Dejurnal.com, CIAMIS. Tujuh tahun perjalanan Baraya Lintas Kota ditandai dengan cara yang sederhana. Komunitas yang kini memiliki sekitar 400 anggota itu memilih berbagi dengan anak yatim piatu dan kaum dhuafa, ketimbang menggelar perayaan secara meriah.
Dalam momentum hari lahir (Harlah) ke-7 tahun 2026, Baraya Lintas Kota menyalurkan sebanyak 50 santunan kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Ciamis. Selasa (15/09/2026)
Ketua Baraya Lintas Kota, Ade Deni, mengatakan sebagian penerima santunan hadir langsung dalam kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kelurahan Kertasari.

Sebanyak 30 penerima hadir untuk menerima santunan, sementara sisanya akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing.
“Untuk Harlah ke-7 tahun ini, kami memang memilih kegiatan yang lebih sederhana, yaitu santunan. Ada 50 penerima. Sebanyak 30 orang hadir langsung, sedangkan sisanya akan kami kunjungi ke rumah karena kondisi mereka tidak memungkinkan untuk hadir,” ujar Ade.
Menurut Ade, pola tersebut sengaja dilakukan agar bantuan tetap dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Bagi Baraya Lintas Kota, inti peringatan ulang tahun bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Pilihan itu sekaligus menjadi pembeda dibandingkan perayaan Harlah pada tahun-tahun sebelumnya yang sempat diisi dengan hiburan musik dan berbagai kegiatan lainnya.
“Yang kami utamakan bagaimana momentum Harlah ini tetap ada manfaatnya. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa sedikit membantu meringankan beban penerima santunan,” katanya.
Tujuh Tahun, Bukan Sekadar Bertambah Usia
Memasuki usia tujuh tahun, Baraya Lintas Kota masih melihat perjalanan organisasinya sebagai proses untuk terus bertumbuh.
Ade mengibaratkan usia tersebut seperti manusia yang masih berada pada masa anak-anak. Artinya, masih banyak ruang untuk belajar, berkembang, dan memperluas manfaat.
“Kalau usia tujuh tahun dalam kehidupan manusia masih anak-anak. Jadi ke depan kami berharap Baraya Lintas Kota bisa semakin berkembang, kegiatannya semakin bermakna dan manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Perkembangan tersebut terlihat dari sebaran anggotanya. Baraya Lintas Kota tidak hanya diisi warga Kabupaten Ciamis, tetapi juga memiliki anggota dari luar daerah, luar provinsi, bahkan hingga luar negeri.
Saat ini, sekitar 400 orang tercatat bergabung sebagai anggota.
Meski berada di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi digital, Ade menyebut visi utama Baraya Lintas Kota tidak berubah. Silaturahmi tetap menjadi fondasi yang ingin dipertahankan.
“Kami masih tetap pada visi dan misi yang selama ini dijalankan, terutama menjaga silaturahmi antar anggota. Kemudian melalui kegiatan sosial, kami ingin keberadaan Baraya juga bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Pendiri: Jangan Berhenti di Silaturahmi
Pendiri sekaligus Penasihat Baraya Lintas Kota, Edi Mulya, menilai usia tujuh tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan komunitas sekaligus menentukan arah ke depan.

Menurut Edi, kekuatan Baraya Lintas Kota sejak awal bukan hanya pada jumlah anggota, tetapi pada kemampuan menjaga kebersamaan di tengah latar belakang anggota yang beragam.
Ia berharap semangat tersebut tetap dipertahankan seiring semakin besarnya organisasi.
“Usia tujuh tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan. Jangan hanya besar dalam jumlah anggota, tetapi juga harus besar dalam kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Edi.
Edi menilai kegiatan santunan menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana kebersamaan anggota dapat diarahkan untuk membantu masyarakat.
Ia pun berharap kegiatan sosial tidak berhenti pada momentum Harlah, tetapi dapat terus berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhan masyarakat.
“Kalau kebersamaan terus terjaga, insyaallah Baraya Lintas Kota akan semakin kuat. Harapannya bukan hanya semakin banyak anggota, tetapi semakin banyak pula masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Bagi Baraya Lintas Kota, Harlah ke-7 akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia.
Di tengah komunitas yang terus berkembang, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semakin besar sebuah organisasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan dan berbagi manfaat. (Nay Sunarti)


















