CIAMIS, deJurnal,- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK IPP Ciamis tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, amanah, kompetensi dan kemandirian kepada para siswa.
Pesan itu menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SMK IPP Ciamis. Kamis (28/08/2026)
Keteladanan Rasulullah SAW dipandang relevan dengan tantangan pendidikan vokasi, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja, dunia usaha dan perkembangan teknologi.
Kepala SMK IPP Ciamis, Adisty Risnawaty, S.Pt., M.M., menegaskan pendidikan di sekolah kejuruan tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik, ijazah maupun sertifikat kompetensi.
Menurutnya, lulusan SMK harus memiliki karakter kuat agar kompetensi yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat ketika diterapkan di dunia kerja maupun usaha.
“Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang pintar. Dunia kerja juga membutuhkan orang yang jujur, disiplin, amanah dan dapat dipercaya,” ujar Adisty.
Keteladanan Rasulullah Jadi Dasar Pendidikan Karakter
Adisty mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam membangun akhlak. Karena itu, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki perilaku sehari-hari.
Ia menilai nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW sangat dekat dengan kehidupan siswa SMK.
Kejujuran, misalnya, harus dibangun sejak siswa menjalani proses pembelajaran dan praktik. Termasuk saat berada di laboratorium, teaching farm, mengelola ternak, menggunakan peralatan maupun ketika menyelesaikan tugas sekolah.
“Jangan membangun kebiasaan yang penting selesai. Tetapi biasakan mengerjakan sesuatu dengan benar. Karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus,” katanya.
Selain kejujuran, nilai amanah juga dinilai penting ditanamkan sejak bangku sekolah.
Datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan, merawat fasilitas sekolah, merawat ternak dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam praktik merupakan bentuk sederhana dari sikap amanah.
Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi modal bagi siswa ketika nantinya terjun ke lingkungan profesional.
Siswa SMK IPP Ciamis Didorong Kuasai Teknologi
Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, pendidikan vokasi juga dituntut mampu menyiapkan siswa agar tidak tertinggal.
Adisty menyebut perkembangan digitalisasi, otomatisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan semakin memengaruhi dunia kerja.
Karena itu, siswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkannya sesuai bidang keahlian.
Khususnya pada bidang peternakan, perkembangan teknologi seperti sistem closed house, otomatisasi pemberian pakan, pengendalian lingkungan, penggunaan sensor, pengolahan data hingga penerapan AI mulai menjadi bagian dari perkembangan industri.
“Belajar teknologi juga bagian dari tanggung jawab kita dalam mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Menurut Adisty, kemampuan teknis dan karakter harus berjalan beriringan. Kompetensi tanpa integritas akan sulit menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar dibutuhkan industri.
Belajar Peternakan Bukan Sekadar Memelihara Ternak
Lebih jauh, pendidikan peternakan di SMK IPP Ciamis juga diarahkan agar siswa memahami posisi sektor tersebut dalam kehidupan masyarakat.
Peternakan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana memelihara ayam atau mengelola ternak, tetapi berkaitan dengan penyediaan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Karena itu, kegiatan peternakan harus dilakukan secara profesional, memperhatikan kesehatan, kehalalan, lingkungan serta keberlanjutan.
Perspektif tersebut sekaligus mendorong siswa untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.
Lulusan SMK diharapkan memiliki keberanian untuk bekerja, mengembangkan usaha dan bila memungkinkan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Harapannya siswa tidak hanya berpikir saya ingin bekerja, tetapi juga saya ingin mampu bekerja, mampu berusaha dan kalau memungkinkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Adisty.
Maulid Nabi Harus Berbuah Perubahan
Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Kuswara Suwarman, menekankan bahwa inti peringatan Maulid Nabi adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan agar nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid tidak berhenti setelah acara selesai.
Menurut Kuswara, jika dalam Maulid berbicara tentang kejujuran, maka nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku siswa. Begitu pula dengan kedisiplinan, kebersihan dan tanggung jawab.
“Kalau hari ini kita berbicara tentang kejujuran, maka mulai besok kita harus lebih jujur. Kalau berbicara tentang disiplin, mulai besok kita harus lebih disiplin,” tuturnya.
Ia menyebut perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.
Dengan demikian, Maulid Nabi bukan hanya kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya pendidikan di lingkungan sekolah.
Tiga Kekuatan untuk Generasi Masa Depan
Kuswara berharap siswa SMK IPP Ciamis mampu mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dengan tiga kekuatan utama, yakni iman dan akhlak, ilmu dan kompetensi, serta mental, disiplin dan kemandirian.
Menurutnya, ketiga hal tersebut harus berjalan bersama.
Sekolah tidak hanya dituntut melahirkan lulusan yang mampu bekerja, tetapi juga pribadi yang memiliki tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan pekerjaannya.
“Yang kita inginkan bukan hanya lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga baik dalam bekerja. Bukan hanya kompeten, tetapi juga amanah. Bukan hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” ujar Kuswara.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi fondasi dalam membangun budaya pendidikan di SMK IPP Ciamis.
Dengan perpaduan pendidikan karakter, kompetensi kejuruan dan penguasaan teknologi, lulusan SMK IPP Ciamis diharapkan mampu menjadi generasi yang profesional, mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, melainkan menjadi titik pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus memperbaiki diri dan menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata. (Nay Sunarti)
















