Dejurnal.com, CIAMIS. Kabupaten Ciamis mulai membidik peluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Barat 2028.
Harapan tersebut mengemuka setelah kontingen Ciamis berhasil meraih juara umum Porsadin VIII Jawa Barat 2026 di Kabupaten Cianjur.
Keinginan menjadi tuan rumah bukan semata untuk menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Ciamis untuk memperkuat pembinaan pendidikan diniyah sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Aspirasi tersebut disampaikan Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Ciamis, Abdul Wahab Syahroni, dalam kegiatan penyerahan piala juara umum Porsadin VIII Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis di Aula Sekretariat Daerah, Jumat (30/10/2026).
Menanggapi harapan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyatakan akan meneruskan aspirasi FKDT kepada Bupati Ciamis untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.
Menurut Andang, keinginan Ciamis menjadi tuan rumah merupakan aspirasi positif yang patut disampaikan. Terlebih, keberhasilan meraih juara umum untuk ketiga kalinya menunjukkan besarnya potensi pendidikan diniyah di Kabupaten Ciamis.
Di sisi lain, penyelenggaraan Porsadin tingkat provinsi juga membutuhkan kesiapan dan dukungan berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Andang pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kontingen Ciamis yang kembali mengukuhkan diri sebagai juara umum Porsadin tingkat Jawa Barat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan masyarakat, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen. Prestasi ini semakin istimewa karena Ciamis berhasil mencatatkan hattrick atau tiga kali juara umum Porsadin tingkat Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menilai, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan diniyah di Ciamis tidak hanya berperan dalam membentuk generasi religius dan berakhlak mulia, tetapi juga mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kemampuan dan daya saing di bidang olahraga maupun seni.
FKDT optimistis Ciamis mampu menjadi tuan rumah
Abdul Wahab Syahroni mengungkapkan, harapan agar Ciamis menjadi tuan rumah Porsadin 2028 juga mendapat dorongan dari FKDT tingkat Provinsi Jawa Barat serta sejumlah FKDT kabupaten dan kota.
Menurutnya, Ciamis memiliki sejumlah fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan berbagai cabang perlombaan. Salah satunya keberadaan stadion atletik yang dapat menunjang kegiatan olahraga.
Ia berharap kesempatan menjadi tuan rumah dapat terwujud sehingga masyarakat Ciamis tidak hanya menyaksikan perjuangan santri daerah lain, tetapi juga menjadi bagian langsung dari penyelenggaraan ajang tersebut.
“Kami berharap pada 2028 mendatang Kabupaten Ciamis bisa menjadi tuan rumah sekaligus mempertahankan gelar juara umum di tanah sendiri,” ungkapnya.
Abdul Wahab menegaskan, keberhasilan meraih gelar juara umum tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi penyemangat untuk meningkatkan pembinaan dan mempersiapkan generasi diniyah yang lebih kompetitif.
Sebagai catatan, Ciamis sebelumnya pernah meraih juara umum Porsadin pertama tahun 2010 di Sumedang dan Porsadin keempat tahun 2018 di Cianjur. Gelar juara umum pada 2026 melengkapi catatan tersebut menjadi tiga kali juara umum.
Pada Porsadin VIII 2026, kontingen Ciamis mengirimkan 28 peserta untuk mengikuti 14 mata lomba dengan dukungan 12 ofisial, 14 pembimbing, dan 18 panitia.
Hasilnya, Ciamis membawa pulang empat piala emas, dua perak, tiga perunggu, serta penghargaan kategori harapan.
Jika harapan menjadi tuan rumah Porsadin 2028 terwujud, Ciamis tidak hanya berkesempatan menjadi pusat kegiatan pendidikan diniyah tingkat Jawa Barat, tetapi juga memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan sekaligus mempertahankan prestasi yang telah diraih. (Nay Sunarti)

















