Dejurnal.com, CIAMIS. PSMS Medan datang ke Ciamis dengan tekad membawa pulang poin saat menghadapi PSGC Ciamis dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Tim berjuluk Ayam Kinantan itu memastikan kesiapan menghadapi tuan rumah. Meski harus bermain di kandang PSGC dengan dukungan suporter yang dikenal cukup besar, PSMS mengaku sudah melakukan persiapan, termasuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan cuaca di Ciamis.
Pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengatakan timnya datang dengan membawa 23 pemain. Seluruh pemain yang diboyong dipastikan dalam kondisi siap untuk menghadapi pertandingan tersebut.
Hal itu disampaikan Eko dalam konferensi pers menjelang pertandingan yang berlangsung secara daring melalui Zoom.
“Yang pasti tim siap. Kemarin kami datang dengan membawa 23 pemain dan semuanya siap. Kami juga sudah beradaptasi dengan lapangan. Untuk pertandingan besok, kami siap 100 persen,” ujar Eko.
Meski membawa kekuatan yang dipersiapkan untuk laga tandang ini, PSMS harus kehilangan Siveiro. Pemain tersebut dipastikan absen setelah menerima kartu merah pada pertandingan sebelumnya.
Kondisi itu membuat tim pelatih harus menyiapkan alternatif komposisi pemain. Eko memastikan sudah memiliki pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Siveiro.
“Kami tahu Siveiro mendapatkan kartu merah sehingga tidak bisa bermain. Namun, kami sudah menyiapkan penggantinya untuk pertandingan besok,” jelasnya.
Ezechiel Ndouassel Masuk Radar Pengawasan PSMS
Selain persoalan komposisi pemain, PSMS juga memberikan perhatian terhadap kekuatan lini serang PSGC Ciamis. Eko menilai tuan rumah memiliki sejumlah pemain yang patut diwaspadai, terutama striker Ezechiel Ndouassel.
Penyerang tersebut menjadi salah satu perhatian PSMS dalam menyusun strategi menghadapi Laskar Singacala.
Tim pelatih telah menyiapkan antisipasi melalui sesi latihan agar para pemain mampu meredam ancaman yang datang dari lini depan PSGC.
“Semua pemain PSGC kami waspadai, termasuk Ezechiel, karena kami tahu dia merupakan striker yang bagus. Kami juga sudah melakukan antisipasi dalam latihan untuk pertandingan besok,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan PSMS tidak ingin hanya terpaku pada kekuatan individu pemain tertentu. Mereka tetap menaruh perhatian terhadap keseluruhan permainan PSGC, termasuk potensi ancaman dari pemain lain.
PSMS Tak Gentar Hadapi Tekanan Suporter Tuan Rumah
Sementara itu, pemain PSMS Medan, Azis, memastikan seluruh anggota tim memiliki kesiapan untuk menjalani pertandingan di Stadion Galuh.
Menurutnya, proses adaptasi terhadap cuaca dan kondisi stadion sudah dilakukan sejak tim tiba di Ciamis.
Ia juga memahami PSGC akan mendapat dukungan besar dari suporter saat bermain di kandang sendiri.
Namun, kondisi tersebut tidak mengubah target PSMS untuk tampil maksimal dan berusaha mencuri poin di markas Laskar Singacala.
“Kami semua insyaallah sudah siap. Kami juga sudah mengantisipasi cuaca dan melihat kondisi stadion di Ciamis. Kami tahu penonton PSGC sangat banyak, tetapi kami akan berusaha bermain dengan baik agar bisa mendapatkan poin di stadion ini,” ungkap Azis.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, PSMS Medan berupaya tampil disiplin dan mampu menjalankan strategi yang disiapkan tim pelatih.
Pertemuan dengan PSGC diperkirakan berlangsung menarik. Tuan rumah memiliki motivasi untuk bangkit di hadapan pendukungnya, sementara PSMS datang dengan ambisi mencuri poin.
Bagi Ayam Kinantan, kunci pertandingan bukan hanya meredam agresivitas tuan rumah, tetapi juga menjaga konsentrasi sepanjang laga.
Sementara bagi PSGC, ancaman dari PSMS harus diantisipasi jika ingin mengamankan hasil positif di Stadion Galuh. (Nay Sunarti)



















