Dejurnal.com, Garut – Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Garut menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dengan mengusung tema “Reaktualisasi Nilai Ideologis: Konsolidasi Kesadaran Kader dalam Merumuskan Kepemimpinan Progresif di Tengah Dialektika Keumatan dan Kebangsaan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pemuda Garut, Sabtu (30/5/2026), dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa Islam di Kabupaten Garut.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut Drs. H. Nurrodhin, M.Si., serta sejumlah tokoh pemuda, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Musda SEMMI Kabupaten Garut tidak hanya menjadi forum organisasi untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan penguatan ideologi kader agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial, keumatan, dan kebangsaan yang terus berkembang di tengah dinamika zaman.
Bupati Garut: Mahasiswa Harus Menjadi Pendobrak Perubahan
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda SEMMI Kabupaten Garut. Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi muda yang memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan dan kemajuan bangsa.
Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa seperti SEMMI harus terus didukung karena menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan kapasitas intelektual generasi muda.
“Ini sangat penting karena mereka merupakan bagian dari generasi muda yang kita harapkan mampu menjadi salah satu pendobrak perubahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, saya merasa penting untuk hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musda ini,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Bupati berharap Musda tersebut dapat menghasilkan kepengurusan yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, hasil Musda harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya aktif di lingkungan organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.
“Musda ini merupakan bagian dari proses pertanggungjawaban organisasi sekaligus momentum untuk melahirkan pengurus baru yang memiliki kapasitas dan kompetensi dalam menjalankan program-program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
SEMMI Garut Tegaskan Fokus pada Pembinaan Kader dan Nilai Keislaman
Sementara itu, Ketua Umum PD SEMMI Kabupaten Garut, Rizki Nurul Fauzi, menjelaskan bahwa Musda kali ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi kader sekaligus mempertegas posisi SEMMI sebagai organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki juga menanggapi berbagai pertanyaan mengenai dinamika yang terjadi di tubuh Serikat Islam yang kerap dipersepsikan sebagai perpecahan organisasi.
Menurutnya, secara historis terdapat dua organisasi yang berkembang dari akar perjuangan yang sama, yakni Syarikat Islam Indonesia dan Serikat Islam. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang telah berlangsung sejak Kongres Majalaya pada tahun 1972.
“Dalam organisasi yang besar tentu perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Itu adalah bagian dari dinamika organisasi. Kami sebagai generasi muda dan mahasiswa lebih memilih untuk mengikuti arahan para senior serta menjadikan perbedaan tersebut sebagai pembelajaran dalam berorganisasi,” jelas Rizki.
Ia menambahkan bahwa SEMMI tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan Serikat Islam sebagai organisasi induk yang menjadi fondasi gerakan kaderisasi mahasiswa.
Pengukuhan SEPMI Jadi Langkah Strategis Regenerasi Kader
Selain pelaksanaan Musda SEMMI, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan kepengurusan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI). Kehadiran SEPMI dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem kaderisasi yang berjenjang sejak tingkat pelajar hingga mahasiswa.
Rizki menjelaskan bahwa pembentukan SEPMI merupakan bagian dari upaya memperkuat regenerasi kader di lingkungan Serikat Islam.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun pelajar yang memiliki komitmen untuk mengembangkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“SEPMI menjadi wadah bagi para pelajar untuk belajar berorganisasi, memahami nilai-nilai Islam, dan mempersiapkan diri menjadi kader yang nantinya dapat melanjutkan perjuangan di tingkat mahasiswa melalui SEMMI,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses kaderisasi didukung oleh Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI) yang selama ini membina berbagai lembaga pendidikan berbasis Cokroaminoto di Kabupaten Garut, seperti Cokroaminoto Koropeak, Cokroaminoto Sukawening, dan Cokroaminoto Karangtengah.
Menyiapkan Kader Cendekia yang Religius dan Nasionalis
Lebih lanjut, Rizki menegaskan bahwa SEMMI hadir sebagai wadah pembentukan kader yang memiliki kemampuan intelektual, pemahaman keagamaan yang kuat (tafaqquh fiddin), serta kepedulian terhadap persoalan kebangsaan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai moral dan keislaman dalam kehidupan sosial.
“SEMMI ingin menjadi wadah yang melahirkan kader-kader cendekia, memahami nilai-nilai keislaman, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa SEMMI juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan publik.
Musda Jadi Momentum Penguatan Peran Mahasiswa
Pelaksanaan Musyawarah Daerah SEMMI Kabupaten Garut tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dan pembangunan bangsa. Melalui tema reaktualisasi nilai ideologis, SEMMI berupaya meneguhkan kembali semangat kaderisasi yang berlandaskan nilai keislaman, kebangsaan, dan kepemimpinan progresif.
Diharapkan dari forum Musda ini lahir kepengurusan baru yang mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Garut yang lebih maju, religius, dan berdaya saing.***Willy














