CIAMIS, deJurnal,- Kabupaten Ciamis buktikan keseriusan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat pengelolaan sampah membuahkan penghargaan di tingkat regional.
Dengan diraihnya peringkat terbaik ketiga kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang berlangsung di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).
Dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Kabupaten Ciamis berada di posisi ketiga. Kabupaten Wonosobo menempati peringkat pertama, sedangkan Kabupaten Sidoarjo berada di posisi kedua.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kinerja Lingkungan Jadi Penentu
Penilaian kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tidak hanya melihat keberadaan program, tetapi juga sejauh mana kebijakan dan program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Aspek yang dinilai mencakup pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup, efektivitas program, serta inovasi pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Capaian Kabupaten Ciamis di posisi tiga besar regional Jawa-Bali menunjukkan bahwa berbagai upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah dan menjaga kualitas lingkungan mendapat perhatian dalam penilaian tersebut.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pengelolaan lingkungan di Kabupaten Ciamis terus diperkuat, bukan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga dengan membangun partisipasi masyarakat.
Diikuti 93 Kabupaten dan 35 Kota
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali diikuti pemerintah daerah dari tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota di wilayah Jawa dan Bali.
Dalam ajang tersebut, pemerintah daerah berkompetisi melalui sejumlah kategori yang menggambarkan kinerja pembangunan dan pelayanan publik.
Pada Batch II, kategori yang dinilai antara lain Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Implementasi Program 3 Juta Rumah, Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, serta Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.
Ajang itu tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang mampu menunjukkan kinerja, inovasi, dan komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.
Ciamis Kantongi Insentif Fiskal Rp1 Miliar
Selain mendapatkan pengakuan atas kinerja daerah, posisi tiga besar juga memberikan manfaat berupa insentif fiskal.
Pemerintah daerah yang meraih peringkat pertama pada setiap kategori mendapatkan insentif sebesar Rp2 miliar, peringkat kedua Rp1.5 miliar, sedangkan peringkat ketiga memperoleh Rp1 miliar.
Dengan demikian, Kabupaten Ciamis sebagai peringkat ketiga kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri berhak mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp1 miliar.
Insentif tersebut nantinya disalurkan Kementerian Dalam Negeri ke rekening kas daerah dan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan serta pelayanan publik sesuai kebutuhan daerah.
Tito: Kinerja Pemerintah Berujung pada Kepercayaan Publik
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir dari peningkatan kinerja pemerintah daerah.
Menurutnya, kinerja pemerintah daerah memiliki hubungan erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan kepala daerah.
“Kinerja yang baik pada akhirnya akan berbuah kepercayaan publik. Jika tata kelola pemerintahan bagus, masyarakat akan menilai positif pemimpinnya,” kata Tito.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah yang mendapatkan apresiasi memiliki peluang untuk memperkuat citra daerah, meningkatkan kepercayaan publik, serta membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha maupun mitra pembangunan.
Namun demikian, pemerintah daerah yang belum memperoleh penghargaan tetap didorong untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kinerjanya.
Bagi Kabupaten Ciamis, penghargaan terbaik ketiga tersebut menjadi catatan penting sekaligus motivasi untuk memperkuat pengelolaan sampah dan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Capaian itu juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi bagian dari pembangunan daerah yang langsung bersentuhan dengan kualitas hidup masyarakat.
Kabupaten Ciamis pun membawa pulang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan pada masa mendatang. (Nay Sunarti)

















