CIAMIS, deJurnal– Prestasi membanggakan diraih Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Ciamis.
Melalui perwakilan dari UPTD P5A Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis sukses meraih Juara Terbaik 1 dalam lomba paduan suara TPK tingkat Provinsi Jawa Barat. Selasa (05/05/2026)
Keberhasilan tersebut diumumkan dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari kampanye edukasi keluarga dan percepatan pencegahan stunting melalui program pendampingan keluarga.
Atas capaian itu, tim paduan suara TPK Cihaurbeuti menerima hadiah utama berupa sepeda motor listrik yang diserahkan langsung kepada perwakilan kader.

Kabid KBK3 Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis, Wati Kuswatini, mengatakan kemenangan tersebut menjadi penyemangat bagi ribuan kader TPK yang selama ini bekerja langsung mendampingi masyarakat hingga tingkat desa.
“Alhamdulillah Kabupaten Ciamis melalui UPTD P5A Kecamatan Cihaurbeuti berhasil menjadi juara terbaik pertama lomba paduan suara TPK tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi para kader di lapangan,” ujarnya saat ditemui di kantornya Jumat (08/05/2026)
Menurut Wati, lomba tersebut diikuti perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Setiap daerah mengirimkan tiga tim paduan suara yang terdiri dari unsur bidan, kader PKK, dan kader KB yang tergabung dalam Tim Pendamping Keluarga.
Dari Kabupaten Ciamis sendiri, terdapat tiga kecamatan yang diikutsertakan dalam seleksi melalui pengiriman video penampilan.
Setelah melalui penilaian, tim dari Kecamatan Cihaurbeuti berhasil keluar sebagai juara utama.
“Persiapannya cukup singkat, hanya sekitar satu minggu latihan. Tapi para kader sangat antusias dan cepat beradaptasi dengan materi lagu yang dibawakan,” katanya.
Lomba tersebut sekaligus menjadi media sosialisasi program pembangunan keluarga dan pencegahan stunting melalui lagu-lagu bertema edukasi keluarga dan kesehatan masyarakat.
Wati menjelaskan, saat ini Kabupaten Ciamis memiliki sekitar 2.801 Tim Pendamping Keluarga yang tersebar di 27 kecamatan.
Mereka bertugas melakukan pendampingan kepada kelompok sasaran, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita.
Pendampingan dilakukan secara rutin melalui edukasi, konseling, hingga pemantauan langsung terhadap keluarga berisiko stunting.
“TPK ini fokus pada pencegahan. Mereka turun langsung ke lapangan untuk mendeteksi faktor risiko, mulai dari sanitasi, pola asuh, gizi, hingga kondisi kesehatan keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, kader TPK selama ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan, para kader tetap menunjukkan loyalitas dan semangat pengabdian.
“Kadang masyarakat karakternya berbeda-beda. Tapi kader kami tetap semangat melakukan edukasi dan pendampingan agar keluarga memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” katanya.
Hadiah motor listrik yang diterima, lanjut Wati, diharapkan dapat menunjang mobilitas kader dalam menjalankan tugas pendampingan di lapangan, termasuk kegiatan posyandu dan kunjungan keluarga.
Selain melalui TPK, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting.
Program tersebut melibatkan pemerintah, BUMD, akademisi, media, hingga masyarakat umum dalam membantu keluarga berisiko stunting.
“Pencegahan harus dilakukan dari awal dan melibatkan semua pihak. Tidak hanya soal nutrisi, tetapi juga edukasi pola hidup sehat, sanitasi, hingga kesiapan keluarga,” pungkasnya. (Nay Sunarti)











