• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Musda XIII HIMA Persis Garut Jadi Momentum Cetak Generasi Berkarakter dan Dorong Kemajuan Pendidikan Daerah

bydejurnalcom
Minggu, 31 Mei 2026
Reading Time: 4 mins read
Musda XIII HIMA Persis Garut Jadi Momentum Cetak Generasi Berkarakter dan Dorong Kemajuan Pendidikan Daerah
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Persis Kabupaten Garut menggelar Grand Launching Musyawarah Daerah (Musda) XIII yang dirangkaikan dengan Seminar Literasi Keuangan Syariah dan Table Manner bertajuk “Refining Adab, Expanding Vision: Think Locally, Act Globally, Stand Spiritually” di Favehotel Garut, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut Dr.Ir.H.Abdusy Syakur Amin,M.Eng.,IPU,Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin,S.Ag.,M.H, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut Drs.H.Nurrodhin,M.Si, serta jajaran pengurus dan anggota HIMA Persis Kabupaten Garut.

Acara ini menjadi momentum penting bagi kader-kader muda Persis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan global, memperkuat adab dan spiritualitas, serta memperdalam pemahaman mengenai literasi keuangan syariah yang semakin relevan di tengah perkembangan ekonomi modern.

BacaJuga :

Diresmikan! Jembatan Perintis Garuda Pangkas Akses Warga Sidaharja-Kutawaringin

Ratusan Warga Jatinagara Serbu Layanan Disdukcapil, Pelayanan Berlanjut hingga Malam

Maulid Nabi di SMK IPP Ciamis, Pendidikan Karakter Jadi Bekal Siswa Hadapi Dunia Kerja

Usai kegiatan, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Musda XIII HIMA Persis Garut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan sarana pendidikan yang sangat baik bagi generasi muda dalam mempelajari proses organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan karakter.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMA Persis ini. Musyawarah daerah bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan semata, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi generasi muda tentang bagaimana berorganisasi secara baik, menjalankan regenerasi kepemimpinan secara elegan, demokratis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui organisasi, para mahasiswa belajar mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik, hingga kecerdasan emosional yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui organisasi mereka belajar mengasah kecerdasan emosional, belajar mengambil keputusan, belajar bertanggung jawab, dan membangun jejaring. Ini merupakan modal penting agar mereka menjadi generasi yang sukses dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain membahas pentingnya pembangunan karakter generasi muda, Muhammad Hoerudin Amin juga menyoroti persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kabupaten Garut.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap rata-rata lama sekolah masyarakat Garut yang hingga saat ini masih berada di bawah target nasional.

Menurutnya, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut saat ini masih berada di angka sekitar delapan tahun, sementara target pemerintah minimal sembilan tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

“Data ini sangat memprihatinkan. Artinya masih banyak anak-anak kita yang hanya mampu menyelesaikan pendidikan sampai kelas VIII SMP. Setelah itu mereka tidak melanjutkan sekolah karena berbagai faktor,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama tingginya angka putus sekolah adalah keterbatasan akses pendidikan. Banyak siswa yang harus menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMA sehingga akhirnya memilih berhenti sekolah.

Selain faktor geografis, rendahnya budaya pendidikan di sebagian masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dirinya terus mendorong optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) agar semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan bantuan pendidikan.

“Kami berupaya memperbesar kuota PIP untuk Kabupaten Garut. Bantuan ini harus diterima secara utuh oleh siswa tanpa ada potongan apa pun. Harapannya bantuan tersebut dapat menjadi stimulus agar anak-anak semakin semangat belajar dan orang tua semakin termotivasi menyekolahkan anaknya,” tegasnya.

Tidak hanya soal akses pendidikan, Hoerudin juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat lebih dari 800 sekolah di Kabupaten Garut yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan rehabilitasi.

Bahkan, pada musim hujan lalu tercatat sedikitnya 17 bangunan sekolah mengalami kerusakan hingga ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak layak digunakan.

“Banyak sekolah yang dibangun sejak era pembangunan sekolah dasar Inpres puluhan tahun lalu dan belum mendapatkan perbaikan yang memadai. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga harus didukung sarana dan prasarana yang layak serta aman bagi proses belajar mengajar.

Ia berharap terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam mempercepat pembangunan dan rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.

“Kalau kita bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar. Perbaikan infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, posisi IPM Kabupaten Garut masih berada di peringkat bawah di tingkat Jawa Barat. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka putus sekolah dan masih rendahnya kualitas infrastruktur pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Hoerudin juga menyoroti pentingnya kejujuran dalam pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia meminta agar kondisi riil sekolah dilaporkan apa adanya tanpa manipulasi data demi memperoleh akreditasi yang baik.

Menurutnya, selama ini terdapat sekolah yang melaporkan kondisi baik dalam data administrasi, padahal kenyataannya mengalami kerusakan berat dan kekurangan fasilitas dasar seperti perpustakaan, ruang guru, sanitasi, hingga ruang UKS.

“Saya berharap kepala sekolah tidak ditekan untuk membuat laporan yang tidak sesuai fakta. Biarkan data menunjukkan kondisi sebenarnya. Jika sekolah rusak berat, tidak memiliki WC, perpustakaan atau fasilitas lainnya, laporkan apa adanya karena pemerintah pusat menggunakan data Dapodik sebagai dasar penyaluran bantuan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan program rehabilitasi puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, validitas data menjadi sangat penting agar bantuan dapat tepat sasaran.

Menutup keterangannya, Hoerudin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kemahasiswaan, serta para pemangku kebijakan dapat bersinergi untuk menekan angka putus sekolah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan Kabupaten Garut.

“Anak-anak Garut harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak. Dengan pendidikan yang berkualitas, kita dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Garut menuju masa depan yang lebih maju,” pungkasnya.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

BNI Pertahankan Rating ESG Level A, Pembiayaan Hijau Terus Meningkat

Next Post

Reaktualisasi Nilai Ideologis, SEMMI Garut Gelar Musda untuk Mencetak Kepemimpinan Progresif Generasi Muda

Related Posts

Pramuka Ciamis Siapkan Petugas Protokol Profesional dan Humanis
deNews

Pramuka Ciamis Siapkan Petugas Protokol Profesional dan Humanis

Sabtu, 29 Agustus 2026
Rp2,24 Triliun Berputar Lewat 3.570 Agen BRILink, BRI Perkuat Akses Keuangan Masyarakat Purwakarta
deNews

Rp2,24 Triliun Berputar Lewat 3.570 Agen BRILink, BRI Perkuat Akses Keuangan Masyarakat Purwakarta

Sabtu, 29 Agustus 2026
Kabupaten Ciamis Raih Terbaik 3 Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Regional Jawa-Bali
deNews

Kabupaten Ciamis Raih Terbaik 3 Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri Regional Jawa-Bali

Jumat, 28 Agustus 2026
Diresmikan! Jembatan Perintis Garuda Pangkas Akses Warga Sidaharja-Kutawaringin
deNews

Diresmikan! Jembatan Perintis Garuda Pangkas Akses Warga Sidaharja-Kutawaringin

Jumat, 28 Agustus 2026
Ratusan Warga Jatinagara Serbu Layanan Disdukcapil, Pelayanan Berlanjut hingga Malam
deNews

Ratusan Warga Jatinagara Serbu Layanan Disdukcapil, Pelayanan Berlanjut hingga Malam

Jumat, 28 Agustus 2026
Maulid Nabi di SMK IPP Ciamis, Pendidikan Karakter Jadi Bekal Siswa Hadapi Dunia Kerja
deNews

Maulid Nabi di SMK IPP Ciamis, Pendidikan Karakter Jadi Bekal Siswa Hadapi Dunia Kerja

Jumat, 28 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Kerjasama Dengan IPB Bogor, IKM Ponorogo Gelar Pelatihan Sterilisasi Sate Ayam

Selasa, 21 Juni 2022

Sayembara Nama RSUD Soreang, Bupati : Warga Kabupaten Bandung Silahkan Usulkan

Jumat, 16 Oktober 2020

Kepala Desa Sukamulya Berharap Ketua RW dan RT Berperan Aktif Dalam Kegiatan Kerja Bakti

Jumat, 2 Mei 2025

22 Kecamatan Diterjang Bencana Alam, Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rabu, 4 Desember 2024
Ilustrasi.

Gapermas Pertanyakan Tanggung Jawab Distan Garut Atas Raibnya 13 Ton Pupuk Bantuan

Kamis, 6 Mei 2021

Wakil Bupati Purwakarta : Oknum Kades dan Karang Taruna Lakukan Pungli Tenaga Kerja Bakal Disikat Habis

Sabtu, 8 Maret 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste