• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

ASN Muda Garut Dorong Birokrasi Lebih Responsif dan Transparan, Pelayanan Kesehatan Harus Berorientasi pada Masyarakat

bydejurnalcom
Selasa, 15 September 2026
Reading Time: 4 mins read
ASN Muda Garut Dorong Birokrasi Lebih Responsif dan Transparan, Pelayanan Kesehatan Harus Berorientasi pada Masyarakat

Rifki Zaenal, A.Md.Kep.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan semata-mata menjalankan rutinitas pekerjaan dan menyelesaikan tugas kedinasan. Lebih dari itu, status sebagai abdi negara membawa tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Semangat tersebut menjadi salah satu prinsip yang dipegang Rifki Zaenal, A.Md.Kep, yang selain menjalankan tugas sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut pada bidang kesehatan, juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Menurut Rifki, generasi muda yang memilih menjadi ASN memiliki tanggung jawab besar untuk ikut mendorong perubahan positif di lingkungan birokrasi. Perubahan tersebut tidak selalu harus diwujudkan melalui kebijakan besar, tetapi dapat dimulai dari cara bekerja, memberikan pelayanan, menerima kritik, serta memastikan setiap tugas yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

BacaJuga :

Ciamis Bidik Tuan Rumah Porsadin Jabar 2028, Sekda Siap Sampaikan Aspirasi ke Bupati

Pengunjung SOR Kerkop Meningkat, Pengelolaan Fasilitas dan PAD Terus Dioptimalkan

Karier ASN Ciamis Mulai Dipetakan, Promosi Jabatan Berbasis Talenta

Ia menilai bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang sangat strategis karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Setiap masyarakat membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, terjangkau, berkualitas, dan tidak diskriminatif.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagai ASN yang masih muda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, saya memiliki visi untuk ikut mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Rifki saat ditemui dejurnal.com, Selasa(15/9/2026).

Anggaran Besar Harus Berbanding Lurus dengan Kualitas Pelayanan

Rifki berpandangan bahwa besarnya perhatian dan anggaran pemerintah terhadap sektor kesehatan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang disediakan maupun banyaknya program yang dilaksanakan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, penggunaan anggaran harus dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap program idealnya memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pelayanan kesehatan juga harus terus dievaluasi. Keluhan masyarakat, persoalan di lapangan, keterbatasan fasilitas, maupun hambatan dalam mengakses pelayanan harus menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.

“Ketika berbicara mengenai pelayanan kesehatan, yang menjadi ukuran akhirnya adalah masyarakat. Apakah mereka mendapatkan pelayanan dengan baik, apakah aksesnya mudah, apakah prosesnya cepat, dan apakah program yang dibuat pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” demikian pandangan Rifki.

Kritik Bukan Perlawanan, Melainkan Instrumen Perbaikan

Sebagai bagian dari generasi muda birokrasi, Rifki juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang terbuka terhadap kritik dan evaluasi.
Baginya, kritik tidak seharusnya selalu dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap pimpinan atau institusi. Kritik yang disampaikan dengan dasar data dan fakta justru dapat menjadi instrumen untuk menemukan persoalan sekaligus mencari jalan keluar.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab. Kritik hendaknya tidak berhenti pada penyampaian persoalan, tetapi juga diikuti dengan alternatif solusi.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi maupun pemerintahan merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola secara profesional sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Persoalan sebaiknya disampaikan berdasarkan data, fakta, dan solusi. Jangan sampai kritik hanya menjadi opini atau kepentingan pribadi. Kritik harus menjadi bagian dari proses memperbaiki pelayanan dan tata kelola,” tegasnya.

Aktif di Organisasi Kemasyarakatan, Tetap Menjaga Profesionalitas ASN

Di luar tugas kedinasannya, Rifki juga aktif sebagai Sekretaris Jenderal dalam sebuah organisasi kemasyarakatan. Keterlibatan tersebut menurutnya memberikan pengalaman tambahan dalam memahami berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Interaksi dengan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan membuat dirinya dapat melihat secara lebih dekat berbagai aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami bahwa persoalan masyarakat sering kali tidak sesederhana yang terlihat dari balik meja birokrasi.
Namun, Rifki menyadari sepenuhnya bahwa aktivitas sebagai bagian dari organisasi kemasyarakatan harus tetap ditempatkan secara proporsional dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN.
Profesionalitas dalam menjalankan tugas kedinasan tetap menjadi prioritas. Aktivitas organisasi di luar kedinasan tidak boleh mengganggu pelaksanaan pekerjaan, apalagi mencampurkan kepentingan organisasi dengan kewenangan maupun jabatan sebagai ASN.

Ia juga menegaskan pentingnya memegang teguh ketentuan peraturan perundang-undangan, etika birokrasi, serta prinsip netralitas ASN.
Dengan demikian, keterlibatan dalam organisasi kemasyarakatan bukan menjadi alasan untuk mengabaikan profesionalitas, melainkan dapat menjadi ruang pembelajaran sosial selama dijalankan sesuai koridor hukum dan ketentuan yang berlaku.

Perubahan Bisa Dimulai dari Hal-Hal Sederhana

Bagi Rifki, perubahan birokrasi tidak harus selalu menunggu seseorang menduduki jabatan tinggi. Perubahan dapat dimulai dari setiap individu yang berada di dalam sistem pemerintahan.
Mulai dari bekerja secara disiplin, memberikan pelayanan dengan ramah, menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan, terbuka terhadap evaluasi, menghindari penyalahgunaan kewenangan, hingga menggunakan sumber daya negara secara bertanggung jawab.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi apabila dilakukan secara konsisten oleh banyak ASN, akan memberikan dampak besar terhadap kualitas birokrasi.

Visinya pun sederhana namun mendasar: birokrasi harus hadir untuk memberikan solusi, bukan justru menambah persoalan masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan pemerintah yang mampu membuat kebijakan, tetapi juga pemerintah yang mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.
Dalam konteks pelayanan kesehatan, kehadiran pemerintah bahkan menjadi sangat penting karena menyangkut keselamatan, kualitas hidup, dan kebutuhan dasar masyarakat.

ASN Muda Adalah Penggerak Perubahan

Rifki melihat generasi muda ASN memiliki posisi strategis dalam proses pembaruan birokrasi. Mereka merupakan bagian dari generasi yang akan meneruskan roda pemerintahan sekaligus menentukan wajah birokrasi pada masa mendatang.
Karena itu, ASN muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaannya. Mereka juga dituntut memiliki integritas, keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan menerima kritik, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen terhadap pelayanan publik.
Menurutnya, birokrasi yang profesional tidak lahir hanya dari aturan, tetapi juga dari karakter orang-orang yang menjalankan aturan tersebut.

ASN yang bekerja dengan integritas akan memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk kepentingan pribadi.
Sementara pelayanan publik yang baik akan lahir ketika ASN menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.

“Generasi muda hari ini memiliki amanah untuk ikut memperbaiki birokrasi. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus mampu memberikan gagasan, bekerja dengan benar, terbuka terhadap kritik, dan memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada akhirnya, semangat perubahan yang dibawa ASN muda seperti Rifki Zaenal menjadi bagian dari harapan agar birokrasi di Kabupaten Garut semakin profesional, transparan, responsif, dan mampu menjawab tantangan masyarakat.

Perubahan mungkin tidak selalu hadir dalam bentuk kebijakan besar. Terkadang, perubahan dimulai dari satu pelayanan yang diberikan dengan tulus, satu persoalan yang diselesaikan dengan benar, satu kritik yang diterima dengan lapang, dan satu keputusan yang dibuat dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Sebab, menjadi abdi negara pada hakikatnya bukan sekadar tentang memiliki jabatan, tetapi tentang seberapa besar keberadaan seorang ASN mampu menghadirkan manfaat bagi negara dan masyarakat yang dilayaninya.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Heryana Maju di Pilkades Saguling, Usung Semangat “Ngurus Lembur”

Next Post

531 PNS Ciamis Jalani Profiling, BKPSDM Petakan Potensi dan Kompetensi ASN

Related Posts

Pertanyakan Izin dan Dugaan Manipulasi Tanda Tangan Ratusan Warga Mekarrahayu Protes Pembangunan Rumah Ibadah di TKI V Mekarrahayu Margaasih
deNews

Pertanyakan Izin dan Dugaan Manipulasi Tanda Tangan Ratusan Warga Mekarrahayu Protes Pembangunan Rumah Ibadah di TKI V Mekarrahayu Margaasih

Jumat, 30 Oktober 2026
Melalui Jumat Keliling, Polres Garut Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Waspada Bencana
deNews

Melalui Jumat Keliling, Polres Garut Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Waspada Bencana

Jumat, 30 Oktober 2026
Silaturahmi PAN-Demokrat Bahas Dinamika Pengisian Kursi Wabup Ciamis
deNews

Silaturahmi PAN-Demokrat Bahas Dinamika Pengisian Kursi Wabup Ciamis

Jumat, 30 Oktober 2026
Ciamis Bidik Tuan Rumah Porsadin Jabar 2028, Sekda Siap Sampaikan Aspirasi ke Bupati
deNews

Ciamis Bidik Tuan Rumah Porsadin Jabar 2028, Sekda Siap Sampaikan Aspirasi ke Bupati

Jumat, 30 Oktober 2026
Pengunjung SOR Kerkop Meningkat, Pengelolaan Fasilitas dan PAD Terus Dioptimalkan
deNews

Pengunjung SOR Kerkop Meningkat, Pengelolaan Fasilitas dan PAD Terus Dioptimalkan

Jumat, 30 Oktober 2026
Karier ASN Ciamis Mulai Dipetakan, Promosi Jabatan Berbasis Talenta
deNews

Karier ASN Ciamis Mulai Dipetakan, Promosi Jabatan Berbasis Talenta

Jumat, 30 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Kadisdik : Masuk Zona Biru, Garut Persiapkan Memulai Pembelajaran Dengan Memperhatikan Protokol Kesehatan

Rabu, 27 Mei 2020

PMI Asal Bandung Barat Ini Ingin Pulang, Kerja di Timteng Sering Dicemburui dan Dianiaya Majikan

Rabu, 15 November 2023

Viral Pelukan Guru Besar IPDN, Bupati Herdiat Angkat Suara, Sindangrasa Buktikan Inovasi di Tengah Keterbatasan

Kamis, 4 Desember 2025

Perlu Sosialisasi Sistematis Terkait New Normal, Salah Kaprah Bisa Timbul Pandemik Covid-19 Jilid Dua

Kamis, 11 Juni 2020

Ketua ORARI, H. Dadan Konjala, SH Ingin Festival Gunung Puntang Hallo Bandoeng Diadakan Lagi

Sabtu, 24 Mei 2025

Nyaneut Festival ke-12 Semarakan Pesona Budaya Garut

Selasa, 26 Agustus 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste