilitas berteknologi refuse-derived fuel (RDF),” tambah dia.

Adapun RDF sendiri, merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil. Dari sampah yang dikelola dengan teknologi ini, menghasilkan energy terbarukan sebagai pengganti bahan bakar batu bara.

“Salah satu lokasi TPST ini, rencananya di bangun di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru. Jadi nantinya, untuk masalah sampah di Kecamatan Tegalwaru, Sukatani, Plered, Darangdan, Bojong dan Maniis tak lagi harus jauh-jauh dibuang ke Cikolotok. TPST ini dilengkapi fasilitas RDF bantuan dari Indonesia Power dengan kapasitas 30 ton,” ujarnya. ***budi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Purwakarta
Previous Post

Polres Garut Bersama Forkompimda Garut, Gelar Operasi Yustisi Serentak

Next Post

Operasi Yustisi Di Purwakarta Tidak Menggunakan Masker Di Berikan Sanksi Sosial

Related Posts

deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
Respon Cepat Polisi Di Purwakarta Lakukan Penanganan Longsor Tutupi Jalan
Nasional

Respon Cepat Polisi Di Purwakarta Lakukan Penanganan Longsor Tutupi Jalan

Kamis, 11 Desember 2025
Kegiatan Retreat Kades, KMP Desak Inspektorat Purwakarta Lakukan Audit Investigasi
deNews

Kegiatan Retreat Kades, KMP Desak Inspektorat Purwakarta Lakukan Audit Investigasi

Jumat, 5 Desember 2025
KMP Ajukan Permohonan Perlindungan ke LPSK, Usai Laporan Dugaan Korupsi DBHP Purwakarta ke KPK
Hukum dan Kriminal

KMP Ajukan Permohonan Perlindungan ke LPSK, Usai Laporan Dugaan Korupsi DBHP Purwakarta ke KPK

Rabu, 26 November 2025
Ini Tanggapan Kakan BPN Purwakarta Perihal Publikasi yang Muncul
Nasional

Ini Tanggapan Kakan BPN Purwakarta Perihal Publikasi yang Muncul

Selasa, 25 November 2025
Terkait anggaran Dana Desa 2024-2025, Ini Kata Kades Lebakanyar
GerbangDesa

Terkait anggaran Dana Desa 2024-2025, Ini Kata Kades Lebakanyar

Kamis, 20 November 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Warga Desa Sindangbarang Bergerak: Akses Jalan Rusak Diperbaiki Swadaya, Pemerintah Desa Desak Tindak Lanjut PUPR

Rabu, 23 April 2025

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Korban Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

Kamis, 19 Agustus 2021

Pemkab Bandung Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat KUBE UEP Produktif

Jumat, 24 Oktober 2025

Kemenag Garut Terima Audiensi LSM Gapermas Terkait Dugaan Perundungan

Senin, 2 September 2024

Penutupan Rakerda II DPD Apdesi Jabar Digelar di Garut

Jumat, 24 November 2023

Kades Cimaragas : Isu Penggerebegan dan Wanita Simpanan Tidak Benar !

Senin, 22 Juli 2019

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste