Dejurnal.com, CIAMIS,Ada kebahagiaan yang tak bisa diukur dengan angka. Bagi Pia Sopia, kebahagiaan itu hadir ketika melihat putrinya, Cantika, tumbuh semakin sehat.
Berat badannya bertambah, tinggi badannya meningkat, dan perkembangan anaknya kini jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali mendapatkan pendampingan penanganan stunting.
Cantika kini berusia 3,5 tahun. Perjalanan tumbuh kembangnya mendapat perhatian melalui program KEKASIH HATI (Keluarga Asuh Balita Stunting) di Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, sejak usianya sekitar 1,5 tahun.
Pia masih mengingat bagaimana awalnya ia mengikuti program tersebut. Saat itu, pertumbuhan Cantika menjadi perhatian karena tinggi dan berat badannya belum sesuai dengan yang diharapkan.
Sebagai seorang ibu, tentu ada harapan besar agar anaknya bisa tumbuh sehat seperti anak-anak seusianya. Karena itu, ketika mendapatkan pendampingan melalui KEKASIH HATI, Pia mengikuti proses tersebut dengan penuh harapan.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada perubahan. Tinggi badannya bertambah, berat badannya juga bertambah. Sedikit demi sedikit perkembangannya semakin baik,” tutur Pia Sopia saat ditemui usai menghadiri Visitasi Lapangan lurah Sindnagrasa. Kamis (29/10/2026)
Perubahan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Pia. Baginya, setiap perkembangan Cantika adalah kabar baik. Apa yang sebelumnya menjadi kekhawatiran perlahan berganti dengan rasa syukur ketika melihat putrinya tumbuh semakin baik.
Selama mengikuti pendampingan, Cantika mendapatkan perhatian dari para petugas di lapangan melalui program yang melibatkan Posyandu dan TP PKK Kelurahan Sindangrasa.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi sekaligus memantau pertumbuhan anak.
Mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), pemantauan berat dan tinggi badan secara rutin, hingga edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi dan pola asuh menjadi bagian penting dalam upaya penanganan stunting.
Bagi Pia, perhatian yang diberikan bukan hanya soal bantuan makanan atau pemeriksaan kesehatan. Kehadiran para petugas yang terus memberikan pendampingan membuat dirinya merasa tidak berjalan sendiri dalam memperhatikan tumbuh kembang Cantika.
Kini, di usia 3,5 tahun, Cantika telah dinyatakan bebas stunting. Sebuah kabar yang tentu membahagiakan bagi Pia setelah melewati proses pendampingan selama kurang lebih dua tahun.
Pia pun menyampaikan terima kasih kepada Lurah Sindangrasa, Derry, beserta seluruh jajaran pemerintah kelurahan, petugas lapangan, kader Posyandu, dan TP PKK yang telah memberikan perhatian kepada putrinya.
“Terima kasih kepada Pak Derry, para petugas di lapangan, kader Posyandu, dan ibu-ibu TP PKK yang sudah membantu dan memperhatikan anak kami. Mudah-mudahan Kelurahan Sindangrasa semakin maju, semakin jaya, dan masyarakatnya selalu sehat,” ucapnya.
Kisah Cantika menjadi gambaran bahwa penanganan stunting membutuhkan proses, kesabaran, dan kepedulian bersama. Peran orang tua menjadi kunci, sementara pendampingan dari petugas kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah di tingkat kelurahan membantu memastikan kebutuhan anak mendapat perhatian.
Melalui program KEKASIH HATI, Kelurahan Sindangrasa berupaya mendekatkan pelayanan dan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.
Bagi Pia Sopia, semua itu kini bermuara pada satu kebahagiaan sederhana: melihat Cantika tumbuh semakin sehat. Sebab, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain menyaksikan anaknya tumbuh dengan baik dan memiliki masa depan yang lebih sehat. (Nay Sunarti)



















