• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Tak Berhenti di Ciamis, Kang Yat Ajak Mia Kembangkan Batik ke Nusantara

bydejurnalcom
Jumat, 30 Oktober 2026
Reading Time: 2 mins read
Tak Berhenti di Ciamis, Kang Yat Ajak Mia Kembangkan Batik ke Nusantara
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS. Inovasi Batik Cakra Galuh yang dikembangkan Mia Sumiari Dewi, guru SMAN 1 Panawangan, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan budayawan.

Tidak hanya menilai karya tersebut sebagai upaya pelestarian budaya Galuh, akademisi sekaligus budayawan Ciamis, Dr. H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si., yang akrab disapa Kang Yat juga mendorong Mia memperluas kiprahnya agar batik berbasis kekayaan budaya daerah dapat dikenal hingga tingkat nasional.

Apresiasi itu disampaikan Kang Yat saat menghadiri visitasi lapangan tahap III ASN Berprestasi Jawa Barat 2026 di SMAN 1 Panawangan, Kamis (29/10/2026).

BacaJuga :

Pia Sopia Bersyukur, Cantika Kini Bebas Stunting Berkat KEKASIH HATI

Lurah Sindangrasa Jalani Visitasi ASN Berprestasi Jabar, Andalkan KEKASIH HATI

Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Apresiasi Pengendara Tertib dengan Pendekatan Humanis

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sertifikat penghargaan kepada Mia sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan konsistensinya mengembangkan Batik Cakra Galuh.

Kang Yat mengaku telah mengikuti perjalanan Mia sejak gagasan awal pengembangan motif Cakra Galuh untuk dijadikan batik.

Ia melihat Mia sebagai sosok yang memiliki kemampuan menangkap ide dengan cepat, terbuka terhadap masukan, serta mampu menerjemahkan gagasan menjadi karya kreatif.

Menurut Kang Yat, proses pengembangan sebuah karya budaya tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membuat motif.

Dibutuhkan pemahaman terhadap nilai sejarah, filosofi, dan identitas yang terkandung di dalamnya agar karya tersebut memiliki karakter yang kuat.

Ia menilai Mia memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan gagasannya. Karena itu, perjalanan Batik Cakra Galuh dinilai tidak seharusnya berhenti hanya dikenal di Kabupaten Ciamis.

“Sejak awal pengembangan motif Cakra Galuh menjadi batik, saya mengikuti dan memberikan masukan. Mia termasuk orang yang cepat menangkap ide, cerdas, dan mampu mengembangkan gagasan kreatifnya. Saya berharap kiprahnya tidak hanya di Ciamis, tetapi bisa meluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” ungkapnya

Dari Cakra Galuh Menuju Pengembangan Batik Nusantara

Bagi Kang Yat, karya batik yang berangkat dari kekayaan budaya daerah memiliki kesempatan untuk diperkenalkan ke berbagai wilayah.

Perjalanan tersebut dapat dimulai dari lingkungan kabupaten dan kota, berkembang ke tingkat provinsi, kemudian menjangkau daerah lain di Indonesia hingga mancanegara.

Dorongan itu tidak hanya berupa apresiasi. Kang Yat juga mengajak Mia melebarkan sayap kreativitasnya ke Kota Banjar melalui pengembangan Batik Cangkoreh.

Motif tersebut memiliki filosofi tersendiri yang dapat digali dan diterjemahkan menjadi karya batik dengan karakter budaya lokal.

Menurutnya, pengembangan Batik Cangkoreh menjadi kesempatan bagi Mia untuk memperluas pengalaman sekaligus membuktikan bahwa kreativitas dalam mengolah kekayaan budaya tidak terbatas pada satu daerah atau satu motif.

Ajakan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas daerah. Setelah mengembangkan Batik Cakra Galuh yang mengangkat identitas Galuh, Mia didorong untuk mengeksplorasi kekayaan budaya lain sebagai sumber inspirasi karya berikutnya.

Batik Bukan Sekadar Motif, tetapi Identitas Budaya

Kang Yat memandang batik memiliki kedudukan lebih dari sekadar produk sandang atau kerajinan. Di dalam motif batik terdapat cerita, nilai, dan identitas masyarakat yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, pengembangan Batik Cakra Galuh menjadi langkah penting dalam memperkenalkan sejarah dan budaya Galuh melalui media yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Karya tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kreativitas dan inovasi.

Seorang pendidik seperti Mia bahkan memiliki ruang untuk mengenalkan nilai sejarah dan filosofi budaya kepada para siswa melalui karya yang dikembangkannya.

Kang Yat berharap Mia terus menjaga semangat tersebut, memperkaya gagasan, dan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih saat ini.

Baginya, keberhasilan sebuah inovasi budaya bukan hanya diukur dari penghargaan yang diterima, melainkan juga dari sejauh mana karya itu dapat dikenal, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Melalui Batik Cakra Galuh dan pengembangan Batik Cangkoreh, Kang Yat melihat peluang bagi Mia untuk memperluas kontribusi di bidang kebudayaan.

Dari Ciamis, karya yang berangkat dari identitas lokal itu diharapkan dapat melangkah ke berbagai daerah di Nusantara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Batik Cakra Galuh Jadi Inovasi Ekraf, DKUKMP Apresiasi Kiprah Mia

Next Post

Jamu PSMS Medan, PSGC Ciamis Incar Momentum Kebangkitan

Related Posts

Jamu PSMS Medan, PSGC Ciamis Incar Momentum Kebangkitan
deNews

Jamu PSMS Medan, PSGC Ciamis Incar Momentum Kebangkitan

Jumat, 30 Oktober 2026
Batik Cakra Galuh Jadi Inovasi Ekraf, DKUKMP Apresiasi Kiprah Mia
deNews

Batik Cakra Galuh Jadi Inovasi Ekraf, DKUKMP Apresiasi Kiprah Mia

Jumat, 30 Oktober 2026
BP2D Lihat Peluang Batik Cakra Galuh sebagai Produk Wisata, Ikon Ciamis
deNews

BP2D Lihat Peluang Batik Cakra Galuh sebagai Produk Wisata, Ikon Ciamis

Jumat, 30 Oktober 2026
Pia Sopia Bersyukur, Cantika Kini Bebas Stunting Berkat KEKASIH HATI
deNews

Pia Sopia Bersyukur, Cantika Kini Bebas Stunting Berkat KEKASIH HATI

Jumat, 30 Oktober 2026
Lurah Sindangrasa Jalani Visitasi ASN Berprestasi Jabar, Andalkan KEKASIH HATI
deNews

Lurah Sindangrasa Jalani Visitasi ASN Berprestasi Jabar, Andalkan KEKASIH HATI

Jumat, 30 Oktober 2026
Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Apresiasi Pengendara Tertib dengan Pendekatan Humanis
deNews

Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Garut Apresiasi Pengendara Tertib dengan Pendekatan Humanis

Jumat, 30 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Bupati Rudy Perintahkan Satpol PP Berjaga Di Perbatasan Garut

Sabtu, 21 Maret 2020

Diduga Marak Pungli dan Penyalahgunaan BOS serta PIP, Unjuk Rasa Mahasiswa HMI Minta Kadisdik Garut Mundur

Selasa, 11 Oktober 2022

Perawat RSUD Kawali Diduga Lakukan Malpraktek: Pasien Prostat Alami Penanganan Salah, Harus Jalani Operasi

Selasa, 24 September 2024

Kasus Covid-19 Garut Meningkat, Sekretaris DPMD : Bupati Bisa Tunda Pilkades Jika Penularan Tak Terkendali

Kamis, 3 Juni 2021

Ada Beras Plastik Beredar Di Masyarakat, Dedi Mulyadi Sidak Gudang Beras Bulog Subang

Jumat, 16 Oktober 2020

Beberapa Pohon Tumbang Tutupi Jalan Raya Parung Kuda – Kalapa Nunggal

Senin, 30 Maret 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste